Sayuran tetap menjadi bagian penting dari pola makan pasien kanker karena mengandung serat, vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Namun, selama menjalani kemoterapi [pengobatan kanker menggunakan obat untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker], radioterapi [pengobatan kanker menggunakan radiasi], imunoterapi [pengobatan yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan kanker], atau pengobatan kanker lainnya, kondisi tubuh dapat berubah. Akibatnya, beberapa jenis sayuran atau cara pengolahannya mungkin perlu dibatasi atau dihindari sementara.
Hal yang perlu dipahami adalah tidak ada satu jenis sayuran yang harus dihindari oleh semua pasien kanker. Pilihan makanan perlu disesuaikan dengan efek samping pengobatan, kondisi pencernaan, daya tahan tubuh, hasil pemeriksaan kesehatan, serta kemampuan pasien untuk makan.
Mengapa Cara Mengolah Sayuran Perlu Diperhatikan?
Pengobatan kanker dapat menyebabkan mual, muntah, diare, sulit buang air besar, sariawan, mulut kering, perubahan rasa, atau sulit menelan. Pada sebagian pasien, terapi juga dapat menyebabkan neutropenia [jumlah neutrofil, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang membantu melawan infeksi, lebih rendah dari normal]. Kondisi tersebut juga membuat kebutuhan nutrisi selama pengobatan kanker perlu disesuaikan dengan efek samping dan kemampuan pasien dalam menerima makanan.
Dalam kondisi tersebut, yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis sayuran, tetapi juga kebersihan, cara memasak, tekstur makanan, serta apakah makanan tersebut dapat dikonsumsi dengan nyaman.
Sayuran yang biasanya sehat dapat menjadi kurang sesuai dalam kondisi tertentu, misalnya jika dimakan mentah tanpa dicuci dengan baik atau memiliki tekstur kasar ketika mulut sedang terasa nyeri.
1. Sayuran Mentah yang Kebersihannya Tidak Terjamin
Lalapan, acar, atau sayuran mentah lainnya perlu lebih diperhatikan ketika daya tahan tubuh sedang menurun.
Masalahnya bukan karena sayuran mentah menyebabkan kanker, tetapi karena sayuran yang tidak dicuci, disiapkan, atau disimpan dengan baik dapat membawa bakteri dan kuman lain yang berisiko menyebabkan infeksi.
Pasien dengan daya tahan tubuh rendah sebaiknya menghindari sayuran mentah dari tempat yang kebersihannya tidak terjamin. Bila ingin mengonsumsi sayuran segar, cuci dengan baik menggunakan air mengalir dan pastikan tangan, alat masak, serta wadah yang digunakan dalam keadaan bersih. Selain memperhatikan kebersihan sayuran, pasien juga perlu memahami pantangan makanan selama kemoterapi yang dapat berbeda sesuai kondisi dan efek samping yang dialami.
Pada kondisi tertentu, dokter atau ahli gizi dapat menyarankan sayuran yang dimasak hingga matang sebagai pilihan yang lebih aman.
2. Sayuran yang Memicu Kembung
Kol, brokoli, kembang kol, kubis, sawi, dan beberapa jenis kacang-kacangan dapat menghasilkan lebih banyak gas pada sebagian orang.
Sayuran tersebut tetap memiliki nilai gizi dan tidak perlu dihindari oleh semua pasien kanker. Namun, bila pasien sedang mengalami perut kembung, terasa penuh, atau sering bersendawa, jumlahnya dapat dikurangi sementara.
Memasak sayuran hingga lebih lunak dan mengonsumsinya dalam porsi kecil dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada sebagian pasien.
3. Sayuran Berserat Kasar saat Diare
Saat mengalami diare, saluran pencernaan dapat menjadi lebih sensitif. Sayuran mentah atau sayuran dengan serat yang kasar dapat membuat keluhan terasa lebih berat pada sebagian pasien.
Untuk sementara, pilih sayuran yang dimasak hingga lunak dan lebih mudah dicerna, seperti wortel, labu, kentang, atau jenis sayuran lain yang tetap nyaman dikonsumsi.
Setelah diare membaik, variasi makanan dapat ditambah kembali secara bertahap. Bila diare berlangsung terus-menerus, tubuh terasa sangat lemas, atau pasien sulit minum, segera hubungi dokter.
Baca juga: Sehabis Kemo Harus Makan Apa?
4. Sayuran Bertekstur Kasar saat Sariawan atau Sulit Menelan
Mukositis [peradangan dan luka pada lapisan mulut atau saluran pencernaan akibat pengobatan tertentu] dapat membuat makan dan menelan terasa sakit.
Ketika mulut atau tenggorokan sedang nyeri, sayuran mentah atau bertekstur keras dapat terasa kurang nyaman. Pilih sayuran yang dimasak hingga lunak, dibuat menjadi sup, dicampurkan ke dalam bubur, atau dihaluskan agar lebih mudah dimakan dan ditelan.
Hindari makanan yang bertekstur tajam atau kasar, sangat pedas, sangat asam, atau terlalu panas bila dapat memperburuk rasa nyeri dan iritasi.
Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Ahli Gizi?
Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat dipertimbangkan bila pasien mengalami penurunan berat badan, sulit makan, muntah berulang, diare berkepanjangan, sulit buang air besar yang berat, sariawan, sulit menelan, atau hanya mampu makan dalam jumlah sedikit.
Ahli gizi dapat membantu menyesuaikan jenis dan tekstur makanan, kebutuhan energi, protein, cairan, serta pilihan sayuran berdasarkan kondisi pasien dan efek samping pengobatan.
Pada akhirnya, tidak ada daftar sayuran yang harus dihindari oleh semua pasien kanker. Yang lebih penting adalah memilih makanan yang bersih, aman, bergizi, dan tetap nyaman dikonsumsi selama menjalani pengobatan.
Selain memperhatikan kebutuhan nutrisi selama pengobatan, pasien dan keluarga juga dapat mencari informasi mengenai dukungan pengobatan yang tersedia. ONEOnco menyediakan Program Bantuan Pasien dengan harga khusus untuk beberapa produk onkologi tertentu.
Informasi mengenai ketersediaan obat yang termasuk dalam program, ketentuan, kriteria peserta, serta harga dapat diperoleh dengan menghubungi WhatsApp ONEOnco di +62 811-1707-0111.

Referensi
- American Cancer Society. Nutrition and Physical Activity During and After Cancer Treatment [Internet]. Atlanta: American Cancer Society; 2025 [cited 2026 May 21]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/supportive-care/nutrition-activity-with-cancer.html
- American Cancer Society. Food Safety During Cancer Treatment [Internet]. Atlanta: American Cancer Society; 2025 [cited 2026 May 21]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/supportive-care/weak-immune-system.html
- National Cancer Institute. Nutrition in Cancer Care (PDQ) – Patient Version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2024 [cited 2026 May 21]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/side-effects/nutrition
- Johns Hopkins Medicine. Cancer Diet: Foods to Add and Avoid During Cancer Treatment [Internet]. Baltimore: Johns Hopkins Medicine; 2025 [cited 2026 May 21]. Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/cancer/cancer-diet-foods-to-add-and-avoid-during-cancer-treatment
