Limfoma [kanker yang berasal dari sel pada sistem limfatik, yaitu bagian dari sistem imun tubuh] dapat muncul di berbagai bagian tubuh. PET/CT [pemeriksaan gabungan PET untuk melihat aktivitas sel dan jaringan serta CT untuk melihat struktur di dalam tubuh] sering digunakan pada jenis limfoma yang menunjukkan aktivitas tinggi pada pemeriksaan PET, seperti limfoma Hodgkin dan beberapa jenis limfoma non-Hodgkin. Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan stadium kanker dan menilai respons terhadap terapi.
PET/CT bukan satu-satunya dasar dalam menentukan kondisi penyakit. Hasil pemeriksaan perlu dinilai bersama dengan biopsi [pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium], pemeriksaan darah, pemeriksaan pencitraan lainnya, dan kondisi pasien secara keseluruhan.

Mengapa Limfoma Dapat Terlihat pada PET/CT?
PET pada limfoma sering menggunakan FDG [zat pelacak radioaktif yang menyerupai glukosa atau gula yang digunakan tubuh sebagai sumber energi]. Banyak sel limfoma yang aktif menggunakan lebih banyak gula sehingga dapat menyerap FDG dalam jumlah lebih tinggi dan tampak lebih aktif pada hasil PET.
Area yang terlihat aktif pada PET tidak selalu berarti limfoma. Infeksi, peradangan [reaksi tubuh terhadap cedera, infeksi, atau gangguan lainnya], serta perubahan pada jaringan setelah terapi juga dapat meningkatkan penyerapan FDG. Dokter perlu menilai hasil PET/CT bersama dengan informasi medis lainnya untuk menentukan penyebab aktivitas tersebut.
Peran Sebelum Terapi: Menentukan Stadium
PET/CT dapat membantu menentukan stadium [seberapa jauh limfoma telah menyebar] sebelum terapi, terutama pada jenis limfoma yang menunjukkan aktivitas tinggi pada pemeriksaan PET. Dokter dapat menilai apakah limfoma hanya terdapat pada satu kelompok kelenjar getah bening, sudah melibatkan beberapa area kelenjar getah bening, atau telah menyebar ke organ lain.
Hasil PET/CT sebelum terapi juga dapat digunakan sebagai pembanding untuk pemeriksaan berikutnya. Perubahan lokasi dan aktivitas penyakit setelah terapi dapat dinilai dengan membandingkan hasil PET/CT sebelum dan setelah terapi.
Peran Saat dan Setelah Terapi
PET/CT di tengah rangkaian terapi dapat digunakan untuk menilai respons awal pada jenis limfoma tertentu yang memang dipantau dengan PET. PET/CT setelah rangkaian terapi juga dapat membantu menilai apakah masih terdapat area dengan aktivitas yang mencurigakan.
Pembesaran kelenjar getah bening yang masih terlihat setelah terapi tidak selalu berarti limfoma masih aktif. PET/CT dapat menilai aktivitas metabolik [aktivitas sel dalam menggunakan energi], sehingga dokter dapat membantu membedakan jaringan yang masih aktif dari sisa perubahan struktur akibat penyakit atau terapi.
Keterbatasan PET/CT
PET/CT dapat memberikan hasil false-positive [hasil tampak mencurigakan atau aktif, tetapi sebenarnya bukan kanker] akibat infeksi atau peradangan. Hasil false-negative [penyakit sebenarnya ada, tetapi tidak terlihat jelas pada pemeriksaan] juga dapat terjadi bila lesi [area jaringan yang tampak tidak normal] berukuran sangat kecil atau jenis limfoma hanya menyerap FDG dalam jumlah rendah.
Biopsi tetap penting untuk memastikan jenis limfoma. PET/CT terutama membantu menunjukkan lokasi dan aktivitas penyakit, tetapi tidak dapat menentukan jenis sel secara langsung.
Apakah PET/CT Perlu Dilakukan Rutin Setelah Terapi?
PET/CT tidak selalu dianjurkan sebagai pemeriksaan rutin setelah terapi selesai bila tidak ada gejala atau tanda yang mengarah pada limfoma muncul kembali. Pemeriksaan yang dilakukan tanpa alasan medis yang jelas dapat menambah paparan radiasi dan menghasilkan temuan yang sulit dinilai.
Jadwal kontrol ditentukan berdasarkan jenis limfoma, stadium awal, respons terhadap terapi, gejala, pemeriksaan fisik, dan hasil laboratorium. PET/CT dapat dipertimbangkan kembali bila muncul gejala, hasil pemeriksaan fisik, atau temuan lain yang menimbulkan kecurigaan bahwa penyakit masih aktif atau muncul kembali.
www.oneonco.co.id menyediakan Program Bantuan Pasien dengan harga khusus untuk beberapa produk onkologi tertentu. Bagi Pasien yang membutuhkan informasi mengenai ketersediaan obat yang termasuk dalam program, ketentuan, kriteria peserta, serta harga dapat diperoleh dengan menghubungi WhatsApp ONEONCO di +62 811-1707-0111.

Referensi
1. Cheson BD, Fisher RI, Barrington SF, et al. Recommendations for initial evaluation, staging, and response assessment of Hodgkin and non-Hodgkin lymphoma: the Lugano classification. J Clin Oncol. 2014;32(27):3059-3068. doi:10.1200/JCO.2013.54.8800.
2. Barrington SF, Mikhaeel NG, Kostakoglu L, et al. Application of the Lugano Classification for initial evaluation, staging, and response assessment of Hodgkin and non-Hodgkin lymphoma: the PRoLoG consensus initiative. J Nucl Med. 2023;64(1):102-108. doi:10.2967/jnumed.122.264106.
3. National Cancer Institute. Imaging response criteria [Internet]. Bethesda (MD): NCI; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://dctd.cancer.gov/research/research-areas/imaging/resources/response-criteria
