GERD Kronis: Apakah Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Esofagus?

BAGIKAN

Kondisi penyakit refluks asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yang berlangsung lama (kronis) memang dapat meningkatkan risiko terjadinya perubahan sel pada lapisan dinding kerongkongan yang dikenal sebagai Barrett’s esophagus. Kita perlu memahami bahwa pada sebagian kecil pengidap, kondisi ini dapat berkembang menjadi adenokarsinoma esofagus, yaitu jenis kanker yang tumbuh dari sel-sel kelenjar di kerongkongan. Hubungan ini tentu tidak berarti bahwa setiap orang yang mengidap GERD pasti akan mengalami kanker di kemudian hari.

Derajat risiko ini sebenarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, seperti lamanya keluhan dirasakan, adanya penumpukan lemak di area perut, kebiasaan merokok, faktor usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan keluarga, serta ada atau tidaknya perubahan sel yang mengarah pada Barrett’s esophagus.

Penyakit refluks asam lambung yang sering kambuh atau berlangsung lama sangat penting untuk dikelola dengan baik, terutama jika mulai muncul keluhan baru yang dirasakan berbeda dari biasanya.

Apa Hubungan GERD dengan Kanker Esofagus?

GERD terjadi saat cairan asam atau isi lambung berulang kali naik kembali ke saluran kerongkongan. Keluhan yang umumnya dirasakan oleh pengidap meliputi rasa panas seperti terbakar di dada (heartburn), rasa asam atau pahit yang mengganggu di mulut, sensasi makanan naik kembali, nyeri di ulu hati, batuk yang berkepanjangan, hingga suara yang berubah menjadi serak.

Paparan asam lambung yang naik secara terus-menerus dapat memicu iritasi dan luka pada lapisan dinding kerongkongan. Kondisi iritasi jangka panjang ini pada sebagian orang dapat memicu Barrett’s esophagus, yaitu suatu perubahan sifat sel pada bagian bawah kerongkongan. Perubahan sel ini memerlukan perhatian dan pemantauan medis secara berkala karena berkaitan erat dengan peningkatan risiko terjadinya adenokarsinoma esofagus.

Sebagian besar orang dengan GERD tidak berkembang menjadi kanker esofagus. GERD juga bukan diagnosis kanker. Hal yang penting adalah mengenali faktor risiko dan perubahan gejala yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Siapa yang Memiliki Risiko Lebih Tinggi?

Pada sebagian besar pengidap, penyakit refluks asam lambung tidak berkembang menjadi kanker kerongkongan, sehingga penyakit ini bukanlah suatu diagnosis kanker. Langkah terpenting bagi kita adalah mengenali berbagai faktor risiko serta peka terhadap setiap perubahan gejala tubuh yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kecenderungan terjadinya Barrett’s esophagus dapat menjadi lebih tinggi pada pengidap dengan keluhan yang telah berlangsung lama atau sering kambuh. Kondisi ini terutama perlu diwaspadai jika disertai dengan penumpukan lemak di area perut (obesitas sentral), kebiasaan merokok, faktor usia yang bertambah tua, jenis kelamin laki-laki, atau adanya riwayat Barrett’s esophagus maupun kanker kerongkongan dalam silsilah keluarga.

Keberadaan satu atau beberapa faktor risiko tersebut tentu tidak berarti bahwa kanker pasti akan terjadi pada tubuh seseorang. Tim medis biasanya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap riwayat keluhan serta seluruh faktor risiko yang dimiliki sebelum memutuskan apakah diperlukan pemeriksaan penunjang tambahan. 

Gejala yang Sebaiknya Tidak Dianggap sebagai GERD Biasa

Setiap perubahan atau keluhan kesehatan pada saluran pencernaan sebaiknya diperhatikan dengan saksama. Berbagai keluhan penting yang sebaiknya tidak dianggap sebagai gejala penyakit refluks asam lambung biasa serta sangat dianjurkan untuk segera dievaluasi secara medis meliputi rasa sulit menelan yang dirasakan semakin berat, rasa nyeri saat menelan makanan, adanya keluhan muntah yang terjadi secara berulang, penurunan berat badan tanpa adanya penyebab yang jelas, muntah darah, serta buang air besar yang berwarna hitam.

Keadaan kurang darah (anemia) serta rasa nyeri di dada yang dirasakan tidak biasa juga menjadi tanda penting bagi kita untuk segera merencanakan pemeriksaan kesehatan dengan dokter. 

Evaluasi medis yang tepat oleh tim dokter sangat penting untuk memastikan apakah rasa sulit menelan masih berkaitan dengan penyakit refluks asam lambung atau terdapat kondisi medis lain pada saluran kerongkongan.

Baca juga: Kanker Lambung: Pengertian, Gejala, Penyebab, Stadium, dan Pengobatan

Kapan Endoskopi Perlu Dipertimbangkan?

Pemeriksaan teropong saluran cerna (endoskopi) menggunakan alat berupa selang lentur tipis dengan kamera khusus dapat dipertimbangkan apabila terdapat tanda-tanda yang mengkhawatirkan, keluhan yang dirasakan tidak kunjung membaik setelah menjalani terapi, atau jika terdapat faktor risiko terjadinya perubahan sel Barrett’s esophagus. Pemeriksaan penunjang ini juga sangat disarankan bagi pengidap dengan gejala penyakit refluks asam lambung mingguan yang telah berlangsung selama lima tahun atau lebih, terutama jika disertai dengan faktor risiko lainnya.

Prosedur pemeriksaan endoskopi ini sangat membantu tim medis untuk melihat secara langsung adanya peradangan, luka, penyempitan, atau perubahan pada lapisan dinding kerongkongan. Pengambilan sampel jaringan kecil (biopsi) dapat dilakukan jika diperlukan, guna memastikan jenis perubahan sel yang terjadi di laboratorium.

Penanganan GERD Tetap Penting

Menangani dan mengobati penyakit refluks asam lambung dengan tepat tetap merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Pengelolaan harian yang sangat dianjurkan meliputi pengaturan pola makan yang sehat, menjaga berat badan agar tetap ideal, menghindari makan terlalu dekat dengan waktu tidur malam, mengenali serta membatasi makanan atau asupan cairan yang dapat menjadi pemicu (seperti makanan berlemak dan gorengan, makanan yang terlalu pedas, buah dan sayuran yang asam, atau minuman berkafein dan bersoda), berkomitmen penuh untuk berhenti merokok, serta disiplin dalam menggunakan obat-obatan yang diresepkan sesuai dengan petunjuk dari dokter.

Kondisi refluks asam lambung jangka panjang memang memiliki kaitan erat dengan Barrett’s esophagus serta risiko kanker kerongkongan, tetapi derajat risiko tersebut tidaklah selalu sama pada setiap orang. Pemeriksaan medis yang tepat tentu akan jauh lebih bermanfaat, dibandingkan jika kita hanya menerka-nerka derajat risiko berdasarkan lamanya keluhan saja. Konsultasi langsung dengan dokter sangat diperlukan apabila keluhan dirasakan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, sering kambuh, tidak kunjung membaik meskipun telah menjalani terapi medis, atau ketika disertai dengan munculnya gejala-gejala khusus lainnya.

Referensi

  1. Cook MB, Corley DA, Murray LJ, Liao LM, Kamangar F, Whiteman DC, et al. Gastroesophageal reflux in relation to adenocarcinomas of the esophagus: a pooled analysis from the Barrett’s and Esophageal Adenocarcinoma Consortium. Cancer. 2014;120(23):3827-34. doi: 10.1002/cncr.28916.
  2. El-Serag HB, Sweet S, Winchester CC, Dent J. Update on the epidemiology of gastro-oesophageal reflux disease: a systematic review. Gut. 2014;63(6):871-80. doi: 10.1136/gutjnl-2012-304269.
  3. National Cancer Institute. Esophageal cancer treatment (PDQ®)–patient version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.cancer.gov/types/esophageal/patient/esophageal-treatment-pdq
  4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Definition & facts for GER & GERD [Internet]. Bethesda (MD): National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults/definition-facts
  5. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diagnosis of Barrett’s esophagus [Internet]. Bethesda (MD): National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/barretts-esophagus/diagnosis
  6. American Cancer Society. Causes, risk factors, and prevention of esophageal cancer [Internet]. Atlanta (GA): American Cancer Society; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/types/esophagus-cancer/causes-risks-prevention.html
  7. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Treatment for GER & GERD [Internet]. Bethesda (MD): National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases; 2020 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults/treatment