Secara umum, PET scan pada anak dapat dianggap aman apabila terdapat indikasi medis yang jelas dan pemeriksaan dilakukan dengan protokol dosis yang telah dioptimalkan. Dalam praktik klinis modern, modalitas yang paling umum digunakan adalah PET/CT, yakni kombinasi dari dua metode pencitraan: PET yang menggunakan radiofarmaka, serta CT yang menggunakan sinar-X untuk membantu lokalisasi anatomi. Mengingat pemeriksaan ini melibatkan paparan radiasi pengion dari dua sumber sekaligus, manfaat klinis yang diperoleh harus lebih besar daripada risiko yang ditimbulkan. Oleh karena itu, fasilitas kesehatan wajib menerapkan prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable) guna meminimalkan dosis radiasi tanpa mengorbankan kualitas diagnostik.[1–3]

Apa Itu PET/CT dan Kapan Dipakai pada Anak?
PET/CT merupakan sistem pencitraan terintegrasi yang menggabungkan CT dan PET dalam satu sesi pemeriksaan, sehingga hasilnya dapat difusikan (image fusion) untuk menampilkan aktivitas metabolik sekaligus lokalisasi anatomi secara bersamaan.[1] Dalam onkologi pediatrik, panduan klinis SNMMI/EANM menyebutkan bahwa indikasi umum PET/CT dengan tracer 18F-FDG meliputi penentuan stadium awal, penilaian respons terapi, deteksi sisa penyakit, restaging, serta perencanaan radioterapi pada jenis kanker tertentu seperti limfoma.[1]
Pada prinsipnya, PET/CT digunakan apabila informasi yang diperoleh dari pemeriksaan tersebut akan secara langsung memengaruhi keputusan klinis, seperti penentuan strategi terapi atau penilaian respons pengobatan, dan bukan sekadar pemeriksaan tambahan yang bersifat rutin. Prinsip justifikasi ini turut ditekankan oleh IAEA, yang menyatakan bahwa apabila suatu prosedur telah terjustifikasi dan memberikan manfaat yang bermakna, maka rasio manfaat terhadap resiko menjadi tinggi.[2]
Risiko Radiasi dan Mengapa Anak Lebih Sensitif?
Anak memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap radiasi pengion dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang masih aktif membelah, serta harapan hidup yang lebih panjang sehingga secara teoretis terdapat rentang waktu yang lebih luas bagi efek radiasi untuk terakumulasi dan bermanifestasi di kemudian hari.[2] Oleh karena itu, kehati-hatian dalam penggunaan modalitas pencitraan berbasis radiasi menjadi pertimbangan yang lebih kritis pada pasien pediatrik.
Dalam PET/CT, paparan radiasi bersumber dari dua komponen utama:
- Komponen PET: berasal dari zat radioaktif yang disuntikkan ke dalam tubuh, seperti 18F-FDG. Zat ini bersifat sementara. Radioaktivitasnya akan meluruh secara alami dengan waktu paruh sekitar 110 menit dan sisa zat yang tidak terserap akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urin.[1]
- Komponen CT: berasal dari sinar-X. Jumlah radiasi yang dihasilkan dapat berbeda-beda tergantung pada bagian tubuh yang diperiksa serta tujuan pemeriksaan, apakah hanya untuk melihat posisi anatomi secara umum atau untuk pemeriksaan yang lebih detail.[1,3]
IAEA menyebutkan bahwa jumlah radiasi yang diterima tubuh dari satu kali PET/CT umumnya berkisar antara 5–18 mSv. Oleh karena itu, IAEA menegaskan bahwa setiap pemeriksaan harus memiliki alasan medis yang jelas, dan dosis radiasi yang diberikan harus dijaga serendah mungkin, terutama pada pasien anak.[2] Sebuah penelitian pada anak yang menjalani PET/CT menunjukkan bahwa sebagian besar paparan radiasi berasal dari komponen CT, sehingga pengaturan dosis CT yang tepat menjadi langkah penting untuk melindungi pasien dari paparan radiasi yang tidak perlu.[4]
Baca juga: Prosedur PET Scan Kanker dari Persiapan hingga Tahap Pemeriksaan

Referensi
- Vali R, Alessio A, Balza RO, et al. SNMMI Procedure Standard/EANM Practice Guideline on Pediatric 18F-FDG PET/CT for Oncology 1.0. J Nucl Med [Internet]. 2021;62(1):99-110 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://jnm.snmjournals.org/content/62/1/99
- International Atomic Energy Agency. Radiation protection of children during PET/CT scanning [Internet]. Vienna: IAEA; (page updated periodically) [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.iaea.org/resources/rpop/health-professionals/nuclear-medicine/pet-ct/children
- International Atomic Energy Agency. Radiation protection of patients during PET/CT scanning [Internet]. Vienna: IAEA; (page updated periodically) [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.iaea.org/resources/rpop/health-professionals/nuclear-medicine/pet-ct/patients
- Chawla SC, Federman N, Zhang D, et al. Estimated cumulative radiation dose from PET/CT in children with malignancies: a 5-year retrospective review. Pediatr Radiol [Internet]. 2010;40(5):681-686 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC2847163/
