Kanker payudara lebih sering terjadi pada perempuan, tetapi laki-laki juga dapat mengalaminya. Hal ini karena laki-laki juga memiliki jaringan payudara, terutama di area sekitar puting dan areola. Walaupun kasusnya jauh lebih jarang, kanker payudara pada laki-laki penting dikenali karena gejalanya sering terlambat disadari. 1
Sebagian laki-laki mungkin mengira benjolan di dada hanya otot, lemak, infeksi ringan, atau perubahan biasa.Pasien yang merasa malu untuk memeriksakan area dada atau puting. Padahal, setiap benjolan baru atau perubahan pada puting dan kulit dada sebaiknya diperiksa oleh dokter. Deteksi lebih awal dapat membantu pasien mendapatkan pemeriksaan dan tata laksana medis yang lebih tepat.
Mengapa Kanker Payudara Bisa Terjadi pada Laki-Laki?
Laki-laki memiliki jaringan payudara dalam jumlah kecil. Sel di jaringan tersebut dapat mengalami perubahan tidak normal dan berkembang menjadi kanker. Kanker payudara pada laki-laki umumnya muncul pada usia yang lebih tua, tetapi dapat terjadi pada usia lebih muda, terutama bila ada faktor risiko tertentu. 1
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada laki-laki antara lain riwayat keluarga yang mengidap kanker payudara, mutasi gen seperti BRCA1 atau BRCA2, riwayat paparan radiasi pada area dada, gangguan hormon, penyakit hati, obesitas, atau kondisi yang menyebabkan kadar estrogen lebih tinggi. 1,2 Memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti terkena kanker, sebaliknya kanker juga bisa terjadi pada orang tanpa faktor risiko yang jelas.
Karena itu, hal yang paling penting adalah mengenali perubahan pada tubuh dan tidak menunda pemeriksaan bila ada gejala yang tidak biasa.
Gejala Awal Kanker Payudara Laki-Laki yang Perlu Diwaspadai
Gejala awal kanker payudara laki-laki dapat mirip dengan kanker payudara pada perempuan. Salah satu tanda yang paling sering diperhatikan adalah benjolan keras di area bawah puting atau sekitar areola. Benjolan ini sering kali tidak nyeri, tetapi benjolan yang terasa nyeri pun tetap perlu diperiksa bila baru muncul atau menetap. 1,3
Perubahan pada puting juga perlu diwaspadai. Misalnya, puting tiba-tiba tertarik ke dalam, berubah bentuk, terasa nyeri, bersisik, kemerahan, atau muncul luka yang tidak kunjung sembuh. Cairan dari puting, terutama bila bercampur darah, juga merupakan tanda yang perlu segera dievaluasi. 1,4
Selain itu, kanker payudara pada laki-laki dapat menyebabkan kulit di sekitar payudara tampak tertarik, menebal, berlekuk, kemerahan, atau tampak seperti iritasi yang tidak membaik. Benjolan atau pembengkakan di area ketiak juga perlu diperiksa karena jaringan payudara berhubungan dengan kelenjar getah bening di area tersebut. 3
Mengapa Kanker Payudara Laki-Laki Sering Terlambat Terdeteksi?
Kanker payudara pada laki-laki sering terlambat terdeteksi karena kesadaran masyarakat masih tergolong rendah. Banyak orang belum mengetahui bahwa laki-laki juga dapat terkena kanker payudara. Akibatnya, benjolan di dada sering dianggap sebagai masalah otot, lemak, cedera, atau pembengkakan biasa. 1
Faktor lain adalah rasa malu atau sungkan untuk membicarakan perubahan pada payudara atau puting. Sebagian laki-laki juga menunda pemeriksaan karena merasa kanker payudara hanya terjadi pada perempuan. Selain itu, tidak ada program skrining rutin untuk laki-laki dengan risiko rata-rata, sehingga gejala biasanya baru diperiksa ketika sudah terlihat atau terasa jelas.
Karena itu, edukasi menjadi sangat penting. Memeriksakan benjolan bukan berarti langsung mencurigai kanker, melainkan merupakan langkah aman untuk mengetahui penyebab utamanya.
Baca juga: Mengenal Kanker Payudara dan Penyebabnya Sejak Dini
Pemeriksaan yang Mungkin Dilakukan
Dokter biasanya akan memulai dengan pemeriksaan fisik pada area dada, puting, payudara, dan ketiak. Pemeriksaan ini bertujuan menilai lokasi benjolan, ukuran, tekstur, pergerakan, serta ada atau tidaknya perubahan kulit dan kelenjar getah bening. 2,3
Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan pencitraan seperti mammografi atau USG payudara. Meski mammografi lebih sering dikaitkan dengan perempuan, pemeriksaan ini juga dapat digunakan pada laki-laki bila ada keluhan yang perlu dievaluasi.1,2
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kecurigaan, biopsi dapat dilakukan untuk mengambil sampel jaringan. Pemeriksaan jaringan di laboratorium diperlukan untuk memastikan apakah benjolan bersifat jinak atau ganas (kanker). Bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kanker, dokter akan melakukan tes tambahan seperti tes reseptor hormon dan HER2. Tes ini bertujuan untuk mencari tahu ‘karakter’ atau sifat asli dari sel kanker tersebut, sehingga dokter bisa merancang strategi pengobatan yang paling ampuh dan tepat sasaran untuk pasien. 2
Kapan Harus ke Dokter?
Semua benjolan baru di area payudara laki-laki, terutama di sekitar puting atau areola, sebaiknya diperiksa. Pemeriksaan juga penting bila ada perubahan puting, cairan dari puting, luka yang tidak sembuh, kulit dada menebal atau tertarik, serta pembengkakan di ketiak. 1,3
Jangan menunggu sampai benjolan membesar atau terasa nyeri. Kanker payudara dapat terjadi tanpa nyeri, sehingga tidak adanya rasa sakit bukan berarti kondisi pasti aman. Bila ragu, mulai dengan berkonsultasi ke dokter umum. Dokter dapat melakukan pemeriksaan awal dan merujuk ke dokter spesialis onkologi bila diperlukan.
Pertanyaan Seputar Kanker Payudara pada Laki-Laki
Apakah semua benjolan payudara pada laki-laki adalah kanker?
Tidak. Benjolan pada dada laki-laki dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti ginekomastia, infeksi, kista, atau jaringan lemak. Namun, benjolan baru tetap perlu diperiksa, terutama bila keras, menetap, membesar, atau disertai perubahan puting dan kulit. 1,3
Kapan benjolan payudara laki-laki harus diperiksa?
Benjolan sebaiknya diperiksa bila baru muncul, tidak hilang, bertambah besar, terasa keras, berada di bawah puting atau areola, atau disertai cairan puting, luka, kulit tertarik, dan benjolan ketiak. 1
Apa pemeriksaan awal untuk kanker payudara laki-laki?
Pemeriksaan awal biasanya berupa pemeriksaan fisik oleh dokter. Setelah itu, dokter dapat menyarankan mammografi, USG payudara, atau biopsi bila ada temuan yang mencurigakan. 1,2
Apakah kanker payudara laki-laki bisa terjadi tanpa nyeri?
Ya. Kanker payudara pada laki-laki sering kali muncul sebagai benjolan yang tidak nyeri. Karena itu, benjolan tanpa rasa sakit tetap perlu diperiksa bila baru muncul atau menetap. 1,4
Kesimpulan
Kanker payudara laki-laki memang jarang, tetapi tetap bisa terjadi karena laki-laki memiliki jaringan payudara. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi benjolan keras di bawah puting atau areola, perubahan puting, cairan berdarah, luka yang tidak sembuh, kulit tertarik atau bersisik, serta pembengkakan ketiak. Tidak perlu malu memeriksakan perubahan pada dada atau payudara. Konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan yang sesuai agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal.

Referensi
- American Cancer Society. Breast cancer in men [Internet]. Atlanta: American Cancer Society; 2025 [cited 2026 Jun 9]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer-in-men.html
- National Cancer Institute. Male breast cancer treatment (PDQ) – health professional version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 [cited 2026 Jun 9]. Available from: https://www.cancer.gov/types/breast/hp/male-breast-treatment-pdq
- American Cancer Society. Breast cancer signs and symptoms [Internet]. Atlanta: American Cancer Society; 2025 [cited 2026 Jun 9]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/screening-tests-and-early-detection/breast-cancer-signs-and-symptoms.html
- Breast Cancer Research Foundation. Can men get breast cancer? [Internet]. New York: Breast Cancer Research Foundation; 2025 [cited 2026 Jun 9]. Available from: https://www.bcrf.org/blog/can-men-get-breast-cancer/
