Memahami Metastasis: Penyebaran Kanker ke Bagian Tubuh Lain

BAGIKAN

Metastasis adalah kondisi ketika sel kanker menyebar dari tempat asalnya ke bagian tubuh lain yang lebih jauh. Dalam bahasa yang lebih sederhana, kanker tidak lagi hanya berada di organ awal, tetapi sudah menyebar dan membentuk pertumbuhan jaringan baru di lokasi lain. National Cancer Institute (NCI) menjelaskan bahwa pada banyak jenis kanker, metastasis sering disebut juga sebagai kanker stadium 4, meskipun penjelasan stadium secara medis tetap bergantung pada jenis kankernya masing-masing.1.2

Bagi pasien dan keluarganya, istilah metastasis amat penting untuk dipahami karena biasanya hal ini memengaruhi tujuan akhir terapi. Saat jaringan kanker masih terbatas di lokasi asalnya, terapi sering diarahkan untuk kontrol lokal atau upaya kuratif (penyembuhan). Namun, saat sudah terjadi metastasis, pendekatan terapi lebih sering berfokus pada usaha pengendalian penyakit, memperpanjang harapan hidup, mengurangi keluhan gejala, dan menjaga kualitas hidup pasien, walaupun pada beberapa situasi khusus metastasis tetap bisa ditangani secara proaktif.1,3 

Apa Itu Metastasis?

Metastasis adalah penyebaran sel kanker dari lokasi tumor primer ke organ atau jaringan tubuh yang lain. Hal krusial yang perlu dipahami adalah kanker yang menyebar akan tetap dinamai berdasarkan organ asalnya, bukan berdasarkan organ tempat sel tersebut mendarat. Sebagai contoh, kanker payudara yang menyebar luas ke paru akan tetap disebut sebagai kanker payudara metastatik, bukan kanker paru.2 

Dalam sistem penentuan stadium kanker, metastasis berkaitan erat dengan komponen M pada klasifikasi TNM. NCI menjelaskan bahwa pada sistem TNM, M0 berarti sel kanker belum menyebar ke bagian tubuh lain, sedangkan M1 berarti kanker sudah dipastikan menyebar ke bagian tubuh lain.3 Literatur lain juga menegaskan bahwa klasifikasi TNM dipakai terutama pada kasus tumor padat untuk menilai kondisi tumor primer, kelenjar getah bening di sekitar area tersebut, dan status metastasis yang jauh.4 

Jalur Penyebaran Kanker

Secara garis besar, kanker dapat menyebar melalui tiga jalur utama:

  • Melalui sistem getah bening (limfe/limfatik) Sel kanker dapat masuk ke dalam pembuluh limfatik lalu berpindah mengikuti aliran ke kelenjar getah bening atau jaringan lain. Jalur ini sangat penting karena keterlibatan sistem limfe sering kali menjadi tanda peringatan bahwa kanker tersebut memiliki kemampuan untuk menyebar lebih jauh lagi.2,4 
  • Melalui aliran darah Sel kanker juga dapat masuk ke dalam pembuluh darah, terbawa oleh sirkulasi darah, lalu bersarang/menetap di organ lain seperti organ hati, paru, tulang, atau otak. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa beberapa jenis kanker memiliki pola penyebaran yang khas menuju organ-organ tertentu.2 
  • Invasi langsung ke jaringan sekitar Selain menyebar ke lokasi yang jauh, kanker juga dapat tumbuh agresif menembus batas jaringan asalnya lalu menyerang struktur organ di dekatnya. Kondisi ini disebut dengan invasi lokal atau penyebaran langsung. Secara medis, invasi lokal dan metastasis sama-sama memiliki dampak penting karena keduanya sangat memengaruhi penentuan stadium dan rute pilihan terapi.3,4 

Hubungan Metastasis dengan Stadium dan Prognosis

Metastasis adalah salah satu komponen medis paling menentukan dalam penetapan stadium, karena secara jelas menunjukkan bahwa kanker telah bermigrasi ke lokasi yang jauh. Dalam kriteria sistem TNM, komponen M secara langsung menunjukkan ada atau tidaknya penyebaran jauh, dan hasil penilaian ini sangat memengaruhi pengelompokan stadium di titik akhir.3,4 

Secara umum, ditemukannya bukti metastasis biasanya menandakan perjalanan penyakit yang lebih lanjut dan lebih rumit untuk ditangani. Oleh karena itu, metastasis seringkali berkaitan dengan perubahan tujuan terapi,      dari yang awalnya bertujuan mengangkat/mengeliminasi kanker secara lokal, beralih menjadi fokus pada pengendalian penyakit di lingkup yang lebih luas. Meskipun demikian, makna klinis dari metastasis tetap harus dikaji dalam konteks jenis kanker, jumlah titik lokasi sebaran, organ mana yang terlibat, serta tingkat respons tubuh terhadap terapi yang diberikan.1,3 

Penting juga untuk dipahami bahwa tidak semua metastasis menghadirkan situasi medis yang sama persis. Pada sebagian pasien, metastasis bisa jadi hanya terbatas pada satu atau sedikit titik lokasi, sehingga tetap dapat ditangani melalui pendekatan medis yang lebih aktif. Sementara pada pasien yang lain, area penyebaran mungkin sudah terlalu luas sehingga terapi akan diarahkan terutama untuk mengendalikan laju penyakit serta memperbaiki keluhan gejala.1 

Pemeriksaan untuk Menilai Sebaran Kanker

Dalam upaya menilai ada atau tidaknya metastasis, dokter pada umumnya akan merencanakan kombinasi beberapa metode pemeriksaan. Tujuannya bukan semata-mata mencari jejak sebaran, melainkan juga untuk memahami sejauh apa kanker telah berkembang dan menyebar agar penentuan terapi menjadi semakin tepat.3 

Pemeriksaan yang umum digunakan meliputi:

  • Prosedur pencitraan medis seperti CT scan, MRI, PET scan, pemindaian tulang (bone scan), atau ultrasonografi (USG), yang disesuaikan pada jenis kanker dan lokasi tubuh yang dicurigai.
  • Pemeriksaan laboratorium khusus untuk menilai fungsi organ atau mencari petunjuk jejak keterlibatan penyakit.
  • Prosedur biopsi pada area jaringan (lesi) yang dicurigai, bila diperlukan, untuk memastikan bahwa temuan kelainan tersebut benar merupakan metastasis dan bukan akibat kelainan penyakit lain.1,3 

NCI menitikberatkan bahwa penentuan stadium kanker senantiasa melibatkan proses pemeriksaan pencitraan, pemeriksaan laboratorium, dan evaluasi patologi di bawah mikroskop, yang disesuaikan jenis kanker. Hal ini berarti, hasil CT scan, MRI, atau PET scan tidak pernah dijadikan satu-satunya dasar diagnosis, melainkan harus dibaca dan dianalisis bersamaan dengan konteks riwayat klinis pasien.3 

Kenapa Metastasis Mengubah Strategi Terapi?

Setelah metastasis ditemukan dan dikonfirmasi, dokter perlu meninjau ulang target dari terapi. Jika sebelumnya fokus tindakan hanya terarah pada satu tumor primer, maka setelah ditemukannya metastasis, rencana terapi harus ditinjau dan disesuaikan ulang untuk mempertimbangkan seluruh beban kanker yang ada di dalam tubuh. Atas dasar pemikiran medis tersebut, penerapan terapi sistemik seperti kemoterapi, penggunaan terapi target (pengobatan yang menyasar protein atau gen tertentu pada sel kanker), tindakan imunoterapi (pengobatan yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker), atau terapi hormon akan seketika menjadi jauh lebih penting peranannya dalam mengendalikan kanker metastatik.1 

Baca juga: Imunoterapi Kanker: Cara Kerja dan Efek Samping

Meski demikian, tindakan terapi lokal semacam intervensi operasi atau penyinaran radioterapi masih akan tetap bisa diterapkan pada situasi tertentu, contohnya untuk menekan keluhan nyeri hebat, mengendalikan laju perdarahan, menangani sumbatan kritis, atau untuk beberapa kasus metastasis dengan area yang sangat terbatas. Jadi, istilah metastasis tidak otomatis diartikan sebagai situasi buntu tanpa harapan, tetapi bermakna bahwa pendekatan taktik terapinya diwajibkan untuk diubah.1,2 

FAQ

Apakah metastasis selalu identik dengan stadium 4? 

Sering kali memang demikian, akan tetapi hal medis ini tidak selalu bisa disamakan atau disederhanakan begitu saja untuk seluruh jenis penyakit kanker. NCI menjabarkan bahwa untuk sebagian besar jenis kanker, kondisi metastasis sering disebut sebagai stadium 4.1 Namun, penyusunan sistem penentuan stadium bisa sangat berbeda berdasarkan jenis kanker, dan terdapat beberapa jenis kanker yang tidak memakai sistem TNM.3,4 

Apakah kanker yang telah metastasis masih bisa diterapi? 

Masih bisa diterapi, tetapi tujuan utama terapinya bisa mengalami perubahan. Strategi terapi akan lebih dialihkan untuk mengendalikan laju penyebaran penyakit, berupaya memperpanjang angka usia harapan hidup, serta menekan serendah mungkin gejala yang dirasakan. Pada situasi-situasi tertentu, bila metastasis masih sangat terbatas dan jenis kankernya bersifat sangat responsif, metastasis tetap bisa diterapi secara intensif menggunakan kombinasi terapi sistemik dan terapi lokal.1,2 

Referensi

  1. National Cancer Institute. Metastatic cancer: when cancer spreads [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 Jan 17 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.cancer.gov/types/metastatic-cancer
  2. National Cancer Institute. What is cancer? [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2021 Oct 11 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/understanding/what-is-cancer
  3. National Cancer Institute. Cancer staging [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2022 Oct 14 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/diagnosis-staging/staging
  4. Rosen RD, Sapra A. TNM Classification. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK553187/
Hubungi Kami: +62811 1707 0111