Kanker Testis: Benjolan, Nyeri, dan Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan

BAGIKAN

Upaya mengenali kanker testis merupakan salah satu wujud kepedulian dalam menjaga kesehatan tubuh, khususnya di area testis, yaitu organ penting di dalam kantong zakar (skrotum) yang memiliki peran besar dalam menghasilkan sperma serta hormon laki-laki (testosteron). Salah satu tanda awal kanker testis yang paling sering muncul adalah adanya benjolan atau perubahan ukuran pada salah satu buah zakar. Sebagian besar benjolan yang ditemui pada area ini sebenarnya bukanlah penyakit kanker, melainkan dapat dipicu oleh adanya infeksi, penumpukan cairan, cedera fisik, atau kondisi medis jinak lainnya.

Meskipun sebagian besar benjolan bersifat jinak, setiap perubahan yang tidak biasa pada tubuh sebaiknya tetap diperiksakan. Langkah evaluasi yang dilakukan lebih awal akan sangat membantu dokter untuk mengetahui penyebab pastinya secara cepat, serta menentukan langkah terapi yang paling aman dan sesuai bagi tubuh.

Baca juga: Benjolan di Tubuh: Kapan Harus Tenang dan Kapan Harus Waspada Kanker?

Apa Itu Kanker Testis?

Kanker testis terjadi ketika sel-sel sehat di dalam buah zakar mengalami perubahan sifat dan tumbuh secara tidak terkendali. Sebagian besar kasus ini bermula dari sel germinal, yaitu sel bakal sperma yang berperan penting dalam pembentukan sperma. Tipe kanker sel germinal ini umumnya dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yaitu seminoma (jenis kanker yang cenderung tumbuh lebih lambat) serta non-seminoma (jenis kanker yang tumbuh dan menyebar lebih cepat).

Kanker testis tercatat lebih sering diidap oleh kaum laki-laki usia muda hingga dewasa muda dibandingkan dengan banyak jenis kanker lainnya.

Secara umum, kanker testis memiliki peluang keberhasilan terapi dan kesembuhan yang relatif baik, termasuk pada sebagian kasus ketika sel kankernya telah menyebar ke bagian tubuh lain. Hasil akhir dari proses pemulihan ini tentu akan sangat bergantung pada jenis kanker yang dialami, derajat penyebaran penyakit (stadium), serta bagaimana respons tubuh pengidap terhadap terapi. 

Benjolan atau Perubahan pada Testis

Adanya benjolan merupakan salah satu gejala awal yang paling penting untuk diperhatikan. Benjolan tersebut dapat terasa keras saat diraba, berbeda dari jaringan sehat di sekitarnya, atau menyebabkan salah satu buah zakar tampak mengalami perubahan ukuran. Sebagian pengidap sering kali tidak merasakan nyeri akibat adanya benjolan ini, sehingga tanda tersebut rentan diabaikan. Perubahan fisik lainnya yang patut dicermati meliputi buah zakar yang terasa lebih berat dari biasanya, membesar secara perlahan, atau memiliki tekstur permukaan yang berbeda dari sediakala.

Melakukan pemeriksaan mandiri secara berkala sangat bermanfaat untuk membantu menyadari adanya perubahan dini pada tubuh, meskipun langkah ini belum dapat menentukan secara pasti apakah benjolan tersebut merupakan kanker atau kondisi jinak. Pemeriksaan langsung oleh dokter tetap menjadi langkah terbaik yang sangat dianjurkan. 

Nyeri atau Rasa Berat pada Skrotum

Beberapa keluhan fisik lain yang dapat muncul selain benjolan meliputi rasa berat pada kantong zakar (skrotum), rasa nyeri tumpul yang menjalar di perut bagian bawah atau area selangkangan, nyeri pada buah zakar, hingga terjadinya pembengkakan pada skrotum.

Penumpukan cairan secara mendadak juga dapat terjadi di area tersebut, meskipun keluhan ini memiliki banyak sekali kemungkinan penyebab lain yang bersifat non-kanker, seperti penumpukan cairan jinak di sekitar testis (hidrokel), pelebaran pembuluh darah di dalam skrotum (varikokel), adanya infeksi bakteri, atau akibat cedera fisik.

Kemunculan rasa nyeri pada buah zakar yang terjadi secara mendadak dan terasa sangat berat merupakan kondisi darurat yang memerlukan pertolongan medis segera. Keadaan ini dapat disebabkan oleh kondisi darurat ketika saluran testis terpuntir sehingga aliran darahnya terganggu (torsio testis), yang jika terlambat ditangani dapat mengancam fungsi organ tersebut. 

Siapa yang Lebih Berisiko?

Penyebab pasti di balik munculnya penyakit kanker testis sering kali belum dapat diketahui secara ilmiah. Berbagai penelitian medis menunjukkan adanya beberapa faktor kesehatan yang dapat meningkatkan derajat risiko seseorang untuk mengidap kondisi ini, antara lain:

  • Adanya riwayat medis buah zakar yang tidak turun ke dalam kantong skrotum sejak lahir (kriptorkidisme).
  • Riwayat pernah mengidap penyakit kanker pada testis yang di sebelahnya.
  • Adanya faktor keturunan, seperti memiliki ayah kandung atau saudara laki-laki dengan riwayat penyakit kanker testis.
  • Beberapa kondisi medis bawaan tertentu yang memengaruhi proses tumbuh kembang buah zakar.

Memiliki satu atau beberapa faktor risiko tersebut tentu tidaklah berarti seseorang pasti akan mengidap kanker testis di kemudian hari, melainkan menjadi panduan agar lebih peka dalam menjaga kesehatan tubuh. 

Baca juga: Kanker dan Lingkungan: Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Bagaimana Benjolan Testis Diperiksa?

Dokter biasanya akan mengawali pemeriksaan dengan menanyakan riwayat keluhan kesehatan secara mendalam serta melakukan pemeriksaan fisik secara langsung. Saat ditemukan adanya benjolan atau perubahan fisik tertentu, salah satu langkah pemeriksaan utama yang sangat dianjurkan adalah prosedur ultrasonografi (USG) kantong zakar (skrotum).

Pemeriksaan USG ini sangat membantu dokter untuk melihat dengan jelas apakah posisi benjolan berada di dalam buah zakar atau justru berasal dari jaringan di sekitarnya. Prosedur ini juga sangat bermanfaat untuk membantu membedakan antara benjolan padat yang mencurigakan dengan penumpukan cairan jinak.

Dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan sampel darah untuk mendeteksi penanda tumor, yaitu zat alami di dalam darah yang kadarnya dapat mengalami perubahan atau peningkatan pada beberapa jenis kanker, seperti protein AFP (alfa-fetoprotein), beta-hCG, dan enzim LDH. Temuan kadar penanda tumor ini bermanfaat untuk membantu proses penegakan diagnosis, memperkirakan derajat penyebaran penyakit (stadium), serta memantau bagaimana efektivitas jalannya terapi harian. Kadar penanda tumor yang terbaca normal tentu tidak selalu dapat langsung menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit kanker testis, sehingga evaluasi menyeluruh tetap menjadi langkah penting yang perlu dilakukan. 

Baca juga: Apa Cara Pertama untuk Mendeteksi Kanker? Deteksi Awal Sejak Dini

Mengapa Biopsi Melalui Skrotum Biasanya Tidak Dilakukan?

Sebagian besar jenis kanker umumnya membutuhkan tindakan pengambilan sampel jaringan (biopsi) sebelum operasi dilakukan. Hal ini berbeda dengan kondisi dugaan kanker testis, di mana tindakan biopsi langsung melalui kantong zakar (skrotum) biasanya dihindari karena berisiko memengaruhi jalur penyebaran penyakit serta proses terapinya.

Tindakan operasi pengangkatan testis melalui sayatan kecil di area selangkangan (radical inguinal orchiectomy) akan disarankan oleh dokter jika kecurigaan terhadap adanya sel kanker sangat tinggi. Jaringan buah zakar yang diangkat tersebut kemudian akan diperiksa secara mendalam di laboratorium patologi guna memastikan diagnosis secara akurat serta mendeteksi jenis sel kankernya. 

Bagaimana Kanker Testis Diobati?

Rencana terapi/pengobatan bagi pengidap akan ditentukan secara saksama berdasarkan jenis sel kanker, derajat penyebaran penyakit (stadium), kadar penanda tumor di dalam darah, luas penyebaran penyakit, serta kondisi kesehatan fisik pengidap secara menyeluruh.

Berbagai pilihan terapi medis yang dapat dipertimbangkan meliputi tindakan operasi pembedahan, program pemantauan kesehatan secara ketat pascaoperasi pada kondisi tertentu, terapi obat-obatan (kemoterapi), serta terapi radiasi (radioterapi) untuk beberapa jenis kanker tertentu.

Kedua jenis utama kanker testis, yaitu seminoma dan non-seminoma, dapat memiliki pendekatan terapi yang berbeda satu sama lain. Penyesuaian rencana terapi ini wajib diselaraskan dengan hasil pemeriksaan medis dari masing-masing pengidap. 

Baca juga: Pentingnya PET Scan dalam Pengobatan Kanker

Apakah Pengobatan Memengaruhi Kesuburan?

Sebagian pengidap tetap memiliki kesempatan untuk dapat memiliki anak setelah menyelesaikan seluruh rangkaian terapi kanker testis.

Tindakan pengangkatan salah satu buah zakar tidak serta-merta menyebabkan kemandulan (infertilitas) selama buah zakar yang lainnya masih dalam kondisi sehat dan berfungsi dengan baik.

Namun perlu disadari juga bahwa kondisi penyakit kanker itu sendiri, serta efek samping dari terapi obat-obatan (kemoterapi) atau terapi radiasi, dapat berpotensi memengaruhi kualitas serta jumlah produksi sperma pada sebagian pengidap. 

Kapan Waktu Terbaik untuk Melakukan Konsultasi Medis?

Konsultasi dengan dokter sangat disarankan untuk segera direncanakan ketika menemukan adanya benjolan baru, pembengkakan yang mencurigakan, perubahan ukuran atau tekstur permukaan buah zakar, munculnya sensasi rasa berat pada kantong zakar (skrotum), atau rasa nyeri yang tidak kunjung membaik.

Rasa nyeri pada buah zakar yang muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat berat, terutama jika disertai rasa mual, muntah, atau pembengkakan mendadak, merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan pertolongan segera di rumah sakit karena dapat berkaitan dengan kondisi darurat buah zakar terpuntir (torsio testis).

Setiap benjolan baru yang ditemukan pada buah zakar tentu tidak selalu menandakan adanya penyakit kanker. Penyakit kanker testis dapat berkembang dalam bentuk benjolan tanpa disertai rasa nyeri sama sekali, sehingga setiap perubahan fisik yang dirasakan menetap pada tubuh sangatlah penting untuk diperiksa secara saksama oleh. 

www.oneonco.co.id menyediakan Program Bantuan Pasien dengan harga khusus untuk beberapa produk onkologi tertentu. Bagi Pasien yang membutuhkan informasi mengenai ketersediaan obat yang termasuk dalam program, ketentuan, kriteria peserta, serta harga dapat diperoleh dengan menghubungi WhatsApp ONEONCO di +62 811-1707-0111.

skrining awal kanker
Risk assesment

Referensi

  1. PDQ Adult Treatment Editorial Board. Testicular Cancer Treatment (PDQ®) [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.cancer.gov/types/testicular/hp/testicular-treatment-pdq
  2. National Cancer Institute. Symptoms of Testicular Cancer [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2023 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.cancer.gov/types/testicular/symptoms
  3. American Cancer Society. Risk Factors for Testicular Cancer [Internet]. Atlanta: American Cancer Society; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/types/testicular-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html
  4. American Cancer Society. Signs and Symptoms of Testicular Cancer [Internet]. Atlanta: American Cancer Society; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/types/testicular-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-and-symptoms.html
  5. Mayo Clinic Comprehensive Cancer Center Blog. Can Testicular Cancer Affect Fertility? [Internet]. Rochester (MN): Mayo Clinic; 2024 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://cancerblog.mayoclinic.org/2024/04/03/can-testicular-cancer-affect-fertility/