PET Scan sebagai Pemeriksaan Lanjutan pada Masa Remisi Kanker

BAGIKAN

Setelah terapi selesai dan dokter menyatakan kanker remisi (misalnya remisi lengkap atau remisi parsial), fokus perawatan biasanya berpindah ke surveillance/follow-up: memantau kemungkinan kekambuhan (relaps), menangani efek samping jangka panjang, dan menjaga kualitas hidup.[1,2] Pada fase ini, banyak pasien bertanya: “Perlu PET/CT rutin tidak, walau tidak ada gejala?”

Jawaban umumnya: PET/CT biasanya dipakai bila ada kecurigaan relaps atau kebutuhan evaluasi tertentu bukan sebagai pemeriksaan rutin tanpa gejala. Beberapa rekomendasi (misalnya ASCO Choosing Wisely) secara eksplisit menyarankan tidak menggunakan PET atau PET-CT sebagai bagian dari follow-up rutin pada pasien asimtomatik karena belum ada bukti manfaat yang jelas dan ada risiko false positive serta konsekuensi turunannya.[3]

pet scan
pet scan

Apa Itu Remisi dan Tujuan Surveillance

Remisi berarti kanker berkurang atau tidak terdeteksi dengan pemeriksaan yang tersedia saat itu. Remisi bukan selalu “bebas risiko selamanya,” sehingga tetap dibutuhkan surveillance. Tujuan surveillance mencakup:

  • mendeteksi relaps bila memang terjadi,
  • memantau komplikasi/efek samping terapi,
  • membantu pemulihan dan survivorship care.[2]

Pendekatan follow-up umumnya lebih menekankan gejala + pemeriksaan klinis, lalu pemeriksaan penunjang dilakukan selektif sesuai jenis kanker dan konteks pasien.[2,3]

Kapan PET/CT Dipertimbangkan pada Masa Remisi

PET/CT bisa relevan bila ada alasan klinis yang kuat, misalnya:

  1. Ada gejala baru atau temuan pemeriksaan fisik/lab yang menimbulkan kecurigaan relaps.
  2. Ada temuan imaging lain yang “abu-abu” (CT/MRI/US) dan PET/CT diperlukan untuk memperjelas aktivitas penyakit.
  3. Ada kebutuhan evaluasi spesifik untuk menentukan strategi terapi berikutnya bila relaps dicurigai.

Studi 2023 tentang surveillance FDG PET/CT pada pasien pasca-terapi kuratif kanker payudara menunjukkan PET/CT dapat memiliki performa diagnostik yang baik untuk mendeteksi kekambuhan tetapi ini tidak otomatis berarti PET/CT harus dilakukan rutin untuk semua orang tanpa gejala.[1] Di dunia nyata, keputusan tetap harus menimbang apakah hasil PET/CT akan mengubah keputusan klinis dan apakah manfaatnya lebih besar daripada potensi mudaratnya.[1,3]

Risiko dan Kelemahan PET Rutin Tanpa Gejala

1) False positive dan efek domino pemeriksaan

FDG PET/CT dapat “menangkap” proses non-kanker seperti inflamasi/infeksi, sehingga hasil bisa tampak mencurigakan padahal bukan relaps. Ini dapat memicu pemeriksaan lanjutan, biopsi, atau pengobatan yang sebenarnya tidak perlu serta meningkatkan kecemasan pasien.[1,3]

2) Radiasi (PET + CT)

PET/CT melibatkan paparan radiasi dari tracer PET dan komponen CT. Jika dilakukan berulang tanpa indikasi kuat, paparan kumulatif menjadi pertimbangan tambahan.[3]

PET Scan
RS Indriati Solo Baru
PET Scan
Process Treatment
Rp 9.900.000
Pesan

3) Biaya dan beban psikologis

Pemeriksaan rutin yang tidak perlu dapat menambah biaya dan memperburuk “scanxiety” (cemas menunggu hasil scan). Karena itu, pendekatan follow-up yang lebih berbasis gejala/risiko sering dianggap lebih rasional.[2,3]

Kesimpulan praktis dari rekomendasi ASCO Choosing Wisely: hindari PET/PET-CT untuk follow-up rutin pada pasien asimtomatik karena manfaatnya tidak jelas dibanding risikonya.[3]

Follow-up yang Lebih Umum Dilakukan pada Masa Remisi

Pada banyak kondisi, follow-up lebih sering berupa:

  • anamnesis (tanya gejala baru, perubahan berat badan, nyeri menetap, batuk lama, benjolan baru, perdarahan tidak normal),
  • pemeriksaan fisik terarah,
  • tes selektif sesuai jenis kanker/terapi sebelumnya (misalnya tes tertentu, imaging tertentu, atau marker tertentu bila memang direkomendasikan pada kanker itu).[2,3]

WHO juga menekankan pentingnya survivorship care sebagai bagian dari layanan kanker yang komprehensif, termasuk tindak lanjut untuk mengurangi keterlambatan diagnosis relaps dan memastikan dukungan yang tepat.[2]

PET Scan
Tzu Chi Hospital PIK
PET Scan
5.0 Process Treatment
Rp 14.250.000
Pesan

Pertanyaan Umum Terkait PET Pada Masa Remisi Kanker

Kalau tidak ada gejala, perlu PET rutin?

Umumnya tidak disarankan. ASCO Choosing Wisely merekomendasikan untuk tidak menggunakan PET atau PET-CT sebagai bagian dari follow-up rutin untuk memonitor kekambuhan pada pasien asimtomatik setelah selesai terapi awal.[3] Pengecualian dan kebutuhan individual tetap harus dibahas dengan dokter yang merawat, sesuai jenis kanker dan profil risikonya.

Apa tanda relaps yang umum?

Tanda relaps bergantung pada jenis kanker, tetapi secara umum keluhan yang patut dievaluasi meliputi benjolan baru, nyeri menetap/progresif, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, demam/keringat malam, batuk/sesak berkepanjangan, perdarahan tidak normal, atau gejala baru yang menetap beberapa minggu.[2] Bila ada gejala seperti ini, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lanjutan termasuk imaging (dan pada konteks tertentu, PET/CT).[1,3]

skrining awal kanker
Risk assesment

Referensi

  1. Lee H, et al. Diagnostic value of FDG PET/CT in surveillance after curative treatment of breast cancer [Internet]. 2023 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10177223/
  2. World Health Organization. Cancer [Internet]. Geneva: WHO; 2025 Feb 3 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
  3. American Society of Clinical Oncology. Choosing Wisely [Internet]. Alexandria (VA): ASCO; (page updated periodically) [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.asco.org/news-initiatives/current-initiatives/cancer-care-initiatives/value-cancer-care/choosing-wisely
Hubungi Kami: +62811 1707 0111