PET/CT [pemeriksaan gabungan PET untuk melihat aktivitas sel dan jaringan serta CT untuk melihat struktur di dalam tubuh] dapat membantu mengevaluasi kanker paru sebelum maupun setelah terapi. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk menentukan stadium kanker, menilai keterlibatan kelenjar getah bening, mencari metastasis [penyebaran kanker ke bagian tubuh lain], membantu perencanaan radioterapi [terapi menggunakan radiasi], atau mengevaluasi dugaan kanker muncul kembali setelah terapi.
PET/CT tidak selalu diperlukan pada setiap pengidap kanker paru. Hasil pemeriksaan ini juga tidak dapat digunakan sendiri untuk memastikan diagnosis kanker. Biopsi [pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium] umumnya diperlukan untuk memastikan diagnosis dan mengetahui jenis kanker.
Baca juga: Peran PET/CT dalam Perencanaan Radioterapi
Bagaimana PET/CT Melihat Kanker Paru?
Zat pelacak yang sering digunakan adalah FDG [zat pelacak radioaktif yang menyerupai glukosa atau gula yang digunakan tubuh sebagai sumber energi]. Banyak sel kanker menggunakan gula lebih banyak dibandingkan sel normal sehingga dapat menyerap FDG lebih banyak dan tampak lebih aktif pada PET.
Aktivitas yang tinggi pada PET tidak selalu berarti kanker. Infeksi dan peradangan [reaksi tubuh terhadap cedera, infeksi, atau gangguan lainnya] di paru juga dapat menyebabkan peningkatan penyerapan FDG. Hasil PET/CT perlu dinilai bersama dengan hasil CT, gejala, hasil biopsi, dan pemeriksaan lainnya.
Kapan PET/CT Dibutuhkan Sebelum Terapi?
PET/CT dapat membantu menentukan stadium [seberapa jauh kanker telah berkembang atau menyebar] sebelum terapi dimulai. Informasi ini dapat memengaruhi pilihan terapi, seperti operasi, radioterapi, kemoterapi [terapi kanker menggunakan obat untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker], terapi target [terapi yang bekerja pada karakteristik tertentu pada sel kanker yang membantu kanker tumbuh], imunoterapi [terapi yang membantu sistem imun mengenali dan melawan kanker], atau kombinasi beberapa terapi.
PET/CT juga dapat membantu menilai keterlibatan kelenjar getah bening di dada dan mencari metastasis di bagian tubuh lain. MRI [pemeriksaan menggunakan medan magnet untuk menghasilkan gambaran bagian dalam tubuh secara detail] lebih sesuai untuk menilai otak bila dokter perlu mencari kemungkinan penyebaran kanker ke otak. Jaringan otak normal menggunakan banyak glukosa sehingga pemeriksaan otak dengan FDG PET memiliki keterbatasan.
Mengapa PET/CT Tidak Menggantikan Biopsi?
PET/CT dapat menunjukkan lokasi dan aktivitas area yang mencurigakan, tetapi tidak dapat menunjukkan jenis sel secara langsung. Biopsi tetap diperlukan bila dokter perlu memastikan diagnosis atau memeriksa biomarker [karakteristik biologis pada sel atau jaringan yang dapat membantu menentukan pilihan terapi]. Informasi biomarker dapat memengaruhi pemilihan terapi target atau imunoterapi.
Lesi [area jaringan yang tampak tidak normal] yang berukuran sangat kecil atau tumor yang hanya sedikit menyerap FDG juga dapat terlihat kurang jelas pada PET/CT. Penilaian akhir perlu mempertimbangkan hasil pencitraan, pemeriksaan jaringan, gejala, dan riwayat terapi secara keseluruhan.
Kapan PET/CT Dipertimbangkan Setelah Terapi?
PET/CT dapat dipertimbangkan bila dokter perlu menilai respons terhadap terapi atau mencurigai kanker muncul kembali, misalnya ketika muncul keluhan baru atau hasil CT belum memberikan informasi yang jelas. Peradangan akibat terapi dapat membuat suatu area tetap terlihat aktif pada PET meskipun aktivitas tersebut tidak disebabkan oleh kanker.
Pemeriksaan yang dilakukan terlalu dekat dengan terapi, seperti kemoterapi, radioterapi, atau imunoterapi, dapat memberikan hasil yang lebih sulit dinilai karena perubahan pada jaringan akibat terapi masih dapat terlihat. Dokter akan menentukan waktu PET/CT berdasarkan jenis terapi yang telah diberikan dan tujuan pemeriksaan.
Baca juga: Apakah PET Scan Hanya untuk Deteksi Kanker?
Persiapan Singkat Sebelum PET Scan untuk Kanker Paru
Persiapan sebelum PET scan biasanya mencakup puasa selama beberapa jam, pengaturan kadar gula darah, dan menghindari aktivitas fisik berat sebelum pemeriksaan. Pengidap diabetes [penyakit dengan kadar gula darah lebih tinggi dari normal] perlu menyampaikan kondisinya karena kadar gula darah dapat memengaruhi kualitas hasil FDG PET/CT.
Kehamilan, kondisi menyusui, gangguan ginjal, riwayat alergi terhadap zat kontras [zat yang digunakan untuk membantu bagian tertentu di dalam tubuh terlihat lebih jelas pada hasil pemeriksaan], obat yang sedang digunakan, atau kesulitan berbaring perlu disampaikan kepada fasilitas pemeriksaan sebelum prosedur dilakukan.
www.oneonco.co.id menyediakan Program Bantuan Pasien dengan harga khusus untuk beberapa produk onkologi tertentu. Bagi Pasien yang membutuhkan informasi mengenai ketersediaan obat yang termasuk dalam program, ketentuan, kriteria peserta, serta harga dapat diperoleh dengan menghubungi WhatsApp ONEONCO di +62 811-1707-0111.

Referensi
1. Kaseda K. Recent and current advances in FDG-PET imaging within the field of clinical oncology in NSCLC: a review of the literature. Diagnostics (Basel). 2020;10(8):561. doi:10.3390/diagnostics10080561.
2. Silvestri GA, Gonzalez AV, Jantz MA, et al. Methods for staging non-small cell lung cancer: diagnosis and management of lung cancer, 3rd ed. Chest. 2013;143(5 Suppl). doi:10.1378/chest.12-2355.
