Jenis-Jenis Kanker: Daftar, Karakteristik, dan Ringkasan Gejalanya

BAGIKAN

Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal dan dapat berkembang di hampir seluruh organ tubuh. Secara global, World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa angka kejadian kanker tergolong tinggi. Meskipun demikian, sebagian kasus kanker dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko utama. Lebih lanjut, luaran pengobatan menunjukkan kecenderungan yang lebih baik apabila kanker terdeteksi pada stadium dini.[1] 

Perlu dicatat bahwa gejala kanker dapat bersifat tumpang tindih, artinya satu gejala bisa ditemukan pada berbagai jenis kanker maupun pada penyakit lain yang bukan kanker. Oleh karena itu, uraian berikut hanya dimaksudkan sebagai gambaran umum dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menegakkan diagnosis.[3]

Baca juga: Bahaya Self-Diagnosis dalam Menentukan Kanker

Gambaran Global: Kanker yang Umum Ditemukan

Berdasarkan data GLOBOCAN 2020, jenis kanker dengan insidens tertinggi secara global meliputi kanker payudara, paru, kolorektal, prostat, lambung, dan hati, dengan angka yang bervariasi menurut jenis kelamin, kelompok usia, dan wilayah geografis.[2] WHO turut menegaskan bahwa sejumlah faktor risiko utama, seperti penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, serta infeksi tertentu (antara lain HPV, hepatitis B/C, dan H. pylori), berkontribusi terhadap kejadian berbagai jenis kanker tersebut.[1]

Daftar Kanker Per Sistem dan Ringkasan Gejalanya

Berikut adalah ringkasan jenis kanker berdasarkan organ beserta gejala yang umumnya terkait. Perlu diperhatikan bahwa gejala tidak selalu muncul pada tahap awal, dan keluhan yang sama dapat disebabkan oleh kondisi medis lainnya.[3]

Sistem pernapasan

1) Kanker paru
Gejala yang umum dijumpai meliputi batuk persisten, sesak napas, nyeri dada, suara serak, dan batuk berdarah. Pada stadium awal, gejala sering kali belum tampak atau bersifat minimal.[3]

Baca juga: Berbagai Jenis Penyakit Paru dan Penjelasannya

Sistem payudara & reproduksi

2) Kanker payudara
Kanker payudara umumnya dicurigai apabila ditemukan benjolan pada payudara, perubahan bentuk maupun tekstur kulit payudara, serta perubahan pada puting susu. Pada stadium awal, gejala sering kali belum tampak atau bersifat minimal.[2,3]

Baca juga: Waspada! Kanker Payudara Tidak Hanya Menyerang Perempuan

3) Kanker serviks
Gejala yang umum dijumpai meliputi perdarahan vagina yang tidak normal, seperti perdarahan di luar siklus menstruasi, pascasenggama, atau pascamenopause, serta perubahan karakteristik keputihan. Pada stadium awal, gejala sering kali belum tampak atau bersifat minimal.[1,3]

Baca juga: BULAN KESADARAN KANKER SERVIKS : Deteksi Dini Kanker Serviks Mudah dan Cepat

Sistem pencernaan & hepatobilier

4) Kanker kolorektal
Gejala yang umum dijumpai meliputi perubahan pola buang air besar (BAB), darah pada tinja, nyeri perut, serta anemia. Pada stadium awal, gejala sering kali belum tampak atau bersifat minimal.[2,3]

Baca juga: Jenis Kanker Kolorektal dan Penyebabnya

5) Kanker lambung
Gejala kanker lambung pada umumnya bersifat tidak spesifik, seperti nyeri ulu hati, dispepsia, cepat kenyang, serta mual. Gejala yang lebih jelas cenderung baru muncul pada stadium lanjut, antara lain penurunan berat badan yang signifikan, muntah, dan perdarahan saluran cerna.[2,3]

Baca juga: Kanker Lambung: Apa Saja Metode Pemeriksaannya?

6) Kanker hati
Gejala yang umum dijumpai meliputi nyeri pada kuadran kanan atas perut, penurunan berat badan, distensi perut, serta mual. Selain itu, dapat pula ditemukan ikterus (kulit dan mata yang menguning). Perlu diperhatikan bahwa gejala-gejala tersebut sering kali baru tampak secara jelas pada stadium lanjut penyakit.[2,3]

Baca juga: Kanker Hati : Penyebab Gejala dan Pengobatannya

7) Kanker pankreas
Pada stadium awal, gejala kanker pankreas umumnya tidak spesifik. Manifestasi klinis yang dapat ditemukan meliputi nyeri perut atau punggung, penurunan berat badan, serta penurunan nafsu makan. Ikterus juga dapat muncul, terutama apabila tumor menyebabkan obstruksi pada saluran empedu.[3]

Baca juga: Kanker Usus Besar: Pengertian, Gejala, Penyebab, Stadium, dan Terapi

Sistem urologi & reproduksi pria

8) Kanker prostat
Kanker prostat dapat menimbulkan gangguan berkemih, seperti nokturia (peningkatan frekuensi buang air kecil (BAK) pada malam hari), serta melemahnya aliran urine. Pada stadium lanjut, dapat pula ditemukan nyeri tulang sebagai manifestasi metastasis. Perlu diperhatikan bahwa sebagian besar kasus pada stadium awal terdiagnosis tanpa disertai gejala yang nyata.[2,3]

Baca juga: Kanker Prostat: Pengertian, Gejala, Penyebab, Stadium, dan Pengobatan

9) Kanker kandung kemih
Kanker kandung kemih umumnya dicurigai apabila ditemukan hematuria (darah pada urine), yang pada sebagian kasus dapat terjadi tanpa disertai nyeri. Selain itu, gejala lain yang dapat ditemukan meliputi perubahan pola berkemih serta disuria (nyeri saat BAK).[3]

pet scan

Sistem darah & limfatik

10) Kanker darah (leukemia, limfoma, mieloma)
Gejala kanker darah umumnya bersifat sistemik dan tidak spesifik. Manifestasi klinis yang dapat ditemukan meliputi kelelahan yang bermakna, demam, infeksi berulang, kecenderungan mudah memar atau perdarahan abnormal, keringat malam, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), serta nyeri tulang.[3]

Baca juga: Kanker Darah: Pengertian, Gejala, Penyebab, Stadium, dan Pengobatan

Sistem kulit & jaringan lunak

11) Kanker kulit
Manifestasi klinis kanker kulit umumnya berupa perubahan pada tahi lalat atau kelainan kulit, yang meliputi perubahan bentuk, warna, maupun ukuran. Selain itu, dapat pula ditemukan ulkus atau luka yang tidak kunjung sembuh, serta nodul (benjolan) pada kulit yang mudah berdarah atau bersisik.[3]

Baca juga: Kanker Kulit: Gejala, Penyebab, Faktor Resiko dan Cara Mencegah

Sistem saraf

12) Tumor otak/kanker sistem saraf pusat
Manifestasi klinis tumor otak sangat bergantung pada lokasinya. Gejala yang dapat ditemukan meliputi sefalgia persisten (sakit kepala yang menetap), kejang, gangguan bicara maupun penglihatan, perubahan perilaku, serta defisit motorik (kelemahan pada anggota gerak).[3]

Baca juga: Kanker Otak: Pengertian, Gejala, Penyebab, Stadium, dan Terapi

Kapan perlu skrining atau pemeriksaan lebih lanjut?

Secara umum, terdapat dua jalur utama dalam deteksi kanker:

  1. Skrining, yaitu pemeriksaan yang dilakukan pada individu tanpa gejala dalam kelompok usia atau faktor risiko tertentu
  2. Pemeriksaan berbasis gejala, yaitu evaluasi medis yang dilakukan apabila terdapat keluhan menetap atau tanda bahaya (red flags) [1,3]

Evaluasi medis sebaiknya segera dipertimbangkan apabila ditemukan keluhan yang menetap, bersifat progresif, atau disertai tanda bahaya seperti perdarahan yang tidak wajar, benjolan baru yang terus membesar, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sesak napas, maupun nyeri yang menetap.[3] WHO turut menegaskan bahwa deteksi dini serta aksesibilitas terhadap layanan kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan luaran penanganan kanker. [1]

self risk asssesment

Referensi

  1. World Health Organization. Cancer [Internet]. Geneva: WHO; 2025 Feb 3 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
  2. Sung H, Ferlay J, Siegel RL, Laversanne M, Soerjomataram I, Jemal A, Bray F. Global cancer statistics 2020: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA Cancer J Clin [Internet]. 2021;71(3):209-249 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33538338/. doi:10.3322/caac.21660
  3. National Cancer Institute. Symptoms of cancer [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2019 May 16 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/diagnosis-staging/symptoms
Hubungi Kami: +62811 1707 0111