Deteksi dini kanker ovarium [kanker indung telur] berbeda dengan pemeriksaan rutin untuk menemukan kanker sebelum muncul gejala. Pada kanker serviks [kanker leher rahim] atau kanker payudara, sudah tersedia pemeriksaan tertentu yang dapat dilakukan pada kelompok yang sesuai. Namun, pada kanker ovarium, pemeriksaan rutin pada wanita dengan risiko rata-rata, termasuk CA-125 [tes darah untuk mengukur zat tertentu yang dapat meningkat pada kanker ovarium] dan USG transvaginal [pemeriksaan USG melalui vagina untuk melihat rahim dan indung telur], belum terbukti dapat menurunkan angka kematian akibat kanker ovarium.
Karena itu, upaya menemukan kanker ovarium sedini mungkin lebih banyak bergantung pada kewaspadaan terhadap gejala yang menetap, penilaian faktor risiko, pemeriksaan oleh dokter, USG bila diperlukan, tes CA-125 sesuai kondisi pasien, pemeriksaan pencitraan [pemeriksaan untuk melihat kondisi bagian dalam tubuh, seperti CT scan atau MRI] bila dibutuhkan, serta konseling genetik [konsultasi untuk menilai kemungkinan adanya perubahan gen yang dapat meningkatkan risiko kanker dalam keluarga] pada kelompok dengan risiko tinggi.
Mengapa Kanker Ovarium Sulit Dideteksi Sejak Awal?
Kanker ovarium sering sulit dideteksi sejak awal karena ovarium terletak cukup dalam di area panggul, sehingga perubahan kecil tidak mudah terlihat atau dirasakan dari luar. Selain itu, gejalanya sering tidak khas dan dapat menyerupai gangguan pencernaan atau masalah saat buang air kecil, seperti perut kembung, cepat kenyang, nyeri di area panggul, sulit buang air besar, atau sering buang air kecil.
National Cancer Institute (NCI) Amerika Serikat menjelaskan bahwa kanker ovarium, tuba falopi [saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim], dan peritoneum primer [kanker yang berasal dari lapisan dalam rongga perut] sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Ketika gejala mulai muncul, penyakit dapat sudah berada pada tahap yang lebih lanjut. Karena itu, deteksi dini kanker ovarium perlu memperhatikan pola gejala, terutama bila keluhan baru muncul, semakin sering, menetap, atau semakin berat.
Gejala yang Perlu Dicatat dan Dievaluasi
Gejala kanker ovarium sering tidak khas dan dapat menyerupai kondisi lain. Namun, beberapa keluhan perlu diperhatikan bila terasa berbeda dari biasanya, terutama jika gejala baru muncul, sering terjadi, menetap, atau semakin berat.
Keluhan yang sebaiknya dievaluasi meliputi:
- Perut kembung yang menetap;
- Cepat kenyang atau nafsu makan menurun;
- Nyeri panggul atau nyeri di perut bagian bawah;
- Perut terasa semakin membesar;
- Sering buang air kecil atau terasa tertekan pada kandung kemih;
- Perubahan pola buang air besar, seperti sulit buang air besar atau diare;
- Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas;
- Mudah lelah yang tidak biasa; dan
- Perdarahan dari vagina yang tidak normal, terutama setelah menopause [masa ketika seorang wanita sudah tidak mengalami menstruasi secara permanen]
Keluhan tersebut tidak selalu berarti kanker ovarium. Namun, bila berlangsung selama beberapa minggu, semakin sering, semakin berat, atau tidak membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Baca juga: Kanker Ovarium: Gejala, Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mendeteksinya Sejak Dini
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan awal biasanya dimulai dengan konsultasi bersama dokter. Dokter akan menanyakan gejala, riwayat menstruasi dan menopause, riwayat kehamilan, riwayat kanker ovarium atau kanker payudara dalam keluarga, serta faktor risiko lainnya. Pemeriksaan panggul juga dapat dilakukan untuk menilai apakah terdapat benjolan, nyeri, atau pembesaran di area panggul.
USG transvaginal dapat membantu dokter melihat ovarium, rahim, dan area di sekitarnya. Pemeriksaan ini dapat menemukan benjolan atau kista pada ovarium serta membantu menilai bentuk dan karakteristiknya. Namun, hasil USG saja tidak selalu dapat memastikan apakah suatu benjolan merupakan kanker atau bukan.
CT scan [pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambaran bagian dalam tubuh secara lebih detail], MRI [pemeriksaan menggunakan medan magnet untuk menghasilkan gambaran bagian dalam tubuh secara detail], atau pemeriksaan pencitraan lanjutan dapat dipertimbangkan bila dokter menemukan benjolan yang mencurigakan, gejala yang menetap, kadar CA-125 yang meningkat, atau bila diperlukan untuk menilai apakah penyakit telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Tes CA-125: Manfaat dan Keterbatasan
CA-125 adalah zat dalam darah yang kadarnya dapat meningkat pada sebagian pasien dengan kanker ovarium. Pemeriksaan CA-125 dapat membantu dokter dalam menilai kemungkinan adanya kanker ovarium, memantau respons terhadap pengobatan, atau mengikuti perkembangan penyakit pada pasien tertentu.
Namun, CA-125 memiliki beberapa keterbatasan:
- Kadar CA-125 dapat meningkat pada kondisi yang bukan kanker, seperti endometriosis [kondisi ketika jaringan yang menyerupai lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim], radang panggul, menstruasi, kehamilan, atau penyakit lainnya;
- Tidak semua kanker ovarium menyebabkan peningkatan CA-125, terutama pada tahap awal atau jenis kanker ovarium tertentu;
- Hasil CA-125 saja tidak dapat digunakan untuk memastikan diagnosis kanker ovarium.
Karena itu, apakah kanker ovarium dapat dideteksi melalui tes darah? Tes darah dapat membantu pemeriksaan, tetapi tidak dapat memastikan kanker ovarium jika digunakan sendiri. Hasil CA-125 perlu dinilai bersama dengan gejala, pemeriksaan oleh dokter, USG, pemeriksaan pencitraan, dan informasi medis lainnya.
Buat Rencana Pemeriksaan melalui ONEOnco
Jika memiliki gejala yang menetap, riwayat keluarga kanker ovarium atau kanker payudara, maupun ingin menjalani medical check-up yang lebih sesuai dengan kondisi dan faktor risiko, konsultasi melalui ONEOnco dapat menjadi langkah awal untuk menentukan pemeriksaan yang diperlukan.
ONEOnco dapat membantu memberikan arahan mengenai:
- Apakah keluhan perlu diperiksa segera
- Pemeriksaan yang lebih relevan, seperti USG, CA-125, CT/MRI, atau konsultasi dengan dokter spesialis
- Apakah diperlukan second opinion
- Apakah riwayat keluarga mengarah pada kebutuhan konseling genetik
- Pilihan fasilitas kesehatan dan dokter untuk evaluasi lebih lanjut
Deteksi dini kanker ovarium sebaiknya dilakukan berdasarkan gejala, faktor risiko, dan rekomendasi dokter, bukan hanya dengan memilih satu jenis pemeriksaan secara mandiri.
Selain membantu memperoleh informasi dan menentukan langkah pemeriksaan yang sesuai, ONEOnco juga menyediakan Program Bantuan Pasien dengan harga khusus untuk beberapa produk onkologi tertentu. Informasi mengenai ketersediaan obat yang termasuk dalam program, ketentuan, kriteria peserta, serta harga dapat diperoleh dengan menghubungi WhatsApp ONEOnco +62 811-1707-0111.

Referensi
- European Society for Medical Oncology. ESMO Clinical Practice Guideline: epithelial ovarian cancer [Internet]. Lugano: European Society for Medical Oncology; [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.esmo.org/guidelines/esmo-clinical-practice-guideline-epithelial-ovarian-cancer
- National Cancer Institute. Ovarian epithelial, fallopian tube, and primary peritoneal cancer treatment (PDQ®)–health professional version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 May 14 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.cancer.gov/types/ovarian/hp/ovarian-epithelial-treatment-pdq
- PDQ Screening and Prevention Editorial Board. Ovarian, fallopian tube, and primary peritoneal cancers screening (PDQ®). In: PDQ Cancer Information Summaries [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK65898/
- González-Martín A, Harter P, Leary A, Sehouli J, Lorusso D, O’Donnell DM, et al. ESMO Clinical Practice Guideline Express Update on epithelial ovarian cancer. ESMO Open [Internet]. 2026 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12947637/
