PET Scan Setelah Imunoterapi: Mengapa Hasilnya Bisa Tampak Memburuk?

BAGIKAN

Hasil PET/CT [pemeriksaan gabungan PET untuk melihat aktivitas sel dan jaringan serta CT untuk melihat struktur di dalam tubuh] setelah imunoterapi [terapi yang membantu sistem imun mengenali dan melawan kanker] tidak selalu dapat diartikan dengan prinsip sederhana “semakin aktif berarti semakin buruk”. Imunoterapi dapat meningkatkan aktivitas sel imun dan menyebabkan peradangan [reaksi tubuh terhadap cedera, infeksi, atau gangguan lainnya]. Kondisi ini dapat membuat lesi [area jaringan yang tampak tidak normal] sementara terlihat lebih besar atau lebih aktif pada PET/CT.

Salah satu pola yang dapat terjadi adalah pseudoprogression [gambaran pada pemeriksaan yang seolah menunjukkan kanker memburuk, tetapi sebenarnya berkaitan dengan respons sistem imun terhadap terapi]. Tidak semua hasil yang tampak memburuk merupakan pseudoprogression. Dokter perlu menilai hasil PET/CT bersama dengan perubahan pada pemeriksaan sebelumnya, gejala, kondisi pasien, dan hasil pemeriksaan lainnya.

Bagaimana PET/CT Menilai Respons Terapi?

PET/CT membantu dokter melihat lokasi kelainan sekaligus aktivitas sel dan jaringan di area tersebut. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk menilai perubahan aktivitas kanker setelah terapi.

Pada banyak jenis kanker, PET menggunakan FDG [zat pelacak radioaktif yang menyerupai glukosa atau gula yang digunakan tubuh sebagai sumber energi]. FDG dapat terkumpul lebih banyak pada sel kanker yang aktif. Karena hasil PET Scan tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas sel kanker, area dengan peradangan atau infeksi juga dapat menunjukkan peningkatan aktivitas pada FDG PET/CT. Peningkatan penyerapan FDG setelah imunoterapi tidak selalu berarti jumlah sel kanker bertambah.

Baca juga: PET Scan untuk Kanker: Fungsi dalam Menentukan Stadium dan Evaluasi Terapi

Mengapa Hasil Bisa Tampak Memburuk Setelah Imunoterapi?

Imunoterapi dapat mengaktifkan sel imun untuk masuk ke area tumor. Respons ini dapat menyebabkan peradangan dan membuat ukuran lesi atau penyerapan FDG meningkat sementara.

Pada sebagian pasien, lesi yang sebelumnya sudah ada dapat terlihat lebih aktif atau muncul area baru pada pemeriksaan awal setelah terapi. Pola ini perlu dibedakan dari progresi [kondisi ketika kanker benar-benar bertambah besar atau menyebar]. Waktu pemeriksaan setelah terapi dan jenis kanker turut memengaruhi cara hasil tersebut dinilai.

Apa Itu Pseudoprogression?

Pseudoprogression adalah gambaran pada pemeriksaan pencitraan yang seolah menunjukkan kanker memburuk, padahal perubahan tersebut dapat berkaitan dengan respons sistem imun terhadap terapi. Fenomena ini dapat terjadi setelah imunoterapi, tetapi relatif tidak sering dan frekuensinya dapat berbeda menurut jenis kanker serta jenis terapi yang digunakan.

Pseudoprogression tidak boleh digunakan untuk menganggap setiap hasil yang tampak memburuk sebagai tanda bahwa terapi sebenarnya berhasil. Dokter tetap perlu membedakan pola respons imun tersebut dari progresi kanker yang sebenarnya.

Bagaimana Membedakan Pseudoprogression dan Perburukan Sebenarnya?

Penilaian dilakukan dengan membandingkan hasil PET/CT terbaru dengan pemeriksaan sebelumnya, melihat lokasi dan pola perubahan lesi, serta menilai kondisi pasien dan gejala. Bagian CT pada PET/CT juga membantu dokter melihat perubahan ukuran dan struktur jaringan.

Bila hasil awal belum cukup jelas untuk membedakan pseudoprogression dari progresi kanker, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan ulang setelah jangka waktu yang sesuai atau pemeriksaan tambahan. Keputusan tersebut disesuaikan dengan jenis kanker, terapi yang digunakan, kondisi pasien, dan pengaruh hasil pemeriksaan terhadap rencana terapi selanjutnya.

pet scan

Kapan Hasil PET/CT Perlu Dibahas Segera?

Hasil PET/CT perlu dibahas dengan dokter, terutama bila laporan menunjukkan kemungkinan progresi yang dapat memengaruhi rencana terapi atau bila muncul gejala baru yang berat. Hasil pemeriksaan sebelumnya juga perlu dibandingkan untuk melihat perubahan dari waktu ke waktu.

Keputusan untuk menghentikan atau melanjutkan imunoterapi tidak sebaiknya dibuat hanya berdasarkan hasil PET/CT. Penilaian perlu mempertimbangkan hasil pemeriksaan pencitraan, kondisi pasien, gejala, perjalanan penyakit, dan pertimbangan tim medis.

Pola respons setelah imunoterapi dapat berbeda dari respons setelah kemoterapi [terapi kanker menggunakan obat untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker]. Imunoterapi dapat menyebabkan perubahan pada hasil pemeriksaan akibat aktivitas sistem imun sehingga waktu sejak terapi dimulai juga perlu diperhatikan saat menilai hasil PET/CT.

Perburukan kondisi umum, nyeri yang semakin berat, atau gangguan fungsi organ dapat membuat dokter lebih mencurigai progresi kanker. Kondisi pasien yang tetap stabil juga tidak otomatis membuktikan pseudoprogression. Hasil pemeriksaan tetap perlu dinilai secara menyeluruh.

Referensi

1. Aide N, Hicks RJ, Le Tourneau C, et al. FDG PET/CT for assessing tumour response to immunotherapy. Eur J Nucl Med Mol Imaging. 2019;46:238-250.

2. Ma Y, Wang Q, Dong Q, Zhan L, Zhang J. How to differentiate pseudoprogression from true progression in cancer patients treated with immunotherapy. Am J Cancer Res. 2019;9(8):1546-1553.

3. Masse M, et al. [18F]FDG-PET/CT atypical response patterns to immunotherapy. 2024.