Penderita kanker pada umumnya boleh mengonsumsi susu selama sesuai dengan kondisi kesehatan dan toleransi masing-masing. Pada pasien yang sulit memenuhi kebutuhan makan, minuman tinggi protein dan kalori juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun, jenis susu yang tepat dapat berbeda tergantung kondisi pasien, efek samping pengobatan, toleransi laktosa, dan kebutuhan gizinya
Bolehkah Penderita Kanker Minum Susu?
Pada umumnya, pasien kanker tetap dapat mengonsumsi susu selama tidak memiliki kondisi tertentu yang membuat konsumsi susu perlu dibatasi.
Susu dapat menjadi sumber energi dan protein yang membantu melengkapi asupan sehari-hari. Selama menjalani pengobatan kanker, sebagian pasien bahkan membutuhkan lebih banyak protein dan kalori untuk membantu mempertahankan kekuatan dan massa tubuh serta mencegah terjadinya kekurangan nutrisi.
Namun, susu bukanlah pengobatan kanker dan tidak dapat menggantikan terapi yang diberikan dokter. Hingga saat ini, tidak ada makanan, minuman, vitamin, ataupun pola diet tertentu yang terbukti dapat menyembuhkan kanker atau mencegah kanker kembali dengan sendirinya.
Karena itu, susu sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari pemenuhan nutrisi, bukan sebagai terapi kanker.
Mengapa Susu Dapat Menjadi Pilihan Nutrisi bagi Pasien Kanker?
Kebutuhan nutrisi setiap pasien kanker dapat berbeda. Namun, protein dan kalori menjadi dua komponen yang sering mendapat perhatian selama pengobatan.
Protein dibutuhkan tubuh untuk membantu mempertahankan dan membangun kembali massa tubuh tanpa lemak. Sementara itu, kecukupan kalori dibutuhkan agar tubuh mendapatkan energi yang cukup untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan menghadapi proses pengobatan.
Susu dapat menjadi salah satu sumber keduanya. Bentuknya yang cair juga dapat lebih mudah dikonsumsi oleh sebagian pasien yang sedang mengalami penurunan nafsu makan atau merasa kesulitan menghabiskan makanan padat.
Meski demikian, kebutuhan ini tetap perlu dilihat dari pola makan pasien secara keseluruhan. Pasien tidak harus mendapatkan seluruh kebutuhan protein atau kalorinya dari susu karena nutrisi tersebut juga dapat diperoleh dari telur, ikan, daging, kacang-kacangan, dan berbagai sumber makanan lainnya.
Jenis Susu yang Dapat Dipertimbangkan Penderita Kanker
Pilihan susu sebaiknya tidak hanya ditentukan berdasarkan merek atau klaim pada kemasan. Hal yang lebih penting adalah melihat kondisi pasien dan kebutuhan nutrisinya.
Baca juga: Panduan Nutrisi Pasien Kanker Selama Pengobatan
Berikut beberapa jenis susu yang dapat dipertimbangkan.
1. Susu Sapi
Susu sapi dapat menjadi salah satu sumber protein dan energi dalam pola makan pasien kanker.
Untuk pasien yang sedang mengalami penurunan berat badan atau membutuhkan tambahan kalori, dokter atau ahli gizi dapat menyarankan pilihan makanan dan minuman dengan kandungan energi yang lebih tinggi. National Cancer Institute, misalnya, memasukkan penggunaan whole milk sebagai salah satu cara untuk menambah kalori pada kondisi tertentu.
Artinya, pasien kanker tidak selalu harus memilih susu rendah lemak. Pilihan antara susu rendah lemak dan susu dengan kandungan lemak lebih tinggi perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi, kondisi kesehatan, dan pola makan masing-masing pasien.
2. Susu Tinggi Protein dan Kalori
Pada pasien yang mengalami penurunan nafsu makan, berat badan menurun, atau sulit memenuhi kebutuhan nutrisi melalui makanan sehari-hari, susu atau minuman nutrisi dengan kandungan protein dan kalori yang lebih tinggi dapat dipertimbangkan.
National Cancer Institute menyebutkan bahwa oral nutrition supplements dapat digunakan untuk membantu melengkapi kebutuhan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral ketika kebutuhan tersebut sulit terpenuhi dari makanan saja.
Namun, kebutuhan setiap pasien berbeda. Karena itu, pemilihan formula sebaiknya mempertimbangkan status nutrisi, kebutuhan energi dan protein, fungsi saluran pencernaan, kondisi klinis, serta pola makan pasien.
3. Susu Bebas Laktosa
Tidak semua pasien dapat mencerna laktosa dengan baik. Pada pasien yang mengalami intoleransi laktosa atau gangguan pencernaan tertentu, susu bebas laktosa dapat menjadi salah satu alternatif.
Hal ini juga dapat menjadi perhatian selama terapi kanker. Beberapa pengobatan dapat memengaruhi saluran pencernaan, dan pada kondisi tertentu kemampuan tubuh mencerna laktosa dapat berkurang.
Bila setiap kali mengonsumsi susu muncul keluhan seperti perut terasa tidak nyaman atau diare, sebaiknya diskusikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum melanjutkan konsumsi dalam jumlah yang sama.
4. Susu atau Minuman Berbasis Nabati
Minuman berbasis kedelai atau bahan nabati lainnya dapat menjadi alternatif bagi pasien yang tidak mengonsumsi susu sapi atau tidak dapat menoleransinya.
Namun, kandungan protein, kalori, vitamin, dan mineral pada setiap produk dapat berbeda. Karena itu, jangan hanya melihat istilah “plant-based” pada kemasan. Perhatikan kembali informasi nilai gizi dan pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi pasien.
Jika minuman nabati digunakan sebagai pengganti susu dalam jangka panjang, sebaiknya diskusikan pilihannya dengan dokter atau ahli gizi agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
5. Yogurt dan Produk Susu Fermentasi
Yogurt dan produk susu fermentasi juga dapat menjadi bagian dari pola makan sebagian pasien kanker apabila dapat ditoleransi dengan baik.
Namun, tidak semua pasien membutuhkan produk probiotik atau susu fermentasi. Kondisi saluran pencernaan, daya tahan tubuh, serta jenis pengobatan yang sedang dijalani dapat berbeda antara satu pasien dan pasien lainnya.
Karena itu, manfaat yogurt atau produk fermentasi sebaiknya tidak dianggap sama pada semua pasien kanker.
Bagaimana Memilih Susu Berdasarkan Kondisi Pasien?
| Kondisi Pasien | Pilihan yang Dapat Dipertimbangkan | Hal yang Diperhatikan |
|---|---|---|
| Berat badan menurun | Susu/minuman nutrisi tinggi energi dan protein | Sesuaikan dengan kebutuhan pasien |
| Sulit memenuhi protein | Minuman tinggi protein/ONS | Kebutuhan protein setiap pasien berbeda |
| Intoleransi laktosa | Susu bebas laktosa | Perhatikan respons pencernaan |
| Tidak mengonsumsi susu sapi | Minuman berbasis nabati | Bandingkan kandungan protein dan kalorinya |
| Sulit makan makanan padat | Minuman nutrisi, susu, smoothie | Sesuaikan dengan kemampuan makan |
| Mengalami diare | Konsumsi susu mungkin perlu disesuaikan | Konsultasikan jika keluhan berlanjut |
Apa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Mengonsumsi Susu Bagi Pengidap Kanker?
Sebelum memasukkan susu atau formula nutrisi tertentu ke dalam pola makan sehari-hari, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:
- Kebutuhan kalori dan protein. Pasien yang mengalami penurunan berat badan dapat memiliki kebutuhan yang berbeda dengan pasien yang berat badannya stabil.
- Kemampuan mencerna laktosa. Keluhan pencernaan setelah minum susu perlu diperhatikan.
- Kondisi saluran pencernaan. Mual, muntah, diare, atau gangguan menelan dapat memengaruhi pilihan makanan dan minuman.
- Kandungan gula, protein, dan kalori produk. Baca informasi nilai gizi dan sesuaikan dengan kebutuhan pasien.
- Penyakit penyerta. Kondisi lain yang dimiliki pasien dapat memengaruhi kebutuhan nutrisi.
- Pengobatan yang sedang dijalani. Diskusikan penggunaan suplemen atau produk nutrisi tertentu dengan tenaga kesehatan jika sedang menjalani terapi kanker.
Yang paling penting, jangan membatasi makanan atau mengganti pola makan secara drastis hanya berdasarkan informasi dari media sosial atau pengalaman pasien lain. Kondisi dan kebutuhan nutrisi setiap pasien dapat berbeda.
Baca juga: Bagaimana Mengatur Pola Makan Pejuang Kanker
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter atau Ahli Gizi?
Konsultasi nutrisi sebaiknya dipertimbangkan apabila pasien mengalami penurunan berat badan yang tidak direncanakan, kehilangan nafsu makan, kesulitan makan dalam jumlah yang cukup, gangguan menelan, mual atau muntah yang mengganggu makan, atau diare yang berulang.
Dokter dan ahli gizi dapat membantu menilai apakah kebutuhan nutrisi pasien masih dapat dipenuhi melalui makanan sehari-hari atau memerlukan tambahan oral nutrition supplement.
Hal ini lebih penting dibandingkan sekadar mencari merek susu tertentu karena kebutuhan nutrisi selama pengobatan kanker sangat individual.
Dukungan Nutrisi untuk Pasien Kanker di ONEOnco
Memenuhi kebutuhan nutrisi merupakan salah satu bagian dari perawatan pasien selama menghadapi kanker.
Bagi pasien yang membutuhkan tambahan nutrisi, ONEOnco menyediakan berbagai produk pendukung nutrisi, termasuk Nutrican, yang dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi sesuai kondisi pasien.
Sebelum mengonsumsi produk nutrisi khusus secara rutin, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi agar produk dan jumlah konsumsinya sesuai dengan kebutuhan Anda.
Lihat Produk Nutrisi untuk Pasien Kanker
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah penderita kanker boleh minum susu?
Pada umumnya boleh. Susu dapat menjadi salah satu sumber protein dan energi bagi pasien kanker. Namun, jenis dan jumlahnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi, kondisi pencernaan, serta pengobatan yang sedang dijalani.
Susu apa yang bagus untuk penderita kanker?
Tidak ada satu jenis susu yang paling baik untuk seluruh pasien kanker. Pasien yang membutuhkan tambahan kalori dan protein mungkin membutuhkan pilihan yang berbeda dari pasien dengan intoleransi laktosa atau gangguan pencernaan.
Apakah pasien kemoterapi boleh minum susu?
Pada umumnya susu tetap dapat dikonsumsi selama dapat ditoleransi dengan baik. Namun, beberapa efek samping kemoterapi seperti mual atau diare dapat membuat konsumsi susu perlu disesuaikan. Jika muncul keluhan setelah minum susu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.
Apakah penderita kanker harus minum susu khusus?
Tidak. Susu atau formula nutrisi khusus umumnya dipertimbangkan ketika kebutuhan nutrisi sulit terpenuhi melalui makanan sehari-hari. Penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan penilaian status nutrisi dan kondisi pasien.
Apakah susu dapat menyembuhkan kanker?
Tidak. Susu merupakan sumber nutrisi dan bukan pengobatan kanker. Tidak ada makanan atau minuman tertentu yang terbukti dapat menyembuhkan kanker dengan sendirinya. Pengobatan tetap perlu mengikuti rekomendasi tim medis.
Apakah penderita kanker yang mengalami diare boleh minum susu?
Pada sebagian pasien, susu dan produk olahannya dapat memperburuk diare. Jika diare terjadi selama pengobatan kanker, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab dan menentukan pola makan yang sesuai.
Referensi
https://www.cancer.org/cancer/survivorship/coping/nutrition/once-treatment-starts.html
https://www.cancercenter.com/community/blog/2022/11/does-soy-cause-cancer
https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/nutritional/lactose-intolerance/
