Hasil Skrining “Abnormal”: Jangan Panik Dulu, Ini Artinya Secara Medis

BAGIKAN

Menerima surat atau telepon dari laboratorium yang menyatakan hasil skrining kesehatan Anda “abnormal” bisa menjadi momen yang sangat menakutkan. Pikiran tentang kanker atau penyakit serius sering kali langsung menghantui. Namun, sebagai dokter, saya ingin meluruskan satu hal penting: Hasil skrining abnormal bukanlah vonis diagnosis kanker. 1

Skrining kesehatan dirancang untuk mendeteksi potensi risiko, bukan untuk menetapkan penyakit secara pasti. Artikel ini akan memandu Anda memahami langkah medis yang sebenarnya terjadi setelah hasil abnormal keluar, agar Anda dapat menyikapinya dengan tenang dan rasional.

Baca juga: Langkah Pencegahan dan Deteksi Kanker Awal

Memahami Konsep “Lampu Kuning”

Bayangkan skrining seperti penyaring yang sangat halus. Tujuannya adalah menangkap segala sesuatu yang tampak berbeda dari biasanya, sekecil apa pun itu. Karena dirancang sangat sensitif, metode ini sering menghasilkan temuan false positive (positif palsu).1 Artinya, hasil tes menunjukkan ada sesuatu yang “mencurigakan”, tetapi setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata itu hanyalah kondisi jinak, variasi bentuk organ, atau peradangan biasa. 1

Contoh paling umum terjadi pada mamografi (payudara) atau Pap smear (leher rahim). Banyak temuan abnormal pada tes ini ternyata hanyalah kista berisi cairan atau perubahan sel ringan yang bisa sembuh sendiri tanpa perlu operasi. 2

Langkah Medis Selanjutnya: Investigasi, Bukan Operasi

Setelah hasil abnormal keluar, dokter tidak akan langsung menjadwalkan operasi. Kami mengikuti algoritma standar untuk “menginvestigasi” temuan tersebut.

1. Pemindaian Tambahan (Diagnostic Imaging)

Jika keanehan ditemukan lewat foto rontgen atau USG, langkah pertama biasanya adalah memotret ulang dengan detail lebih tinggi. Misalnya pada kasus payudara, dokter mungkin meminta “mamografi diagnostik” dengan sudut pengambilan gambar yang berbeda atau menggunakan USG lanjutan. Sering kali, “bercak” yang tampak mencurigakan di awal ternyata hilang atau terbukti sebagai jaringan normal pada pemindaian kedua ini.2

2. Pemantauan Berkala (Watchful Waiting)

Pada kasus hasil Pap smear atau tes HPV yang menunjukkan perubahan sel ringan, dokter mungkin tidak melakukan tindakan apa pun selain meminta Anda kembali 6-12 bulan lagi.3 Ini bukan pembiaran. Secara medis, banyak perubahan sel leher rahim yang bersifat reversible (bisa kembali normal) oleh sistem imun tubuh. Melakukan tindakan agresif pada tahap ini justru berisiko berlebihan (overtreatment).3

3. Biopsi: Langkah Terakhir

Biopsi (pengambilan sampel jaringan) hanya dilakukan jika—dan hanya jika—hasil pemindaian tambahan atau tes ulang masih menunjukkan tanda-tanda yang kuat ke arah keganasan. Biopsi adalah standar emas (gold standard) untuk memastikan apakah itu kanker atau bukan. Jadi, sebelum ada hasil biopsi, diagnosis kanker belum tegak.3

Kapan Harus Bergerak Cepat?

Meskipun Anda diminta tenang, Anda juga harus waspada. Jadwal pemeriksaan lanjutan bisa dipercepat tergantung pada beberapa faktor: 2,3

  • Derajat Abnormalitas: Temuan yang sangat mencurigakan tentu butuh evaluasi segera, berbeda dengan temuan yang samar.
  • Gejala Fisik: Jika hasil abnormal disertai gejala seperti benjolan yang teraba, nyeri yang tidak hilang, atau perdarahan abnormal, dokter akan memprioritaskan investigasi Anda.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Kalau Curiga Kanker: Langkah Bijak untuk Deteksi Dini

Apa yang Harus Anda Lakukan?

Kunci dari tahap ini adalah kepatuhan tindak lanjut. Penelitian menunjukkan bahwa menunda pemeriksaan lanjutan karena takut justru meningkatkan risiko masalah menjadi lebih serius di kemudian hari. 1

  • Tanyakan pada dokter: “Apa kemungkinan penyebab lain selain kanker?”
  • Pastikan Anda tahu jadwal pasti untuk tes berikutnya.
  • Jangan mendiagnosis diri sendiri lewat internet sebelum proses evaluasi medis selesai.

Kesimpulan

Hasil abnormal adalah “undangan” untuk memeriksa kesehatan Anda lebih dalam, bukan kabar buruk yang final. Dengan mengikuti alur pemeriksaan lanjutan secara tertib, Anda memberikan peluang terbaik bagi tubuh untuk mendapatkan penanganan yang tepat, proporsional, dan akurat

Referensi

  1. National Cancer Institute. Reminders may increase follow-up after abnormal cancer screening tests. Cancer Currents [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2023 [cited 2026 Jan 23]. Available from: https://www.cancer.gov/news-events/cancer-currents-blog/2023/cancer-screening-reminders-improve-follow-up
  2. American Cancer Society. Getting called back after a mammogram [Internet]. Atlanta (GA): American Cancer Society; 2022 [cited 2026 Jan 23]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/screening-tests-and-early-detection/mammograms/getting-called-back-after-a-mammogram.html
  3. National Cancer Institute. HPV and Pap test results: next steps after an abnormal cervical cancer screening test [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2024 [cited 2026 Jan 23]. Available from: https://www.cancer.gov/types/cervical/screening/abnormal-hpv-pap-test-results
Hubungi Kami: +62811 1707 0111