Kondisi tekanan darah tinggi (hipertensi), yaitu keadaan ketika tekanan darah menetap di atas batas normal, tidak serta-merta menandakan bahwa seseorang pasti akan mengidap penyakit kanker. Hipertensi pada umumnya lebih dikenal sebagai faktor risiko utama bagi penyakit jantung, serangan stroke, serta gangguan ginjal.
Sejumlah penelitian observasional menemukan adanya keterkaitan antara tekanan darah tinggi dengan peningkatan derajat risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker ginjal. Keterkaitan tersebut tetap perlu kita pahami secara bijaksana dan berhati-hati, mengingat faktor usia, berat badan berlebih, kebiasaan merokok, diabetes, kurangnya aktivitas fisik, serta gangguan ginjal turut memengaruhi hasil analisis penelitian tersebut. Hipertensi bukanlah suatu diagnosis kanker dan tidak secara otomatis menjadi pemicu langsung munculnya kanker di dalam tubuh.
Apa Itu Hipertensi?
Hipertensi merupakan suatu keadaan medis saat tekanan darah seseorang secara konsisten berada di atas batas normal melalui prosedur pengukuran yang tepat. Nilai tekanan darah ini mencerminkan seberapa besar dorongan darah terhadap dinding pembuluh darah ketika dipompa oleh organ jantung.
Kondisi tekanan darah tinggi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor pemicu, seperti pertambahan usia, faktor keturunan keluarga, konsumsi garam secara berlebihan, berat badan berlebih, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, penyakit diabetes, serta adanya gangguan ginjal. Hipertensi pada banyak individu sering kali tidak menimbulkan keluhan fisik yang nyata, sehingga melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi sangat penting.
Apakah Hipertensi Bisa Meningkatkan Risiko Kanker?
Sebagian besar bukti ilmiah mengenai kaitan hipertensi dan kanker bersumber dari studi observasional, yaitu metode penelitian yang mengamati hubungan antarvariabel tanpa memberikan tindakan intervensi. Tinjauan ilmiah terhadap berbagai hasil penelitian menemukan adanya keterkaitan yang cukup konsisten antara tekanan darah tinggi dan derajat risiko kanker ginjal. Sejumlah penelitian juga mengamati keterkaitan dengan kanker usus besar (kolorektal) serta kanker payudara, meskipun tingkat keeratan kaitannya tidak sama pada setiap jenis kanker.
Temuan medis tersebut sebatas menunjukkan adanya asosiasi atau keterkaitan statistik, bukan bukti mutlak bahwa hipertensi menjadi pemicu langsung timbulnya kanker. Dua kondisi kesehatan dapat tampak berhubungan karena memiliki faktor risiko pemicu yang sama, atau akibat adanya faktor lain yang memengaruhi hasil analisis penelitian tersebut.
Baca juga: Kanker dan Lingkungan: Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Mengapa Hipertensi dan Kanker Bisa Tampak Berhubungan?
Kondisi hipertensi dan beberapa jenis kanker pada dasarnya memiliki berbagai faktor risiko pemicu yang sama. Keadaan berat badan berlebih, kebiasaan merokok, bertambahnya usia, penyakit diabetes, gangguan metabolik (yaitu gangguan pada proses kelancaran tubuh dalam mengolah energi), serta kurangnya aktivitas fisik dapat berperan pada kedua kondisi kesehatan tersebut.
Analisis penelitian juga perlu mempertimbangkan keberadaan faktor perancu (confounding factors), yaitu faktor luar yang dapat memengaruhi gambaran hubungan yang terlihat. Sebagai contoh, kondisi obesitas dapat meningkatkan peluang terjadinya hipertensi sekaligus memicu beberapa jenis kanker. Keterkaitan yang terlihat antara hipertensi dan kanker dalam situasi tersebut tidak selalu bersumber dari tekanan darah tinggi semata. Gangguan kesehatan pada ginjal juga dapat menjadi bagian dari hubungan yang kompleks ini, mengingat fungsi organ ginjal dan kestabilan tekanan darah saling memengaruhi satu sama lain.
Apa yang Lebih Penting Dilakukan?
Fokus utama bagi individu dengan hipertensi adalah menjaga kestabilan tekanan darah serta mengontrol faktor risiko kesehatan lainnya agar tetap berada dalam kisaran normal. Langkah-langkah hidup sehat yang sangat bermanfaat mencakup kebiasaan tidak merokok, menjaga keteraturan aktivitas fisik sesuai dengan batas kemampuan tubuh, mempertahankan berat badan ideal, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta disiplin menjalani pemeriksaan kesehatan berkala.
Skrining kanker, yaitu tindakan pemeriksaan pada individu tanpa gejala untuk menemukan indikasi awal penyakit, tetap dilaksanakan berdasarkan acuan medis baku seperti jenis kanker, kelompok usia, riwayat kesehatan keluarga, serta faktor risiko yang relevan. Kondisi hipertensi semata tidak serta-merta menjadi alasan bagi seseorang untuk menjalani seluruh jenis tes skrining kanker.
Konsultasi medis ke dokter sangat diperlukan seandainya nilai tekanan darah sering berada pada angka yang tinggi atau sulit terkontrol, guna menentukan penanganan medis yang paling sesuai. Penggunaan obat antihipertensi sangat tidak disarankan untuk dihentikan, diganti, atau diubah dosisnya secara mandiri hanya karena munculnya kekhawatiran yang belum terbukti mengenai penyakit kanker.
Upaya pengendalian hipertensi tetap memegang peranan penting, meskipun kaitannya dengan kanker belum dapat disimpulkan sebagai hubungan sebab-akibat. Tekanan darah yang tidak terkontrol dengan baik berpotensi meningkatkan derajat risiko komplikasi penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) serta serangan gangguan ginjal, terlepas dari isu risiko kanker.
Keputusan mengenai pelaksanaan prosedur skrining medis sebaiknya diselaraskan dengan jenis kanker yang pernah diidap, riwayat usia saat anggota keluarga didiagnosis, serta faktor risiko kesehatan lainnya seandainya terdapat silsilah riwayat kanker di dalam keluarga. Pendekatan klinis yang terarah ini jauh lebih bijaksana dan tepat dibandingkan melakukan pemeriksaan kanker secara berlebihan hanya karena seseorang memiliki kondisi hipertensi.
www.oneonco.co.id menyediakan Program Bantuan Pasien dengan harga khusus untuk beberapa produk onkologi tertentu. Bagi Pasien yang membutuhkan informasi mengenai ketersediaan obat yang termasuk dalam program, ketentuan, kriteria peserta, serta harga dapat diperoleh dengan menghubungi WhatsApp ONEONCO di +62 811-1707-0111.

Referensi
- Seretis A, Cividini S, Markozannes G, Tseretopoulou X, Lopez DS, Ntzani EE, et al. Association between blood pressure and risk of cancer development: a systematic review and meta-analysis of observational studies. Sci Rep. 2019;9(1):8565.
- National Cancer Institute. Cancer screening overview (PDQ®)–health professional version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 [cited 2026 Oct 15]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/screening/hp-screening-overview-pdq
