PET scan umumnya aman dilakukan bila terdapat alasan medis yang jelas dan pasien mengikuti persiapan sesuai petunjuk dari fasilitas kesehatan. Pemeriksaan ini menggunakan tracer [zat pelacak radioaktif dalam dosis kecil] untuk membantu dokter melihat aktivitas sel dan jaringan di dalam tubuh. Pada banyak kasus, PET scan dikombinasikan dengan CT scan [pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambaran bagian dalam tubuh secara detail] menjadi PET/CT. Kombinasi ini membantu dokter melihat aktivitas sel dan jaringan sekaligus mengetahui lokasi tepatnya di dalam tubuh. PET Scan bisa mendeteksi banyak kanker yang membantu dalam menentukan treatment yang tepat bagi pengidap kanker.
Sebagian besar pasien tidak mengalami efek samping serius setelah PET scan. Namun, beberapa hal tetap perlu diperhatikan, seperti rasa tidak nyaman saat penyuntikan, paparan radiasi, kadar gula darah, serta penggunaan zat kontras [zat yang digunakan untuk membantu bagian tertentu di dalam tubuh terlihat lebih jelas pada hasil pemeriksaan] pada CT scan bila diperlukan.
Efek Samping PET Scan yang Mungkin Dirasakan
PET scan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit selama proses pemindaian. Rasa tidak nyaman biasanya berasal dari penyuntikan tracer atau pemasangan infus. Setelah penyuntikan, sebagian pasien dapat mengalami nyeri ringan, kemerahan, atau bengkak pada area bekas suntikan.
Selama proses pemindaian, pasien perlu berbaring diam. Kondisi ini dapat terasa kurang nyaman bagi pasien yang mengalami nyeri tubuh, sulit mempertahankan posisi tertentu, atau memiliki klaustrofobia [rasa takut atau cemas berlebihan saat berada di ruang sempit atau tertutup].
Jika PET scan dilakukan bersama CT scan menggunakan zat kontras, sebagian pasien dapat merasakan sensasi hangat sementara, rasa seperti logam di mulut, atau mual ringan. Reaksi alergi terhadap zat kontras juga dapat terjadi, meskipun jarang.
Karena itu, pasien yang sebelumnya pernah mengalami reaksi alergi terhadap zat kontras sebaiknya memberi tahu dokter atau petugas kesehatan sebelum pemeriksaan.
Apakah Radiasi dari PET Scan Berbahaya?
PET scan menggunakan tracer yang mengandung sejumlah kecil zat radioaktif. Zat ini hanya berada di dalam tubuh untuk sementara waktu. Seiring waktu, aktivitas radioaktifnya akan berkurang dan zat tersebut akan dikeluarkan dari tubuh.
Jika pemeriksaan dilakukan sebagai PET/CT, pasien juga akan mendapat paparan radiasi dari CT scan. Besarnya paparan radiasi dapat berbeda, tergantung jenis pemeriksaan dan cara pemeriksaan dilakukan.
Adanya radiasi tidak berarti PET scan selalu berbahaya. Dokter akan mempertimbangkan apakah manfaat pemeriksaan lebih besar daripada kemungkinan risikonya. Pada pasien kanker, PET/CT dapat membantu menentukan stadium, melihat penyebaran penyakit, menilai respons terhadap pengobatan, atau mengevaluasi kemungkinan kanker muncul kembali pada kondisi tertentu.
Namun, karena menggunakan radiasi, PET scan tidak dilakukan sebagai pemeriksaan rutin pada semua orang sehat tanpa alasan medis yang jelas.

Siapa yang Perlu Memberi Tahu Dokter Sebelum PET Scan?
Sebelum menjalani PET scan, pasien perlu memberi tahu dokter atau petugas kesehatan mengenai kondisi kesehatan dan obat yang sedang digunakan.
Beberapa kondisi yang perlu disampaikan antara lain:
- Sedang hamil atau ada kemungkinan hamil;
- Sedang menyusui;
- Memiliki diabetes [penyakit dengan kadar gula darah lebih tinggi dari normal];
- Memiliki gangguan ginjal;
- Pernah mengalami alergi atau reaksi terhadap zat kontras;
- Sulit berbaring dalam waktu lama;
- Memiliki klaustrofobia.
Informasi mengenai kehamilan dan menyusui sangat penting karena paparan radiasi memerlukan pertimbangan khusus.
Pada pasien dengan diabetes, persiapan juga perlu diperhatikan karena kadar gula darah dapat memengaruhi hasil pemeriksaan tertentu, terutama PET scan yang menggunakan FDG [fluorodeoxyglucose, yaitu zat yang menyerupai gula dan digunakan sebagai tracer pada beberapa pemeriksaan PET]. FDG akan masuk ke jaringan sesuai dengan banyaknya gula yang digunakan oleh sel.
Karena itu, pasien dengan diabetes dapat memperoleh petunjuk khusus mengenai waktu makan, puasa, penggunaan obat diabetes, insulin [hormon yang membantu mengatur kadar gula darah], dan jadwal pemeriksaan.
Apakah PET Scan Aman untuk Lansia?
Usia lanjut tidak berarti seseorang tidak dapat menjalani PET scan. Pemeriksaan ini tetap dapat dilakukan pada lansia bila memang diperlukan secara medis.
Dokter akan mempertimbangkan kondisi pasien secara keseluruhan, termasuk kemampuan untuk berbaring diam, kadar gula darah, obat yang sedang digunakan, serta fungsi ginjal bila pemeriksaan menggunakan zat kontras.
Bagi pasien yang memiliki kesulitan berjalan, menggunakan kursi roda, mengalami nyeri tulang, atau membutuhkan pendamping, sebaiknya beri tahu fasilitas kesehatan sejak membuat jadwal pemeriksaan. Dengan begitu, kebutuhan pasien dapat dipersiapkan dengan lebih baik.
Baca juga: Apakah PET Scan Aman untuk Lansia? Cek Risiko & Manfaatnya
Referensi
- RadiologyInfo.org. PET/CT Scan [Internet]. Reston (VA): American College of Radiology and Radiological Society of North America; 2025 [cited 2026 Jun 9]. Available from: https://www.radiologyinfo.org/en/info/pet
- National Cancer Institute. Nuclear Scans [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2024 [cited 2026 Jun 9]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/diagnosis-staging/tests/nuclear-scans-fact-sheet
- Boellaard R, Delgado-Bolton R, Oyen WJG, Giammarile F, Tatsch K, Eschner W, et al. FDG PET/CT: EANM procedure guidelines for tumour imaging: version 2.0. Eur J Nucl Med Mol Imaging. 2015;42(2):328-54. doi:10.1007/s00259-014-2961-x.
