PET/CT [pemeriksaan gabungan PET untuk melihat aktivitas sel dan jaringan serta CT untuk melihat struktur di dalam tubuh] dapat membantu perencanaan radioterapi [terapi kanker menggunakan radiasi] pada beberapa jenis kanker, terutama bila dokter perlu menentukan luas area kanker yang akan diterapi. Pemeriksaan ini tidak wajib dilakukan pada semua pasien.
Radioterapi membutuhkan pemetaan yang akurat agar radiasi dapat diarahkan ke area target sekaligus membatasi paparan pada jaringan sehat. CT simulasi [pemeriksaan CT yang dilakukan khusus untuk menentukan posisi tubuh dan merencanakan area serta dosis radiasi] tetap menjadi pemeriksaan utama dalam perencanaan radioterapi.
Pada beberapa jenis kanker, PET/CT dapat memberikan informasi tambahan mengenai aktivitas sel kanker dan luas penyebaran penyakit sehingga membantu tim medis menentukan area yang perlu mendapatkan radiasi dengan lebih tepat.
Apa Itu Perencanaan Radioterapi?
Sebelum radioterapi dimulai, pasien biasanya menjalani simulasi radioterapi [proses untuk menentukan posisi tubuh dan memetakan area yang akan menerima radiasi]. CT simulasi digunakan untuk melihat struktur tubuh, menentukan posisi yang dapat diulang pada setiap sesi terapi, serta membantu menghitung dan mengatur dosis radiasi yang akan diberikan.
Tahap ini berbeda dari pemeriksaan pencitraan yang dilakukan untuk diagnosis karena hasilnya digunakan secara langsung untuk merencanakan radioterapi. Alat penyangga atau posisi tubuh tertentu dapat digunakan agar posisi pasien dan area target tetap konsisten pada setiap sesi terapi.
Baca juga: Panduan Pengobatan Kanker di Indonesia: Diagnosis, Terapi, dan Akses Perawatan yang Tepat
Apa Tambahan Informasi dari PET/CT?
Kanker sekaligus lokasi dan struktur jaringan di dalam tubuh. PET/CT dapat memberikan informasi mengenai aktivitas metabolik jaringan sekaligus lokasi dan struktur jaringan di dalam tubuh.Pada beberapa jenis kanker, pemeriksaan ini dapat membantu menunjukkan area tumor yang masih aktif, kelenjar getah bening yang dicurigai terlibat, atau penyebaran kanker yang belum terlihat jelas pada pemeriksaan pencitraan yang hanya menilai struktur tubuh.
Informasi tersebut dapat membantu dokter menentukan luas area yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan radioterapi. Pada kanker tertentu, seperti kanker paru, PET/CT juga dapat membantu membedakan tumor yang masih aktif dari jaringan paru yang mengempis, jaringan parut, atau perubahan lain setelah penyakit maupun terapi.

Bagaimana PET/CT Membantu Menentukan Target Radiasi?
Dalam perencanaan radioterapi, dokter perlu menentukan target radiasi [area yang direncanakan untuk menerima radiasi]. Salah satu istilah yang digunakan adalah GTV [Gross Tumor Volume, yaitu bagian tumor yang dapat terlihat atau dikenali pada pemeriksaan].
Informasi dari PET saja belum cukup. Temuan pada PET perlu dinilai bersama dengan CT simulasi, pemeriksaan lain seperti MRI [pemeriksaan menggunakan medan magnet untuk menghasilkan gambaran bagian dalam tubuh secara detail] bila dibutuhkan, hasil pemeriksaan jaringan, dan kondisi pasien.
Penggabungan berbagai informasi tersebut membantu dokter menentukan area target dengan lebih tepat sehingga area kanker tidak terlewat sekaligus mengurangi paparan radiasi yang tidak diperlukan pada jaringan sehat.
Kapan PET/CT Lebih Sering Dipertimbangkan?
PET/CT lebih sering dipertimbangkan pada jenis kanker yang memang dapat memberikan informasi tambahan penting untuk pemetaan penyakit sebelum radioterapi. Contohnya adalah beberapa jenis kanker paru, kanker kepala dan leher, serta limfoma. Kebutuhan pemeriksaan tetap disesuaikan dengan tujuan terapi dan kondisi penyakit.
Tidak semua pasien dengan jenis kanker yang sama membutuhkan PET/CT sebelum radioterapi. Pemeriksaan ini dipilih bila informasi tambahan dari PET/CT diperkirakan dapat membantu menentukan area target radiasi atau memengaruhi perencanaan terapi kanker
Apakah PET/CT Bisa Menggantikan CT Simulasi?
PET/CT tidak menggantikan CT simulasi karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda. CT simulasi digunakan untuk menentukan posisi tubuh dan merencanakan dosis radiasi, sedangkan PET/CT dapat memberikan informasi tambahan mengenai aktivitas kanker dan luas penyakit.
Sebelum radioterapi, PET/CT dapat digunakan untuk membantu menentukan stadium kanker [seberapa jauh kanker telah berkembang atau menyebar], membantu menentukan target radiasi, atau mengevaluasi area yang dicurigai. Pada sebagian pasien, temuan pada PET/CT dapat membuat tim medis meninjau kembali area yang perlu diterapi atau tujuan radioterapi.
Hasil PET/CT tetap perlu dinilai bersama dengan pemeriksaan lain dan kondisi pasien. Waktu pemeriksaan juga perlu dipertimbangkan karena peradangan setelah operasi atau terapi sebelumnya dapat meningkatkan aktivitas jaringan dan memengaruhi hasil PET/CT. Tim radioterapi dan kedokteran nuklir akan menentukan waktu pemeriksaan yang paling sesuai berdasarkan terapi yang sudah dijalani dan tujuan pemeriksaan.
Baca juga: Kapan Perlu PET Scan? Kondisi yang Membuat Dokter Merekomendasikan Pemeriksaan Ini
Referensi
1. Nestle U, et al. Joint EANM/SNMMI/ESTRO practice recommendations for the use of 2-[18F]FDG PET/CT for external beam radiation treatment planning in lung cancer V1.0. Eur J Nucl Med Mol Imaging. 2022. doi:10.1007/s00259-021-05624-5.
2. van Baardwijk A, et al. The current status of FDG-PET in tumour volume definition in radiotherapy treatment planning. Cancer Treat Rev. 2006.
3. Speirs CK, Grigsby PW, Huang J, et al. PET-based radiation therapy planning. PET Clin. 2015.

[…] Baca juga: Peran PET/CT dalam Perencanaan Radioterapi […]
[…] Baca juga: Peran PET/CT dalam Perencanaan Radioterapi […]