5 Buah yang Kaya Antioksidan dan Kaitannya dengan Risiko Kanker

BAGIKAN

Buah merupakan salah satu sumber vitamin, mineral, serat, dan berbagai senyawa antioksidan yang dibutuhkan tubuh. Antioksidan banyak mendapat perhatian karena kemampuannya membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Radikal bebas sebenarnya dapat terbentuk secara alami di dalam tubuh. Namun, apabila jumlahnya terlalu tinggi, kondisi yang disebut stres oksidatif dapat terjadi dan berpotensi merusak berbagai komponen sel, termasuk DNA.

Kerusakan DNA merupakan salah satu proses yang dapat berperan dalam perkembangan kanker. Meski demikian, bukan berarti mengonsumsi satu jenis buah kaya antioksidan tertentu dapat langsung mencegah atau mengobati kanker.

Yang lebih penting adalah mengonsumsi buah, sayuran, dan berbagai makanan nabati sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.

Lantas, buah apa saja yang kaya antioksidan dan bagaimana kaitannya dengan kanker?

Apa Itu Antioksidan dan Apa Kaitannya dengan Kanker?

Antioksidan adalah senyawa yang dapat berinteraksi dengan radikal bebas dan membantu menetralkannya sebelum menyebabkan kerusakan pada sel.

Tubuh sebenarnya menghasilkan sejumlah antioksidan secara alami. Selain itu, antioksidan juga dapat diperoleh melalui makanan.

Beberapa antioksidan yang umum ditemukan dalam makanan antara lain:

  • vitamin C;
  • vitamin E;
  • beta-karoten;
  • likopen;
  • antosianin;
  • flavonoid; dan
  • berbagai kelompok polifenol.

National Cancer Institute menjelaskan bahwa kerusakan sel akibat radikal bebas, terutama kerusakan pada DNA, dapat berperan dalam perkembangan kanker.

Namun, hubungan antara antioksidan dan kanker cukup kompleks. Mengonsumsi makanan kaya antioksidan tidak berarti seseorang akan terbebas dari kanker.

Karena itu, antioksidan sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai pengobatan ataupun satu-satunya cara untuk mencegah kanker.

Apakah Buah Kaya Antioksidan Bisa Mencegah Kanker?

Mengonsumsi buah secara rutin dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung upaya menurunkan risiko kanker.

World Cancer Research Fund merekomendasikan pola makan yang kaya akan buah, sayuran, whole grain, dan kacang-kacangan sebagai bagian dari rekomendasi pencegahan kanker.

Namun, manfaat tersebut tidak berasal dari satu antioksidan atau satu jenis buah saja.

Buah mengandung kombinasi serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa tumbuhan yang dapat memberikan manfaat berbeda bagi tubuh.

Karena itu, pendekatan yang lebih tepat bukan mencari “buah yang dapat membunuh sel kanker”, tetapi membangun pola makan yang beragam dan seimbang.

Berikut lima buah kaya antioksidan yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.

1. Manggis

Manggis dikenal mengandung kelompok senyawa yang disebut xanthone. Senyawa ini banyak ditemukan terutama pada kulit manggis dan memiliki aktivitas antioksidan yang telah banyak dipelajari dalam penelitian laboratorium.

Selain itu, bagian buah manggis yang dapat dimakan juga menyediakan vitamin C dan serat.

Sejumlah studi eksperimental meneliti efek biologis xanthone terhadap peradangan dan sel kanker. Namun, penelitian tersebut sebagian besar masih dilakukan pada tingkat laboratorium atau hewan.

Artinya, hasil tersebut tidak dapat langsung diartikan bahwa mengonsumsi manggis dapat mengobati atau mencegah kanker pada manusia.

Manggis tetap dapat dikonsumsi sebagai salah satu pilihan buah dalam pola makan yang bervariasi.

2. Blueberry

Blueberry merupakan salah satu buah yang dikenal kaya akan antosianin.

Antosianin merupakan pigmen yang memberikan warna biru, merah, atau ungu pada berbagai buah dan memiliki aktivitas antioksidan.

Blueberry juga mengandung vitamin C serta beberapa jenis polifenol.

American Institute for Cancer Research menyebut penelitian menunjukkan blueberry dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam darah dan memiliki potensi dalam membantu melindungi DNA dari kerusakan. Namun, penelitian mengenai hubungan langsung blueberry dengan penurunan risiko kanker masih terbatas dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Karena itu, blueberry bukan makanan yang dapat mencegah kanker dengan sendirinya. Manfaatnya lebih tepat dilihat sebagai bagian dari pola makan berbasis tumbuhan yang beragam.

3. Alpukat

Alpukat mempunyai karakteristik yang sedikit berbeda dibandingkan buah lainnya.

Buah ini mengandung vitamin E, vitamin C, karotenoid, serat, serta lemak tak jenuh.

Vitamin E merupakan salah satu antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif. Selain itu, kandungan lemak tak jenuh pada alpukat dapat menjadi bagian dari pola makan sehat ketika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.

Alpukat juga dapat membantu menambah variasi sumber nutrisi dalam menu sehari-hari.

Namun, sama seperti buah lainnya, mengonsumsi alpukat tidak dapat dianggap sebagai cara khusus untuk mencegah atau mengobati kanker.

Manfaat pencegahan kanker lebih tepat dilihat dari pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.

4. Delima

Delima mengandung berbagai kelompok polifenol, termasuk antosianin dan punicalagin, yang memiliki aktivitas antioksidan.

Senyawa dalam delima telah menjadi objek berbagai penelitian terkait stres oksidatif, peradangan, dan perkembangan penyakit.

Sejumlah penelitian laboratorium juga mempelajari pengaruh senyawa dalam delima terhadap beberapa proses biologis yang berkaitan dengan perkembangan kanker.

Namun, hasil penelitian laboratorium tidak berarti bahwa buah delima telah terbukti dapat digunakan sebagai terapi kanker pada manusia.

Karena itu, delima sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai pengganti pengobatan atau metode pencegahan kanker yang telah terbukti.

5. Jeruk

Jeruk merupakan salah satu sumber vitamin C yang mudah ditemukan dalam pola makan sehari-hari.

Selain vitamin C, buah sitrus seperti jeruk juga mengandung flavonoid dan berbagai senyawa tumbuhan lainnya.

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

American Institute for Cancer Research menjelaskan bahwa terdapat penelitian yang mempelajari hubungan konsumsi buah sitrus dengan risiko beberapa jenis kanker. Namun, bukti untuk jenis kanker tertentu masih terbatas sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa jeruk secara khusus dapat mencegah kanker.

Jika memungkinkan, jeruk dapat dikonsumsi dalam bentuk buah utuh sehingga tubuh juga mendapatkan serat dari buah tersebut.

Mana Buah dengan Antioksidan yang Paling Baik untuk Mencegah Kanker?

Tidak ada satu jenis buah yang dapat disebut sebagai buah terbaik untuk mencegah kanker.

Manggis, blueberry, alpukat, delima, dan jeruk mengandung jenis nutrisi dan senyawa tumbuhan yang berbeda.

Karena itu, daripada hanya mengonsumsi satu jenis buah setiap hari, lebih baik variasikan pilihan buah dan sayuran.

Pola makan yang mengandung berbagai jenis makanan nabati memberikan kombinasi:

  • serat;
  • vitamin;
  • mineral;
  • karotenoid;
  • flavonoid;
  • polifenol; dan
  • senyawa bioaktif lainnya.

World Cancer Research Fund menekankan bahwa pola makan yang kaya berbagai makanan nabati, termasuk buah dan sayuran, merupakan bagian dari rekomendasi untuk membantu menurunkan risiko kanker.

Dengan kata lain, manfaatnya berasal dari pola makan secara keseluruhan, bukan dari satu “superfood”. Yuk simak makanan yang membantu menurunkan risiko kanker

Buah atau Suplemen Antioksidan, Mana yang Lebih Baik?

Antioksidan tidak hanya tersedia dalam buah. Saat ini banyak produk suplemen mengandung vitamin C, vitamin E, beta-karoten, atau antioksidan lain dalam dosis yang relatif tinggi.

Namun, mendapatkan antioksidan melalui makanan tidak sama dengan mengonsumsi satu senyawa antioksidan dalam dosis tinggi melalui suplemen.

Buah memberikan berbagai nutrisi secara bersamaan, termasuk serat, vitamin, mineral, dan senyawa tumbuhan lainnya.

National Cancer Institute menjelaskan bahwa berbagai uji klinis terhadap suplemen antioksidan belum memberikan bukti bahwa suplemen tersebut bermanfaat untuk mencegah kanker. Pada beberapa penelitian, penggunaan antioksidan tertentu dalam dosis tinggi bahkan memberikan hasil yang tidak diharapkan.

World Cancer Research Fund juga tidak merekomendasikan penggunaan suplemen sebagai strategi untuk mencegah kanker.

Karena itu, jangan mengonsumsi suplemen antioksidan dalam dosis tinggi hanya dengan tujuan mencegah kanker tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Selain Mengonsumsi Buah, Bagaimana Cara Membantu Menurunkan Risiko Kanker?

Tidak ada satu makanan yang dapat mencegah kanker sendirian.

Pencegahan kanker membutuhkan pendekatan gaya hidup yang lebih menyeluruh.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • memperbanyak konsumsi buah, sayuran, whole grain, dan kacang-kacangan;
  • menjaga berat badan tetap sehat;
  • rutin melakukan aktivitas fisik;
  • membatasi makanan ultra-proses;
  • membatasi konsumsi daging merah dan daging olahan;
  • tidak merokok;
  • membatasi atau menghindari alkohol; dan
  • menjalani skrining atau deteksi dini kanker sesuai usia dan faktor risiko.

Mengonsumsi buah kaya antioksidan dapat menjadi salah satu bagian dari pola hidup tersebut, tetapi tidak menggantikan upaya pencegahan lainnya. Selain mengonsumsi buah, pola hidup sehat juga harus dilakukan untuk menurunkan risiko kanker

Pentingnya Deteksi Dini Kanker

Pola hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko kanker, tetapi tidak dapat menghilangkan risiko kanker sepenuhnya.

Karena itu, deteksi dini tetap memiliki peran penting.

Beberapa jenis kanker dapat ditemukan melalui pemeriksaan skrining sebelum menimbulkan gejala. Jenis pemeriksaan yang diperlukan berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan faktor risiko masing-masing individu.

Baca juga: Cara Deteksi Kanker Sebelum Terlambat: Skrining dan Deteksi Dini

ONEOnco menyediakan layanan dan informasi untuk membantu masyarakat memahami berbagai pilihan pemeriksaan kanker serta layanan deteksi dini yang tersedia.

Cari Layanan Deteksi Dini Kanker di ONEOnco

FAQ

Apakah antioksidan dapat mencegah kanker?

Antioksidan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Namun, tidak ada bukti bahwa satu jenis antioksidan atau makanan tertentu dapat mencegah kanker dengan sendirinya. Upaya menurunkan risiko kanker sebaiknya dilakukan melalui kombinasi pola makan sehat dan gaya hidup sehat.

Buah apa yang mengandung antioksidan tinggi?

Beberapa buah yang mengandung antioksidan antara lain manggis, blueberry, alpukat, delima, dan jeruk. Setiap buah memiliki jenis antioksidan dan kandungan nutrisi yang berbeda.

Buah apa yang paling baik untuk membantu mencegah kanker?

Tidak ada satu buah yang terbukti paling baik untuk mencegah kanker. Mengonsumsi berbagai jenis buah dan sayuran sebagai bagian dari pola makan sehat lebih dianjurkan dibandingkan hanya berfokus pada satu jenis buah.

Apakah blueberry dapat mencegah kanker?

Blueberry mengandung antosianin dan berbagai senyawa tumbuhan dengan aktivitas antioksidan. Penelitian terus mempelajari potensinya terkait kanker, tetapi belum dapat disimpulkan bahwa blueberry dapat mencegah kanker dengan sendirinya.

Apakah pasien kanker boleh makan buah kaya antioksidan?

Pada umumnya boleh sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Namun, kebutuhan nutrisi pasien dapat berbeda tergantung kondisi dan pengobatan yang dijalani. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi apabila terdapat pembatasan makanan tertentu.

Apakah suplemen antioksidan baik untuk mencegah kanker?

Suplemen antioksidan tidak direkomendasikan sebagai cara khusus untuk mencegah kanker. Berbagai penelitian belum menunjukkan manfaat konsisten dari penggunaan suplemen antioksidan untuk pencegahan kanker.

Referensi

Akao, Y., Nakagawa, Y., & Nozawa, Y. (2008). Anti-cancer effects of xanthones from pericarps of mangosteen. International journal of molecular sciences, 9(3), 355–370. https://doi.org/10.3390/ijms9030355 

Johnson, S. A., & Arjmandi, B. H. (2013). Evidence for anti-cancer properties of blueberries: a mini-review. Anti-cancer agents in medicinal chemistry, 13(8), 1142–1148. https://doi.org/10.2174/18715206113139990137 

Jackson, M. D., Walker, S. P., Simpson-Smith, C. M., Lindsay, C. M., Smith, G., McFarlane-Anderson, N., Bennett, F. I., Coard, K. C., Aiken, W. D., Tulloch, T., Paul, T. J., & Wan, R. L. (2012). Associations of whole-blood fatty acids and dietary intakes with prostate cancer in Jamaica. Cancer causes & control : CCC, 23(1), 23–33. https://doi.org/10.1007/s10552-011-9850-4 

Sharma, P., McClees, S. F., & Afaq, F. (2017). Pomegranate for Prevention and Treatment of Cancer: An Update. Molecules (Basel, Switzerland), 22(1), 177. https://doi.org/10.3390/molecules22010177 

https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/antioxidants-fact-sheet

https://www.medicalnewstoday.com/articles/301506#benefits