PET Scan untuk Kanker: Fungsi dalam Menentukan Stadium dan Evaluasi Terapi 

BAGIKAN

Istilah PET scan for cancer merujuk pada penggunaan PET scan atau PET/CT untuk pemeriksaan dan penanganan kanker. Pemeriksaan ini membantu dokter menilai aktivitas metabolik jaringan (tingkat proses kimia dalam sel, termasuk penggunaan energi) sehingga dapat memberikan informasi tambahan mengenai lokasi dan aktivitas penyakit. Namun, PET scan bukan pemeriksaan skrining untuk semua orang dan tidak selalu diperlukan pada setiap pasien kanker.1,2

Dalam onkologi, PET/CT dapat digunakan untuk membantu menentukan stadium, menilai penyebaran penyakit, mengevaluasi respons terhadap terapi, atau mendeteksi kemungkinan kekambuhan. Penggunaannya disesuaikan dengan jenis kanker, tujuan pemeriksaan, dan pertimbangan dokter.

Apa Peran PET Scan dalam Kanker?

PET scan adalah pemeriksaan pencitraan kedokteran nuklir (cabang kedokteran yang menggunakan zat radioaktif untuk menilai fungsi organ) yang menggunakan zat pelacak (tracer) radioaktif dalam dosis kecil. Salah satu tracer yang paling sering digunakan dalam pemeriksaan kanker adalah FDG (fluorodeoxyglucose), yaitu zat yang menyerupai glukosa. Jaringan dengan aktivitas metabolik tinggi cenderung menyerap lebih banyak FDG sehingga dapat terlihat lebih jelas pada hasil pemeriksaan.1,3

Banyak jenis kanker memiliki aktivitas metabolik yang tinggi sehingga dapat terlihat pada PET scan. Namun, tidak semua kanker menyerap FDG dengan kuat. Lesi (area jaringan yang abnormal) yang sangat kecil atau jenis kanker tertentu dapat sulit terdeteksi. Karena itu, PET scan tidak menggantikan pemeriksaan klinis, CT, MRI, USG, pemeriksaan laboratorium, atau biopsi.2,3

Baca juga: PET Scan untuk Apa? Mengenal Fungsi dan Kegunaannya dalam Pemeriksaan Kesehatan

Untuk Menentukan Stadium dan Penyebaran Kanker

Salah satu kegunaan utama PET scan adalah membantu menentukan stadium kanker. Stadium menggambarkan sejauh mana kanker telah berkembang, apakah masih terbatas pada lokasi asal, sudah melibatkan kelenjar getah bening, atau telah menyebar ke organ lain. Informasi ini penting karena dapat memengaruhi pilihan terapi.2

PET/CT dapat membantu melihat area tubuh yang menunjukkan aktivitas metabolik yang mencurigakan sekaligus menentukan lokasinya secara anatomi melalui CT. Inilah alasan PET/CT sering dianggap lebih informatif dibandingkan dengan PET saja, terutama ketika dokter perlu mengetahui lokasi lesi dengan lebih tepat.1 Kombinasi ini memungkinkan dokter memperoleh informasi mengenai aktivitas penyakit dan lokasinya secara anatomis dalam satu pemeriksaan.

Untuk Menilai Respons Terapi

PET scan juga dapat digunakan untuk mengevaluasi respons terhadap pengobatan pada beberapa jenis kanker. Dokter dapat membandingkan hasil PET/CT sebelum dan sesudah terapi, seperti kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, atau terapi target. Penurunan aktivitas metabolik pada area kanker dapat menjadi salah satu tanda bahwa penyakit memberikan respons terhadap pengobatan.2,3

Namun, penilaian respons terhadap terapi tidak hanya berdasarkan hasil PET/CT. Dokter juga akan mempertimbangkan kondisi pasien, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium, penanda tumor (zat dalam darah yang dapat mengindikasikan adanya kanker) bila relevan, serta pemeriksaan pencitraan lainnya. Selain itu, peradangan atau proses penyembuhan setelah terapi juga dapat memengaruhi hasil PET/CT. Karena itu, hasil pemeriksaan perlu diinterpretasikan bersama kondisi klinis dan riwayat pengobatan pasien.

Untuk Mendeteksi Kekambuhan

PET/CT juga dapat digunakan ketika dokter mencurigai kanker kembali muncul setelah pengobatan. Kecurigaan ini dapat timbul karena adanya gejala baru, peningkatan penanda tumor, hasil CT atau MRI yang meragukan, atau tanda-tanda lain yang ditemukan dokter. Pada kondisi tertentu, PET/CT dapat membantu menemukan lokasi penyakit yang sulit dipastikan dengan pemeriksaan lain.1,2

Namun, PET/CT tidak selalu digunakan untuk pemantauan rutin pada semua pasien kanker. Pemeriksaan ini biasanya dipertimbangkan bila terdapat alasan klinis yang jelas dan hasilnya diperkirakan dapat memengaruhi keputusan terapi. Bila ditemukan area yang mencurigakan, dokter mungkin tetap menyarankan biopsi atau pemeriksaan tambahan untuk memastikan penyebabnya.

Apakah PET/CT sama dengan “scan kanker seluruh tubuh”?

Sebagian orang menyebut PET/CT sebagai “scan kanker seluruh tubuh”. Istilah ini mudah dipahami, tetapi tidak sepenuhnya tepat. PET/CT memang dapat memindai area tubuh yang luas sesuai protokol pemeriksaan, tetapi bukan berarti pemeriksaan ini dapat mendeteksi semua jenis kanker di seluruh tubuh.1,2

PET/CT menilai aktivitas biologis tertentu berdasarkan tracer yang digunakan. Kanker yang menyerap tracer dalam jumlah rendah, lesi yang sangat kecil, atau kelainan di lokasi tertentu dapat sulit terlihat. Sebaliknya, infeksi dan peradangan juga dapat tampak aktif sehingga menyerupai kanker.

Dengan demikian, PET/CT merupakan alat bantu yang penting dalam pemeriksaan kanker, tetapi bukan pemeriksaan yang sempurna dan tidak menggantikan evaluasi medis secara menyeluruh.

pet scan

Keterbatasan PET Scan pada Kanker

PET scan memiliki beberapa keterbatasan. Hasil positif palsu dapat terjadi ketika suatu area tampak mencurigakan, padahal penyebabnya bukan kanker, misalnya infeksi atau peradangan. Sebaliknya, hasil negatif palsu dapat terjadi ketika kanker sebenarnya ada tetapi tidak terlihat jelas, misalnya karena ukurannya sangat kecil atau hanya sedikit menyerap tracer.2,3

PET scan juga tidak menggantikan biopsi. Pada banyak kasus, biopsi tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis serta mengetahui jenis dan karakteristik kanker yang dapat memengaruhi pilihan terapi. Selain itu, tidak semua pasien memerlukan PET scan. Pemeriksaan ini paling bermanfaat bila hasilnya dapat membantu memperjelas atau mengubah rencana penanganan.

Kesimpulan

PET scan atau PET/CT dapat membantu dokter menilai aktivitas kanker, menentukan stadium dan penyebaran penyakit, mengevaluasi respons terhadap terapi, serta mendeteksi kemungkinan kekambuhan pada kondisi tertentu. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi penting untuk membantu perencanaan terapi, tetapi tidak selalu diperlukan pada semua pasien dan tidak menggantikan biopsi.

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah PET scan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pemeriksaan Anda.

Referensi

  1. RadiologyInfo.org. PET/CT scan [Internet]. Reston (VA): American College of Radiology and Radiological Society of North America; 2025 [cited 2026 Jun 9]. Available from: https://www.radiologyinfo.org/en/info/pet
  2. National Cancer Institute. Nuclear scans [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2024 [cited 2026 Jun 9]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/diagnosis-staging/tests/nuclear-scans-fact-sheet
  3. Boellaard R, Delgado-Bolton R, Oyen WJG, Giammarile F, Tatsch K, Eschner W, et al. FDG PET/CT: EANM procedure guidelines for tumour imaging: version 2.0. Eur J Nucl Med Mol Imaging. 2015;42(2):328-54. doi:10.1007/s00259-014-2961-x.
Hubungi Kami: +62811 1707 0111