Siapa yang Berisiko Mengalami Kanker Esofagus? Kenali Faktor Risikonya

BAGIKAN

Kanker esofagus atau kanker kerongkongan tidak biasanya disebabkan oleh satu hal saja. Risiko dapat meningkat karena kombinasi kondisi kesehatan, kebiasaan, usia, dan paparan tertentu. Memiliki faktor risiko juga tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker.

Secara umum, terdapat dua jenis utama kanker esofagus, yaitu adenokarsinoma [kanker yang berasal dari sel kelenjar] dan karsinoma sel skuamosa [kanker yang berasal dari sel pipih yang melapisi permukaan esofagus]. Faktor risiko keduanya dapat berbeda.

GERD dan Barrett’s Esophagus

GERD adalah kondisi ketika asam atau isi lambung berulang kali naik ke kerongkongan. Bila terjadi dalam jangka panjang, GERD dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya Barrett’s esophagus [perubahan sel pada lapisan bagian bawah kerongkongan].

Kondisi ini berkaitan dengan peningkatan risiko adenokarsinoma esofagus. Namun, tidak semua orang dengan GERD akan mengalami Barrett’s esophagus, dan sebagian besar orang dengan Barrett’s esophagus juga tidak akan mengalami kanker.

Risiko dapat menjadi perhatian lebih besar bila GERD berlangsung lama dan disertai faktor lain seperti usia yang lebih tua, jenis kelamin laki-laki, berat badan berlebih, kebiasaan merokok, atau riwayat keluarga tertentu.

Baca juga: GERD Kronis: Apakah Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Esofagus?

Merokok

Merokok merupakan salah satu faktor risiko penting kanker esofagus, terutama karsinoma sel skuamosa. Zat dalam asap rokok dapat menyebabkan kerusakan berulang pada jaringan yang melapisi kerongkongan.

Risiko dapat meningkat seiring lamanya dan banyaknya kebiasaan merokok. Berhenti merokok dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk beberapa jenis kanker.

Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi dan berlangsung lama juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker esofagus, khususnya karsinoma sel skuamosa.

Risikonya dapat menjadi lebih tinggi bila kebiasaan minum alkohol terjadi bersamaan dengan merokok. Karena itu, mengurangi atau menghindari alkohol merupakan salah satu langkah yang dapat membantu menurunkan faktor risiko.

Berat Badan Berlebih

Berat badan berlebih, terutama penumpukan lemak di area perut, berkaitan dengan peningkatan risiko adenokarsinoma esofagus.

Salah satu alasannya adalah lemak di area perut dapat meningkatkan tekanan pada lambung sehingga isi lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Kondisi tersebut dapat memperburuk GERD dan meningkatkan kemungkinan terjadinya Barrett’s esophagus.

Selain itu, kelebihan lemak tubuh juga dapat memengaruhi hormon, metabolisme, dan proses peradangan dalam tubuh.

Baca juga: Hubungan Berat Badan Berlebih dengan Risiko Beberapa Jenis Kanker

Usia dan Jenis Kelamin

Risiko kanker esofagus meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar kasus ditemukan pada orang dewasa yang lebih tua.

Kanker esofagus juga lebih sering ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan. Namun, bukan berarti perempuan tidak dapat mengalaminya. Gejala yang mencurigakan tetap perlu diperiksa tanpa melihat usia atau jenis kelamin.

Achalasia dan Gangguan Esofagus Lainnya

Achalasia [gangguan ketika otot kerongkongan dan katup menuju lambung tidak bekerja dengan baik] membuat makanan lebih sulit masuk ke lambung dan dapat tertahan lebih lama di esofagus.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berkaitan dengan peningkatan risiko kanker esofagus, terutama karsinoma sel skuamosa.

Riwayat cedera pada kerongkongan akibat bahan korosif atau gangguan tertentu yang menyebabkan iritasi dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko pada sebagian orang.

Kebiasaan Minum yang Sangat Panas

Kebiasaan mengonsumsi minuman yang sangat panas juga dikaitkan dengan peningkatan risiko karsinoma sel skuamosa esofagus.

Risiko ini diperkirakan berkaitan dengan kerusakan jaringan akibat paparan panas berulang. Karena itu, sebaiknya tunggu minuman hingga suhunya lebih nyaman sebelum dikonsumsi.

Pola Makan dan Paparan Tertentu

Pola makan yang rendah buah dan sayur dapat berkaitan dengan risiko kanker esofagus, meskipun pengaruhnya dapat berbeda pada setiap orang.

Beberapa paparan atau kondisi tertentu juga dapat meningkatkan risiko, seperti riwayat radioterapi pada area dada atau leher serta kondisi genetik yang jarang. Faktor seperti ini biasanya dinilai dokter berdasarkan riwayat kesehatan masing-masing.

Apakah Memiliki Faktor Risiko Berarti Pasti Mengalami Kanker?

Tidak. Faktor risiko hanya menunjukkan bahwa kemungkinan seseorang mengalami penyakit dapat lebih tinggi dibandingkan orang tanpa faktor tersebut.

Seseorang dapat memiliki beberapa faktor risiko tetapi tidak pernah mengalami kanker esofagus. Sebaliknya, kanker juga dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki faktor risiko yang jelas.

Karena itu, mengenali faktor risiko bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan membantu menentukan langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

Baca juga: Penyebab Kanker dan Faktor Risiko: Gaya Hidup, Genetik, dan Lingkungan

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasi dapat dipertimbangkan bila mengalami GERD dalam jangka panjang, terutama bila keluhan sering kambuh atau tidak membaik dengan pengobatan.

Pemeriksaan juga sebaiknya tidak ditunda bila muncul sulit menelan yang semakin berat, makanan sering terasa tersangkut, berat badan turun tanpa sebab jelas, muntah darah, BAB berwarna hitam, atau keluhan lain yang terus memburuk.

Pada orang dengan GERD jangka panjang dan beberapa faktor risiko tambahan, dokter dapat mempertimbangkan endoskopi [pemeriksaan menggunakan selang fleksibel berkamera untuk melihat bagian dalam kerongkongan] untuk menilai kemungkinan Barrett’s esophagus atau kelainan lain.

Baca juga: Kapan Harus ke Dokter untuk Cek Kanker: Panduan Penting untuk Deteksi Dini

Langkah yang dapat membantu mengurangi risiko antara lain tidak merokok, membatasi atau menghindari alkohol, menjaga berat badan yang sesuai, mengelola GERD, serta menerapkan pola makan yang seimbang.

skrining awal kanker
Risk assesment

Referensi

  1. Cook MB, Corley DA, Murray LJ, et al. Gastroesophageal reflux in relation to adenocarcinomas of the esophagus: a pooled analysis from the Barrett’s and Esophageal Adenocarcinoma Consortium. Cancer. 2014;120(23):3827-3834. doi:10.1002/cncr.28916.
  2. National Cancer Institute. Esophageal Cancer Treatment (PDQ®)-Patient Version [Internet]. Bethesda (MD): NCI; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.cancer.gov/types/esophageal/patient/esophageal-treatment-pdq
  3. American Cancer Society. Risk Factors for Esophageal Cancer [Internet]. Atlanta: American Cancer Society; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/types/esophagus-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html
  4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Definition & Facts for Barrett’s Esophagus [Internet]. Bethesda (MD): NIDDK; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/barretts-esophagus/definition-facts
  5. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diagnosis of Barrett’s Esophagus [Internet]. Bethesda (MD): NIDDK; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/barretts-esophagus/diagnosis