Informasi mengenai penyakit kanker sering kali bercampur aduk antara fakta medis yang sahih, pengalaman pribadi, hingga mitos yang beredar liar di media sosial. 1 Masalah utamanya, mitos tentang penyebab kanker kerap membuat orang ketakutan pada hal-hal yang sebenarnya tidak berbahaya, namun justru abai terhadap kebiasaan buruk yang nyata-nyata memicu kanker. 1National Cancer Institute (NCI) mengingatkan bahwa salah kaprah tentang penyebab kanker dapat memicu kecemasan yang tidak perlu dan menghambat langkah pencegahan yang tepat. 1
Secara medis, faktor risiko utama kanker yang telah terbukti kuat secara ilmiah meliputi kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan tidak sehat, kurang bergerak, obesitas (kegemukan), paparan radiasi tinggi, infeksi virus tertentu, dan polusi udara. World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa sebagian besar kasus kanker sebenarnya sangat bisa dicegah dengan cara menghindari faktor-faktor risiko tersebut. 2
Baca juga: Mitos Fakta Terkait Radioterapi
Berikut adalah beberapa mitos populer seputar penyebab kanker yang perlu diluruskan:
Mitos 1: Gula Secara Langsung “Memberi Makan” Kanker
Ini adalah salah satu mitos yang paling sering beredar di masyarakat. 1NCI menjelaskan bahwa meskipun sel kanker menggunakan glukosa (gula) sebagai sumber energi layaknya sel tubuh yang normal, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makan gula akan membuat kanker tumbuh membesar. 1Begitu pula sebaliknya, berhenti total mengonsumsi gula tidak akan membuat kanker mengecil atau sembuh dengan sendirinya. 1Namun, yang perlu diwaspadai adalah pola makan yang terlalu manis dapat menyebabkan lonjakan berat badan berlebih atau obesitas. Kondisi obesitas inilah yang secara medis telah terbukti meningkatkan risiko munculnya berbagai jenis kanker. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah menjaga keseimbangan gizi harian, bukan sekadar melakukan pantangan makan yang ekstrem. 3
Baca juga: Persiapan Pemindaian PET untuk Pengidap Diabetes
Mitos 2: Deodoran Menyebabkan Kanker Payudara
Banyak wanita khawatir karena produk deodoran atau antiperspiran dioleskan di area ketiak yang dekat dengan payudara, serta kerap mengandung bahan seperti aluminium. 1Kenyataannya, NCI menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang meyakinkan mengenai hubungan antara penggunaan deodoran dengan peningkatan risiko kanker payudara. 1Faktor risiko kanker payudara justru lebih berkaitan erat dengan pertambahan usia, riwayat keturunan dalam keluarga, obesitas, dan paparan hormon. 2
Mitos 3: Ponsel Pintar (Smartphone) Menyebabkan Kanker Otak
Kekhawatiran ini sering muncul karena ponsel memancarkan sinyal radiasi. 4 Namun, NCI menegaskan bahwa radiasi dari ponsel adalah radiasi frekuensi radio berenergi sangat rendah. 4 Berbeda dengan radiasi tingkat tinggi (seperti sinar-X atau paparan nuklir), radiasi ponsel tidak memiliki kekuatan untuk merusak DNA di dalam sel manusia. 4 Hingga saat ini, bukti klinis menunjukkan bahwa penggunaan ponsel sehari-hari tidak memicu kanker otak atau jenis kanker lainnya. 4
Baca juga: Penggunaan Handphone dan Kanker Otak
Mitos 4: Pemanis Buatan dan Air Berfluorida Memicu Kanker
Isu bahwa pemanis buatan atau tambahan fluoride pada air minum dapat menyebabkan kanker sering kali mencuat karena istilah “bahan kimia buatan” terdengar menakutkan bagi masyarakat. Padahal, berbagai evaluasi keamanan dan penelitian berskala besar sama sekali tidak menemukan bukti yang kredibel bahwa kedua hal tersebut memicu penyakit kanker pada manusia. 1
Baca juga: Apakah Ada Hubungan Makanan dengan Kanker yang Relaps?
Mitos 5: Tindakan Operasi atau Biopsi Membuat Kanker Makin Menyebar
Mitos ini sangat berbahaya karena kerap membuat pasien takut dan menolak melakukan pemeriksaan biopsi (pengambilan sampel kecil jaringan tubuh). 1 Padahal, biopsi adalah prosedur wajib untuk memastikan apakah sebuah benjolan benar-benar kanker atau hanya tumor jinak biasa. NCI menyatakan bahwa peluang menyebarnya sel kanker akibat tusukan biopsi atau sayatan operasi sangatlah kecil. Dokter bedah selalu menerapkan teknik dan prosedur medis khusus untuk mencegah penyebaran sel kanker selama tindakan berlangsung. 1
Baca juga: Hasil Skrining “Abnormal”: Jangan Panik Dulu, Ini Artinya Secara Medis
Mitos 6: Jika Tidak Ada Keturunan Kanker, Saya Pasti Aman
Banyak orang merasa kebal terhadap kanker karena ayah, ibu, atau kakek-neneknya tidak memiliki riwayat penyakit ini. 1 Faktanya, hanya sekitar 5% hingga 10% dari seluruh kasus kanker yang diturunkan melalui mutasi genetik keluarga. 1 Sebagian besar kasus kanker justru dipicu oleh perubahan genetik akibat proses penuaan dan gaya hidup yang kurang sehat sepanjang hidup. Artinya, tidak adanya riwayat keluarga bukan jaminan seseorang bebas dari risiko kanker. 5
Baca juga: Penderita Kanker Bisa Punya Anak? Faktor dan Opsi yang Perlu Diketahui
Fokus pada Hal yang Benar-Benar Penting
Daripada termakan mitos yang belum terbukti kebenarannya, jauh lebih bijak bila kita memfokuskan upaya pencegahan pada hal-hal yang sudah pasti. 2 Langkah terbaik yang bisa Anda lakukan adalah berhenti merokok, membatasi minuman beralkohol, rutin berolahraga, menjaga berat badan tetap ideal, melindungi kulit dari paparan terik sinar matahari berlebih, serta melengkapi diri dengan vaksinasi penting seperti HPV dan Hepatitis B. 2,5
Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda menemukan benjolan baru, mengalami perdarahan yang tidak wajar, atau merasakan keluhan yang tak kunjung hilang lebih dari 2-3 minggu. 1,2
Referensi
- National Cancer Institute. Common cancer myths and misconceptions [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2024 Jul 24 [cited 2026 Mar 9]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/myths
- World Health Organization. Cancer [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2025 Feb 3 [cited 2026 Mar 9]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
- National Cancer Institute. Obesity and cancer fact sheet [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 Jan 28 [cited 2026 Mar 9]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/obesity/obesity-fact-sheet
- National Cancer Institute. Cell phones and cancer risk fact sheet [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2024 Apr 4 [cited 2026 Mar 9]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/radiation/cell-phones-fact-sheet
- National Cancer Institute. Risk factors for cancer [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2015 Dec 23 [cited 2026 Mar 9]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk
