PET Scan untuk Kanker Nasofaring

BAGIKAN

FDG PET/CT pada kanker nasofaring (nasopharyngeal carcinoma/NPC) dapat membantu menilai keterlibatan kelenjar getah bening dan kemungkinan metastasis jauh pada kondisi tertentu. Namun, PET/CT bukan pemeriksaan utama untuk NPC. MRI dan/atau CT tetap berperan penting, terutama untuk menilai tumor primer dan struktur sekitarnya secara detail, sehingga PET/CT digunakan sebagai pemeriksaan pelengkap.1,2

PET Scan Banner
pet scan

Kenapa Staging NPC Penting?

Staging adalah cara untuk menggambarkan luas penyebaran kanker, termasuk ukuran tumor, keterlibatan kelenjar getah bening, dan ada tidaknya metastasis jauh. Dalam sistem TNM, komponen M menunjukkan apakah kanker telah menyebar ke organ atau jaringan yang jauh dari lokasi asal. Status M1 menandakan adanya metastasis jauh dan sering kali memengaruhi tujuan serta pilihan terapi.3

Pada kanker nasofaring, staging berperan penting dalam menentukan pilihan terapi, seperti radioterapi, kemoradioterapi, atau terapi sistemik pada kasus dengan metastasis jauh. Selain itu, staging juga membantu menentukan fokus penanganan, apakah terutama pada kontrol lokal dan regional atau juga kontrol penyakit secara sistemik.1,3

Peran PET/CT pada NPC

PET/CT menggabungkan informasi aktivitas metabolik (PET) dan lokasi anatomi (CT), sehingga dapat membantu dalam proses staging kanker nasofaring.

Pada NPC, PET/CT terutama bermanfaat untuk menilai keterlibatan kelenjar getah bening dan mendeteksi kemungkinan metastasis jauh. Meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa FDG PET memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dalam mendeteksi metastasis kelenjar pada NPC.4 Selain itu, PET/CT juga berperan dalam menilai metastasis jauh, yang merupakan faktor penting dalam penentuan stadium dan strategi terapi.1

Panduan ESMO-EURACAN menempatkan PET/CT sebagai salah satu pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan dalam staging pada kondisi tertentu, bersama dengan MRI, CT, dan evaluasi klinis lainnya.1

Baca juga: PET Scan – Penjelasan, Cara Kerja & Informasi Terkait PET Scan

Kapan PET/CT Dipertimbangkan?

PET/CT umumnya dipertimbangkan ketika hasil pemeriksaan diperkirakan akan memengaruhi keputusan terapi, seperti pemilihan pengobatan, kebutuhan terapi sistemik, atau perencanaan radioterapi. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk menilai keterlibatan kelenjar getah bening dan kemungkinan metastasis jauh secara lebih komprehensif, terutama bila hasil CT atau MRI belum memberikan jawaban yang jelas .1,4

Selain itu, PET/CT dapat dipertimbangkan pada pasien yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi untuk penyebaran penyakit. Dengan demikian, PET/CT bukan pemeriksaan yang diperlukan pada semua pasien, melainkan digunakan secara selektif sesuai indikasi dan kebutuhan klinis.1

Keterbatasan PET/CT: False Positive dan False Negative

PET/CT merupakan pemeriksaan yang sangat bermanfaat, tetapi tidak sempurna. Hasil false positive (hasil pemeriksaan positif, tetapi kenyataannya negatif) dapat terjadi karena FDG tidak hanya diserap oleh sel kanker, tetapi juga oleh jaringan yang mengalami infeksi atau peradangan. Oleh karena itu, area dengan uptake tinggi tidak selalu berarti metastasis dan perlu dievaluasi bersama kondisi klinis serta pemeriksaan lain seperti CT atau MRI.1

PET Scan
RS Indriati Solo Baru
PET Scan
Process Treatment
Rp 9.900.000
Pesan

Sebaliknya, hasil false negative (hasil pemeriksaan negatif, seharusnya positif) dapat terjadi ketika kanker ada tetapi tidak tampak jelas pada PET/CT, misalnya karena ukuran lesi yang sangat kecil, lokasi tertentu, atau karakter biologis beberapa jenis tumor yang memiliki aktivitas metabolik rendah. Oleh karena itu, hasil PET/CT yang negatif tidak selalu menyingkirkan adanya kanker.1

Selain itu, PET/CT tidak menggantikan peran MRI atau CT dalam menilai tumor utama dan struktur di sekitarnya. Pada kanker nasofaring, MRI tetap menjadi pemeriksaan utama untuk menilai luas penyebaran lokal, sedangkan PET/CT lebih berperan sebagai pemeriksaan pelengkap untuk menilai keterlibatan kelenjar getah bening dan kemungkinan metastasis jauh.1

skrining awal kanker
Risk assesment

Referensi 

  1. Bossi P, Chan AT, Licitra L, Trama A, Orlandi E, Hui EP, et al. Nasopharyngeal carcinoma: ESMO-EURACAN Clinical Practice Guidelines for diagnosis, treatment and follow-up. Ann Oncol [Internet]. 2021;32(4):452-465 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.annalsofoncology.org/article/S0923-7534(20)43210-7/fulltext. doi:10.1016/j.annonc.2020.12.007
  2. National Comprehensive Cancer Network. NCCN Guidelines for Patients: Nasopharyngeal Cancer [Internet]. Plymouth Meeting (PA): NCCN; 2025 Dec 8 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.nccn.org/patients/guidelines/content/PDF/hn-nasopharynx-patient.pdf
  3. National Cancer Institute. Cancer staging [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2022 Oct 14 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/diagnosis-staging/staging
  4. Lei J, et al. [18F]FDG PET/CT demonstrates high sensitivity and specificity in identifying lymph node metastasis in nasopharyngeal carcinoma: a systematic review and meta-analysis [Internet]. 2024 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11521955/
Hubungi Kami: +62811 1707 0111