Panduan Nutrisi Pasien Kanker Selama Pengobatan

BAGIKAN

Nutrisi merupakan bagian penting dari perawatan pasien selama menjalani pengobatan kanker, seperti kemoterapi, radioterapi, atau terapi target. Tujuan nutrisi bukan untuk “menyembuhkan kanker”, melainkan membantu menjaga energi dan massa otot, mencegah kekurangan gizi, serta membantu tubuh menghadapi pengobatan dan efek sampingnya.1,2

Mengapa Nutrisi Penting Selama Pengobatan Kanker

Pengobatan kanker dapat menimbulkan berbagai efek samping yang memengaruhi asupan makanan, seperti mual, muntah, perubahan rasa, sariawan, diare, sembelit, dan kelelahan. Kondisi ini dapat menurunkan nafsu makan dan membuat pasien sulit memenuhi kebutuhan energi serta protein.1–3

Jika asupan tidak mencukupi, berat badan dan massa otot dapat menurun. Kekurangan gizi juga dapat meningkatkan risiko komplikasi dan membuat pasien lebih sulit menjalani pengobatan. Karena itu, menjaga asupan nutrisi yang cukup penting untuk membantu mempertahankan berat badan, massa otot, kekuatan tubuh, serta mendukung proses pemulihan selama terapi.1,2 Pada pasien yang mengalami penurunan berat badan, kehilangan massa otot, atau sulit makan, penanganan nutrisi perlu menjadi bagian dari perawatan suportif. Pendekatannya dapat mencakup penyesuaian pola makan, penanganan gejala yang mengganggu asupan, aktivitas fisik sesuai kemampuan, serta pemantauan oleh tim medis.2,3

Baca juga: Pentingnya PET Scan dalam Pengobatan Kanker

Prinsip Dasar Nutrisi Pasien Kanker

Cukup Kalori dan Protein

Pasien kanker perlu mendapatkan asupan energi dan protein yang cukup untuk membantu mencegah penurunan berat badan dan massa otot. Protein juga berperan dalam mempertahankan otot dan membantu perbaikan jaringan selama pengobatan.1,2 Kebutuhan setiap pasien dapat berbeda, terutama bila mengalami penurunan berat badan, kehilangan massa otot, atau penurunan asupan makanan. Karena itu, pilihan makanan dan jumlah asupan perlu disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan makan masing-masing pasien.

Makan Sesuai Toleransi Tubuh

Setiap pasien memiliki toleransi yang berbeda terhadap makanan, terutama saat mengalami mual, nyeri pada mulut, perubahan rasa, atau gangguan pencernaan. Memilih makanan yang mudah dikunyah, tidak beraroma terlalu kuat, dan sesuai dengan selera yang masih dapat diterima dapat membantu menjaga asupan nutrisi selama pengobatan.4,7 Pada kondisi tertentu, makanan yang umumnya dianggap “sehat” belum tentu menjadi pilihan yang paling mudah dikonsumsi oleh pasien kanker. Karena itu, pola makan perlu disesuaikan secara fleksibel dengan kondisi, kebutuhan nutrisi, dan kemampuan makan masing-masing pasien.1,4

Keamanan Pangan (Food Safety)

Pasien kanker, terutama yang sedang menjalani kemoterapi, dapat memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi akibat penurunan daya tahan tubuh.5 Karena itu, keamanan makanan perlu diperhatikan dengan mencuci tangan dan bahan makanan, memisahkan bahan mentah dari makanan siap santap, memasak makanan hingga matang, serta menyimpan makanan dengan benar.5,6 Pasien juga perlu lebih berhati-hati terhadap makanan mentah, setengah matang, atau makanan yang berisiko terkontaminasi, terutama bila mengalami neutropenia atau penurunan daya tahan tubuh yang berat.5,6

Panduan Makan Sehari-Hari

Pilihan Sumber Protein

Protein membantu mempertahankan massa otot dan mendukung pemulihan selama pengobatan. Sumber protein dapat diperoleh dari telur, ikan, ayam, tahu, tempe, susu, yogurt, atau makanan lain yang sesuai dengan kondisi dan toleransi pasien.1,4 Bila sulit menghabiskan makanan dalam porsi besar, pasien dapat mencoba makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering untuk membantu memenuhi kebutuhan protein tanpa merasa terlalu kenyang.4

Karbohidrat sebagai Sumber Energi 

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh. Sumber karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, kentang, roti, oatmeal, atau makanan berpati lainnya untuk membantu memenuhi kebutuhan energi selama pengobatan.1,4 Bila nafsu makan menurun, pilih makanan sumber karbohidrat yang mudah dikunyah, mudah ditelan, dan sesuai dengan toleransi pasien agar kebutuhan energi tetap terpenuhi.

Pilihan Sumber Lemak 

Sumber lemak seperti alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan selai kacang dapat memberikan energi yang cukup tinggi dalam porsi yang tidak terlalu besar. Pilihan ini dapat membantu pasien yang sulit makan dalam jumlah banyak untuk tetap memenuhi kebutuhan energi selama pengobatan.4,7 Jenis dan jumlah lemak yang dikonsumsi perlu disesuaikan dengan kondisi serta toleransi masing-masing pasien.

Sayur dan Buah

Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.7 Bila mengalami mual, diare, atau gangguan pencernaan, pasien dapat memilih sayur dan buah yang lebih mudah dikonsumsi dan sesuai dengan toleransi masing-masing.4,7 Pada pasien dengan daya tahan tubuh yang rendah, kebersihan dan keamanan makanan tetap perlu diperhatikan. Pastikan sayur dan buah dicuci dengan baik serta diolah dan disimpan dengan benar sebelum dikonsumsi.5,6

Baca juga: 5 Sumber Nutrisi yang Mendukung Pemulihan Pasien Kanker

Mengatasi Tantangan Nutrisi Umum

Nafsu Makan Menurun

Penurunan nafsu makan sering terjadi selama pengobatan kanker. Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering dapat membantu menjaga asupan energi dan nutrisi.4 Pasien juga dapat memilih makanan yang mengandung cukup energi dan protein serta menambahkan camilan di antara waktu makan.

Perubahan Persepsi Rasa

Pengobatan kanker dapat menyebabkan perubahan rasa atau membuat pasien lebih sensitif terhadap aroma makanan tertentu.1,4 Menyesuaikan pilihan dan cara pengolahan makanan, memilih makanan dengan aroma yang lebih ringan, serta menghindari bau yang memicu mual dapat membantu pasien makan dengan lebih nyaman.4

Sariawan dan Nyeri Saat Menelan

Sariawan atau nyeri saat menelan dapat membuat pasien sulit makan. Pilih makanan bertekstur lembut dan mudah ditelan, seperti bubur, sup, puding, atau makanan lunak lainnya. Suhu makanan dapat disesuaikan dengan kenyamanan pasien. Hindari makanan yang terlalu pedas, asam, keras, atau kasar bila memperburuk rasa tidak nyaman.4

Diare atau Sembelit

Diare atau sembelit dapat terjadi akibat pengobatan, obat-obatan, perubahan pola makan, atau aktivitas fisik. Asupan serat dan cairan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.1,4 Bila diare berat, sembelit berkepanjangan, atau terdapat tanda dehidrasi, segera konsultasikan dengan dokter atau dietisien.

Baca juga: Aktivitas Apa Saja yang Harus Dihindari Pasien Kanker?

Apakah Perlu Suplemen atau Nutrisi Khusus?

Suplemen nutrisi medis dapat dipertimbangkan bila makanan biasa belum mampu memenuhi kebutuhan energi dan protein. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.1,2

Sebelum mengonsumsi suplemen, termasuk vitamin, mineral, atau produk herbal, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau dietisien karena beberapa produk dapat berinteraksi dengan obat atau terapi kanker. Penilaian nutrisi juga perlu mempertimbangkan perubahan berat badan dan massa otot, jenis pengobatan, efek samping, serta kemampuan pasien dalam mengonsumsi makanan.1–3

skrining awal kanker
Risk assesment

Referensi

  1. National Cancer Institute. Nutrition in Cancer Care (PDQ®)–Health Professional Version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2024 [cited 2026 Jun 26]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/side-effects/appetite-loss/nutrition-hp-pdq
  2. Muscaritoli M, Arends J, Bachmann P, Baracos V, Barthelemy N, Bertz H, et al. ESPEN practical guideline: Clinical Nutrition in cancer. Clin Nutr. 2021;40(5):2898-2913. doi:10.1016/j.clnu.2021.02.005
  3. Roeland EJ, Bohlke K, Baracos VE, Bruera E, Del Fabbro E, Dixon S, et al. Management of cancer cachexia: ASCO guideline. J Clin Oncol. 2020;38(21):2438-2453. doi:10.1200/JCO.20.00611
  4. National Cancer Institute. Eating Hints: Before, during, and after Cancer Treatment [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2022 [cited 2026 Jun 26]. Available from: https://www.cancer.gov/publications/patient-education/eatinghints.pdf
  5. Centers for Disease Control and Prevention. Information for Patients Who Are Getting Chemotherapy [Internet]. Atlanta: Centers for Disease Control and Prevention; 2025 [cited 2026 Jun 26]. Available from: https://www.cdc.gov/cancer-preventing-infections/patients/index.html
  6. Centers for Disease Control and Prevention. Preventing Food Poisoning [Internet]. Atlanta: Centers for Disease Control and Prevention; 2025 [cited 2026 Jun 26]. Available from: https://www.cdc.gov/food-safety/prevention/index.html
  7. World Cancer Research Fund. Eat well during cancer [Internet]. London: World Cancer Research Fund; [cited 2026 Jun 26]. Available from: https://www.wcrf.org/living-well/health-guides-cookbooks/eat-well-during-cancer/
  8. Cancer Research UK. Sugar and cancer: what you need to know [Internet]. London: Cancer Research UK; 2023 Aug 16 [cited 2026 Jun 26]. Available from: https://news.cancerresearchuk.org/2023/08/16/sugar-and-cancer-what-you-need-to-know/
Hubungi Kami: +62811 1707 0111