Memahami Fungsi PET/CT untuk Pemeriksaan Kanker

BAGIKAN

PET CT scan adalah pemeriksaan pencitraan yang menggabungkan dua teknologi dalam satu sesi, yaitu PET scan dan CT scan. PET scan membantu melihat aktivitas metabolik atau aktivitas sel di dalam tubuh, sedangkan CT scan membantu menunjukkan struktur anatomi tubuh secara lebih detail. Dengan kombinasi ini, dokter dapat menilai bukan hanya apakah suatu area tampak aktif, tetapi juga di mana lokasi tepatnya di dalam tubuh.[1]

Dalam pemeriksaan kanker, PET/CT sering digunakan untuk membantu dokter mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi pasien. Namun, PET/CT bukan pemeriksaan yang selalu diperlukan untuk semua orang. Penggunaannya perlu berdasarkan indikasi medis, jenis kanker, tujuan pemeriksaan, dan pertimbangan dokter.

Perbedaan PET Scan dan PET/CT

PET scan adalah pemeriksaan kedokteran nuklir yang menggunakan zat pelacak atau tracer radioaktif dosis kecil untuk melihat aktivitas metabolik jaringan. Salah satu tracer yang sering digunakan adalah FDG atau fluorodeoxyglucose, yaitu zat yang menyerupai glukosa. Area dengan aktivitas metabolik tinggi dapat terlihat lebih menonjol pada hasil pemeriksaan PET.[1,2]

CT scan berbeda dari PET scan. CT scan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambaran struktur tubuh, seperti organ, tulang, jaringan, atau massa tertentu. CT lebih berfokus pada bentuk, ukuran, dan lokasi anatomi.

PET/CT menggabungkan dua informasi tersebut. PET menunjukkan area yang aktif secara metabolik, sedangkan CT membantu menentukan lokasi anatominya secara lebih presisi. Kombinasi ini dapat membantu dokter membedakan area yang perlu diperhatikan dan menilai apakah temuan tersebut sesuai dengan kondisi klinis pasien.[1,3]

Mengapa PET/CT Sering Dipakai pada Kanker?

Dalam bidang onkologi, PET/CT dapat membantu dalam beberapa tahap penilaian kanker. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk staging, yaitu menilai sejauh mana kanker berkembang atau apakah sudah menyebar ke area lain. PET/CT juga dapat membantu restaging, misalnya ketika dokter perlu menilai kembali kondisi setelah terapi atau ketika dicurigai ada kekambuhan.[2,3]

Selain itu, PET/CT dapat digunakan untuk mengevaluasi respons terapi. Bila area yang sebelumnya aktif secara metabolik menjadi berkurang aktivitasnya setelah pengobatan, informasi ini dapat membantu dokter menilai efektivitas terapi. Namun, interpretasi hasil tetap harus dilakukan hati-hati karena aktivitas metabolik tinggi tidak selalu berarti kanker. Infeksi dan peradangan juga dapat menunjukkan aktivitas pada PET/CT.[1,2]

PET/CT dapat bermanfaat pada beberapa jenis kanker, tetapi tidak semua kanker terlihat jelas dengan pemeriksaan ini. Beberapa jenis tumor maupun kanker memiliki aktivitas FDG yang rendah sehingga memerlukan jenis tracer lain untuk memberikan informasi yang lebih optimal. Sebagai contoh, pada pemeriksaan kanker prostat dapat digunakan tracer F-18 PSMA sesuai indikasi klinis dan tujuan pemeriksaan. Karena itu, dokter akan menentukan apakah PET/CT merupakan pilihan yang tepat sesuai jenis kanker dan tujuan pemeriksaan.

Baca juga: PET Scan Adalah Pemeriksaan Apa? Pengertian, Cara Kerja, dan Kegunaannya

Bagaimana Prosedur PET/CT Dilakukan?

Secara umum, prosedur PET/CT dimulai dengan pemberian tracer melalui suntikan ke pembuluh darah. Setelah itu, pasien biasanya perlu menunggu beberapa waktu agar tracer menyebar dan diserap oleh jaringan tubuh. Selama masa tunggu, pasien mungkin diminta beristirahat dan mengurangi aktivitas agar hasil pemeriksaan lebih optimal.[1]

Setelah tracer terdistribusi, pasien akan berbaring di meja pemeriksaan dan masuk ke alat pemindai. Mesin akan mengambil gambar PET dan CT dalam satu rangkaian pemeriksaan. Pada sebagian kasus, CT dilakukan tanpa kontras. Namun, pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan penggunaan kontras CT untuk memperjelas gambaran anatomi, sesuai indikasi dan kondisi pasien.[1,3]

Lama pemeriksaan dapat berbeda tergantung fasilitas, area tubuh yang diperiksa, jenis tracer, dan protokol pemeriksaan. Secara umum, total proses dapat memakan waktu beberapa jam karena mencakup persiapan, penyuntikan tracer, masa tunggu, dan pemindaian.

pet scan

Keamanan dan Paparan Radiasi

PET/CT melibatkan paparan radiasi dari dua sumber, yaitu tracer radioaktif pada PET dan sinar-X pada CT. Dosis radiasi yang digunakan dalam pemeriksaan medis telah dirancang agar memberikan manfaat diagnostik dengan risiko yang dipertimbangkan. Namun, tetap penting bagi dokter untuk menimbang manfaat dan risiko sebelum merekomendasikan pemeriksaan ini.[1,2]

Pasien perlu memberi tahu tenaga kesehatan bila sedang hamil, ada kemungkinan hamil, atau sedang menyusui. Informasi ini penting karena paparan radiasi perlu dipertimbangkan secara khusus pada kondisi tersebut. Pasien juga perlu memberi tahu bila memiliki diabetes, gangguan ginjal, alergi terhadap kontras, atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

PET/CT umumnya aman bila dilakukan sesuai indikasi dan protokol fasilitas kesehatan. Namun, seperti pemeriksaan lain, manfaatnya harus jelas dan hasilnya harus digunakan untuk membantu pengambilan keputusan medis.

Hasil PET/CT Tidak Berdiri Sendiri

Hasil PET/CT tidak boleh ditafsirkan secara terpisah dari kondisi pasien. Dokter akan menggabungkan hasil PET/CT dengan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, hasil laboratorium, hasil imaging lain, dan pemeriksaan jaringan bila diperlukan.[2,3]

Pada beberapa kasus, area yang tampak aktif pada PET/CT dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau proses penyembuhan. Sebaliknya, tidak semua kanker akan tampak sangat aktif pada PET/CT. Karena itu, bila ada temuan mencurigakan, dokter mungkin tetap menyarankan pemeriksaan lanjutan, seperti CT/MRI tambahan, USG, pemeriksaan darah, atau biopsi.

Biopsi tetap menjadi pemeriksaan penting untuk memastikan diagnosis pada banyak kondisi kanker, karena PET/CT memberikan informasi pencitraan, bukan pemeriksaan jaringan secara langsung.

Pertanyaan Seputar PET/CT

Apakah PET/CT sakit?

PET/CT umumnya tidak sakit. Rasa tidak nyaman biasanya hanya berasal dari suntikan tracer, pemasangan akses infus, atau posisi berbaring diam selama pemeriksaan. Bila menggunakan kontras CT, sebagian pasien dapat merasakan sensasi hangat sementara.[1]

Berapa lama proses PET scan atau PET/CT?

Durasi dapat berbeda di setiap fasilitas. Secara umum, proses dapat memakan waktu beberapa jam karena mencakup persiapan, penyuntikan tracer, waktu tunggu, dan pemindaian.[1]

Apakah PET scan selalu bisa mendeteksi kanker?

Tidak selalu. PET atau PET/CT dapat membantu mendeteksi area dengan aktivitas metabolik tinggi, tetapi tidak semua kanker tampak jelas. Infeksi dan peradangan juga dapat terlihat aktif, sehingga hasil perlu ditafsirkan bersama pemeriksaan lain.[1,2]

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum PET/CT?

Persiapan umum dapat meliputi puasa beberapa jam, pengaturan gula darah, menginformasikan obat rutin, serta memberi tahu bila hamil, kemungkinan hamil, menyusui, diabetes, gangguan ginjal, atau alergi kontras. Ikuti instruksi fasilitas pemeriksaan.[1,3]

Kesimpulan

PET CT scan adalah pemeriksaan yang menggabungkan informasi metabolik dari PET dan gambaran anatomi dari CT dalam satu sesi. Dalam pemeriksaan kanker, PET/CT dapat membantu staging, restaging, menilai kemungkinan penyebaran, mengevaluasi respons terapi, dan menilai dugaan kekambuhan pada indikasi tertentu. Meski canggih, PET/CT bukan pemeriksaan tunggal untuk semua kondisi dan hasilnya tidak berdiri sendiri. Konsultasikan dengan dokter, dokter radiologi, atau dokter kedokteran nuklir untuk mengetahui apakah PET/CT sesuai dengan kondisi Anda.

self risk asssesment

Referensi

  1. RadiologyInfo.org. PET/CT scan [Internet]. Reston (VA): American College of Radiology and Radiological Society of North America; 2025 [cited 2026 Jun 9]. Available from: https://www.radiologyinfo.org/en/info/pet
  2. National Cancer Institute. Nuclear scans [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2024 [cited 2026 Jun 9]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/diagnosis-staging/tests/nuclear-scans-fact-sheet
  3. Boellaard R, Delgado-Bolton R, Oyen WJG, Giammarile F, Tatsch K, Eschner W, et al. FDG PET/CT: EANM procedure guidelines for tumour imaging: version 2.0. Eur J Nucl Med Mol Imaging. 2015;42(2):328-54. doi:10.1007/s00259-014-2961-x.
Hubungi Kami: +62811 1707 0111