Penyakit tiroid pada wanita lebih sering ditemukan dibanding pada pria, baik dalam bentuk gangguan fungsi tiroid seperti hipotiroid atau hipertiroid, penyakit tiroid autoimun (di mana sistem kekebalan (imun) tubuh menyerang kelenjar tiroid), maupun kanker tiroid.1-4 Namun, sangat penting untuk membedakan bahwa gangguan tiroid tidak selalu sama dengan kanker tiroid.1,3 Tidak semua keluhan terkait hormon tiroid berarti kanker, dan tidak semua benjolan pada kelenjar tiroid bersifat ganas.1,3
Terkait kanker tiroid, American Cancer Society mencatat bahwa penyakit ini sekitar 3 kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.2 Penyebab pastinya tidak selalu mudah dipahami dan ditentukan.Faktor hormonal diduga berperan, tetapi bukan menjadi satu-satunya penyebab utama. Faktor lain seperti penyakit autoimun, faktor keturunan/genetik, paparan radiasi pada area kepala dan leher, berat badan berlebih, serta faktor deteksi medis juga dapat memengaruhi tingginya angka diagnosis tersebut.1-4
Baca juga: Gejala Kanker Tiroid yang Sering Dikira Gangguan Tenggorokan Biasa
Perbedaan Gangguan Tiroid dan Kanker Tiroid
Tiroid merupakan kelenjar berukuran kecil di bagian depan leher yang berfungsi menghasilkan hormon untuk mengatur metabolisme tubuh. Secara sederhana, gangguan tiroid dapat dibagi menjadi dua kelompok besar:
| Kondisi | Contoh | Gambaran Umum |
|---|---|---|
| Gangguan fungsi tiroid | Hipotiroid, hipertiroid, penyakit Graves, penyakit Hashimoto (penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid, menyebabkan produksi hormon tiroid menurun drastis) | Berkaitan dengan produksi hormon tiroid yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. |
| Gangguan struktur organ tiroid | Nodul (benjolan) tiroid, pembesaran tiroid, kanker tiroid | Berkaitan dengan benjolan, perubahan ukuran, atau pertumbuhan jaringan tidak normal pada kelenjar tiroid. |
Gangguan fungsi seperti hipotiroid atau hipertiroid tidak otomatis berarti pengidapnya mengalami kanker. Sebaliknya, kanker tiroid sering kali muncul sebagai nodul atau benjolan yang perlu dinilai lebih lanjut melalui pemeriksaan seperti ultrasonografi (USG) dan biopsi jarum halus atau fine-needle aspiration (FNA) berdasarkan pertimbangan dokter.1
Pedoman American Thyroid Association (ATA) menyebutkan bahwa kanker ditemukan pada sekitar 7 hingga 15% nodul tiroid.1 Persentase ini sangat bergantung pada berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, riwayat paparan radiasi, riwayat kesehatan keluarga, dan faktor lainnya. Artinya, sebagian besar nodul tiroid tidak bersifat kanker, tetapi tetap perlu dievaluasi secara saksama bila terdapat tanda yang mencurigakan.1
Mengapa Penyakit Tiroid Lebih Sering pada Wanita?
Terdapat beberapa alasan mengapa penyakit tiroid lebih sering terdiagnosis pada pasien wanita.
1. Pengaruh hormon
Perbedaan hormon antara wanita dan pria diduga turut memengaruhi risiko gangguan fungsi tiroid serta kanker tiroid, namun hormon estrogen tidak boleh dianggap sebagai penyebab tunggal. Tinjauan ilmiah dari Crnčić et al menyebutkan bahwa faktor gender dan estrogen termasuk dalam faktor yang banyak diteliti terkait peningkatan kejadian kanker tiroid, tetapi paparan radiasi pada masa anak merupakan salah satu faktor risiko yang paling jelas dikenali.4
2. Penyakit autoimun lebih sering terjadi pada wanita
Gangguan tiroid autoimun, seperti penyakit Hashimoto dan Graves, lebih sering terjadi pada kelompok wanita. Kondisi sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel tubuh sendiri (autoimun) ini dapat memengaruhi fungsi kelenjar tiroid sehingga menyebabkan hipotiroid atau hipertiroid. Namun, gangguan hormon tiroid akibat kondisi autoimun tidak sama dengan kanker tiroid.1,4
3. Kanker tiroid memang lebih sering terdiagnosis pada wanita
American Cancer Society mencatat bahwa jenis kelamin perempuan merupakan salah satu faktor risiko kanker tiroid, dan jenis kanker ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria.2 Meskipun demikian, memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan mengidap kanker tersebut.2
4. Faktor deteksi dan pemeriksaan medis
Sebagian nodul tiroid sering ditemukan secara tidak sengaja pada saat menjalani USG, pemindaian CT scan, pencitraan MRI, atau pemeriksaan leher untuk alasan medis lainnya. Karena wanita mungkin lebih sering menjalani evaluasi kesehatan tertentu, sebagian perbedaan pada angka diagnosis juga dapat dipengaruhi oleh faktor deteksi rutin ini.1

Ciri-ciri Gangguan Tiroid pada Wanita
Ciri-ciri gangguan tiroid sangat bergantung pada apakah kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu rendah atau terlalu tinggi.
- Pada kasus hipotiroid, keluhan klinis dapat mencakup perasaan mudah lelah, berat badan naik, mudah merasa kedinginan, kulit menjadi kering, sembelit (konstipasi), rambut rontok, siklus haid tidak teratur, dan suasana hati yang menurun.
- Pada kasus hipertiroid, keluhan klinis dapat mencakup berat badan turun tanpa sebab yang jelas, jantung berdebar, mudah berkeringat, tangan gemetar, perasaan gelisah, sulit tidur, buang air besar menjadi lebih sering, dan siklus haid tidak teratur.
Gejala-gejala tersebut bukanlah tanda spesifik dari penyakit kanker. Untuk memastikan apakah terdapat gangguan pada hormon tiroid, dokter biasanya akan mempertimbangkan pemeriksaan darah seperti profil Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan hormon tiroid, serta pemeriksaan tambahan lain yang disesuaikan dengan keluhan. TSH adalah tes darah untuk menilai aktivitas kelenjar tiroid.
Ciri-ciri Kanker Tiroid pada Wanita yang Perlu Diperiksa
Ciri-ciri kanker tiroid pada wanita sering kali berkaitan dengan keberadaan benjolan atau perubahan fisik di area leher, bukan semata-mata gejala perubahan hormon. Tanda-tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut meliputi: 1-4
- Benjolan di bagian depan leher yang bersifat menetap.
- Benjolan yang terlihat membesar dari waktu ke waktu.
- Suara serak yang tidak kunjung membaik.
- Kesulitan saat menelan makanan atau minuman
- Kesulitan bernapas atau adanya rasa tertekan di bagian leher.
- Pembesaran kelenjar getah bening di area leher.
- Nyeri pada leher yang bersifat menetap.
- Riwayat paparan radiasi pada area kepala dan leher.
- Riwayat kesehatan keluarga yang mengidap kanker tiroid atau faktor keturunan (herediter).
American Thyroid Association secara khusus menjelaskan bahwa kanker tiroid paling sering muncul sebagai benjolan pada kelenjar tiroid, dan pada sebagian individu dapat disertai keluhan suara serak, sulit menelan, sulit bernapas, atau pembesaran pada kelenjar getah bening di area leher.3
Pemeriksaan yang Dapat Dilakukan
Apabila terdapat keluhan yang mengarah pada penyakit tiroid, dokter dapat menyarankan beberapa bentuk pemeriksaan medis berikut: 1
- Pemeriksaan fungsi tiroid: Tes laboratorium seperti TSH dan hormon tiroid sangat membantu untuk menilai apakah terdapat kondisi hipotiroid atau hipertiroid. Pemeriksaan ini bertujuan menilai fungsi hormon, bukan secara langsung memastikan kehadiran sel kanker.
- USG tiroid: Pemindaian USG tiroid berfungsi untuk membantu menilai ukuran serta karakteristik nodul, seperti bentuk, tepian, komposisi, dan pola yang tampak mencurigakan. Pedoman ATA menggunakan fitur USG serta ukuran nodul untuk menentukan apakah sebuah nodul cukup dipantau saja atau perlu dilakukan prosedur biopsi.
- Biopsi jarum halus/fine-needle aspiration (FNA): FNA merupakan prosedur pemeriksaan medis dengan mengambil sampel sel dari dalam nodul menggunakan sebuah jarum yang sangat halus, yang sering kali dipandu langsung oleh USG. Prosedur FNA sangat direkomendasikan pada nodul dengan kriteria ukuran dan pola USG tertentu guna membantu membedakan apakah nodul tersebut jinak, mencurigakan, atau bersifat ganas.
- Pemeriksaan tambahan sesuai kondisi: Pada kasus-kasus tertentu, dokter dapat menyarankan prosedur pemindaian CT scan, pencitraan MRI, laringoskopi bila terdapat keluhan suara serak, atau serangkaian pemeriksaan lain yang disesuaikan dengan gejala dan hasil USG.
Kapan Perlu Konsultasi Dokter?
Segeralah berkonsultasi ke dokter bila mengalami gejala gangguan hormon tiroid yang menetap, seperti mudah lelah yang dirasa sangat berat, jantung berdebar kencang, perubahan berat badan mendadak tanpa sebab yang jelas, gangguan haid, atau perubahan suhu tubuh yang sangat ekstrem.
Untuk mewaspadai kemungkinan kanker tiroid, segera lakukan pemeriksaan bila muncul benjolan di leher yang tidak kunjung hilang, terus membesar, terasa keras saat disentuh, yang disertai suara serak yang menetap, kesulitan menelan, kesulitan bernapas, atau adanya pembesaran kelenjar getah bening.1,3
Gejala-gejala tersebut tidak secara otomatis berarti pengidapnya mengalami kanker. Namun, pemeriksaan medis lebih awal dapat sangat membantu menentukan apakah keluhan tersebut berasal dari gangguan hormon, nodul yang jinak, kondisi radang, atau kondisi medis lain yang membutuhkan penanganan klinis.
Baca juga: Apakah Perlu Langsung ke Dokter Onkologi?
Konsultasi Tiroid melalui ONEOnco
Jika terdapat keluhan terkait penyakit tiroid, benjolan di leher, hasil USG tiroid yang membingungkan, atau bila ingin mendapatkan opini kedua (second opinion) terkait kemungkinan kanker tiroid, konsultasi dapat langsung dilakukan melalui platform ONEOnco.
ONEOnco dapat membantu mengarahkan proses evaluasi gejala, pemilihan pemeriksaan yang sesuai, serta akses langsung ke fasilitas medis yang tepat dan tepercaya. Pemeriksaan medis sebaiknya selalu dilakukan berdasarkan evaluasi dokter agar tidak terlambat mendapatkan diagnosis yang tepat, tetapi juga menghindari prosedur pemeriksaan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah penyakit tiroid pada wanita selalu berbahaya?
Tidak selalu. Banyak gangguan tiroid dapat diterapi dengan baik bila didiagnosis lebih awal dan diberikan terapi sesuai dengan penyebabnya.1 Nodul tiroid juga banyak yang bersifat jinak; pedoman dari ATA menyebutkan bahwa kanker ditemukan hanya pada sekitar 7 hingga 15% nodul, dan hal ini sangat bergantung pada faktor risiko.1
Apakah gangguan hormon tiroid bisa berubah menjadi kanker?
Gangguan hormon tiroid seperti hipotiroid atau hipertiroid tidak secara otomatis bisa berubah menjadi kanker.1,3 Kanker tiroid lebih berkaitan langsung dengan pertumbuhan sel abnormal pada jaringan tiroid atau pada nodul yang mencurigakan.1,3 Oleh karena itu, keluhan terkait perubahan hormon dan temuan benjolan tiroid perlu dinilai dengan pendekatan pemeriksaan yang sama sekali berbeda.1,3
Pemeriksaan medis apa yang tepat untuk benjolan tiroid?
Pemeriksaan utama untuk benjolan pada kelenjar tiroid adalah USG tiroid.1 Apabila nodul tersebut memiliki ukuran serta pola tertentu yang tampak mencurigakan, dokter umumnya dapat menyarankan prosedur biopsi jarum halus (FNA) untuk menilai langsung kondisi sel di dalam nodul tersebut.1

Referensi
- Haugen BR, Alexander EK, Bible KC, Doherty GM, Mandel SJ, Nikiforov YE, et al. 2015 American Thyroid Association management guidelines for adult patients with thyroid nodules and differentiated thyroid cancer. Thyroid [Internet]. 2016;26(1):1-133 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4739132/.
- American Cancer Society. Thyroid cancer risk factors [Internet]. Atlanta (GA): American Cancer Society; 2024 Aug 23 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/types/thyroid-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html
- American Thyroid Association. Thyroid cancer [Internet]. Falls Church (VA): American Thyroid Association; [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.thyroid.org/thyroid-cancer/
- Crnčić TB, Tomaš MI, Girotto N, Granić R, Marković I. Risk factors for thyroid cancer: what do we know so far? Acta Clin Croat [Internet]. 2020;59(Suppl 1):66-79 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8212601/. doi:10.20471/acc.2020.59.s1.08
