Apa Itu Kanker Pankreas? Gejala, Penyebab, Stadium, dan Pengobatan

BAGIKAN

Kanker pankreas merupakan tumor ganas yang tumbuh bermula di dalam pankreas, yaitu organ penting yang terletak di belakang lambung. Organ ini memiliki peran yang sangat berharga untuk membantu proses pencernaan serta menghasilkan berbagai hormon, seperti hormon insulin yang berfungsi penting dalam mengatur kadar gula darah kita.

Penyakit ini sering kali menyimpan tantangan tersendiri untuk dikenali pada tahap awal karena berbagai keluhan yang muncul cenderung bersifat samar. Beberapa gejala yang patut diperhatikan secara saksama meliputi kondisi kulit atau bagian putih mata yang menguning, rasa nyeri di perut yang dapat menjalar hingga ke punggung, penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas, penurunan nafsu makan, perubahan warna urine menjadi lebih gelap, feses yang tampak pucat atau berminyak, rasa mual dan muntah.

Berbagai tanda fisik ini tentu tidak selalu menandakan adanya penyakit kanker pankreas, sehingga pemeriksaan langsung oleh dokter sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Apa Itu Kanker Pankreas?

Kanker pankreas terjadi saat sel-sel di dalam organ tersebut mengalami perubahan sifat dan tumbuh secara tidak terkendali. Perkembangan benjolan atau tumor ini dapat terjadi di bagian kepala, badan, atau ekor dari organ pankreas. Letak tumbuhnya tumor sangat memengaruhi gejala yang dirasakan oleh pengidap. Sebagai contoh, tumor yang tumbuh di bagian kepala pankreas dapat menyumbat saluran empedu, sehingga memicu terjadinya penyakit kuning (jaundice), yaitu suatu kondisi ketika kulit dan bagian putih mata tampak menguning akibat penumpukan zat bilirubin di dalam tubuh.

Secara umum, kanker pankreas terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kanker eksokrin dan neuroendokrin. Tipe kanker eksokrin yang paling sering ditemui adalah adenokarsinoma duktal pankreas, yaitu jenis kanker yang tumbuh bermula dari sel-sel pada saluran pankreas. Kanker neuroendokrin pankreas merupakan jenis tumor yang tumbuh dari sel-sel penghasil hormon di dalam pankreas, yang sifatnya jauh lebih jarang ditemukan serta memiliki karakteristik dan pilihan terapi yang berbeda.

Mengapa Kanker Pankreas Sering Terlambat Ditemukan?

Organ pankreas terletak cukup dalam di rongga perut, sehingga benjolan tumor yang berukuran kecil sering kali tidak memicu keluhan fisik yang terasa jelas pada mulanya. Beberapa gejala awal seperti rasa tidak nyaman di perut, mual, atau nafsu makan yang menurun juga kerap kali menyerupai keluhan gangguan pencernaan biasa. Keluhan fisik umumnya akan dirasakan menjadi semakin jelas ketika ukuran benjolan mulai membesar dan menekan saluran empedu, serabut saraf, atau organ-organ penting di sekitarnya.

Setiap keluhan tidak nyaman di area perut yang dirasakan menetap atau semakin memburuk sangat disarankan untuk tidak diabaikan begitu saja.

Baca juga: Cara Deteksi Kanker Sebelum Terlambat: Skrining dan Deteksi Dini

Gejala Kanker Pankreas yang Perlu Diperhatikan

Meskipun sering kali terasa samar pada awalnya, tubuh sebenarnya dapat memberikan isyarat tertentu yang memerlukan perhatian medis secara saksama. Beberapa keluhan fisik yang dapat muncul meliputi perubahan warna kulit dan bagian putih mata yang tampak menguning (penyakit kuning), warna air seni (urine) yang berubah menjadi jauh lebih gelap seperti air teh, serta bentuk kotoran (feses) yang tampak pucat atau berminyak. Rasa nyeri pada perut yang dapat menjalar hingga ke punggung, penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas, penurunan nafsu makan, rasa mual hingga muntah, serta kondisi kadar gula darah yang tiba-tiba meningkat atau diabetes yang baru muncul dan sulit dikontrol juga merupakan tanda penting yang tidak boleh kita abaikan.

Berbagai keluhan kesehatan ini tentu tidak secara otomatis menandakan adanya kanker pankreas. Gangguan kesehatan yang lebih umum seperti adanya batu empedu, penyakit hati (liver), gangguan lambung, atau kondisi pencernaan lainnya juga dapat menimbulkan keluhan yang serupa. Pemeriksaan langsung oleh dokter sangat penting untuk dilakukan guna mendeteksi penyebab pastinya.

Apa Faktor Risiko Kanker Pankreas?

Penyebab pasti dari tumbuhnya kanker pankreas sering kali masih belum dapat diketahui secara mutlak. Penelitian medis menunjukkan bahwa terdapat beberapa kondisi kesehatan serta kebiasaan hidup yang berkaitan erat dengan peningkatan derajat risiko terjadinya penyakit ini. Faktor-faktor tersebut meliputi kebiasaan merokok, faktor usia yang semakin bertambah tua, kondisi obesitas atau kelebihan lemak tubuh, serta adanya penyakit diabetes. Peradangan jangka panjang pada pankreas (pankreatitis kronis), adanya riwayat penyakit kanker pankreas dalam silsilah keluarga, serta keberadaan sindrom genetik tertentu juga dapat memengaruhi derajat risiko seseorang.

Sebagian kecil kasus kanker pankreas diketahui berkaitan dengan perubahan atau mutasi materi genetik yang diwariskan. Dokter dapat menyarankan konseling genetik bagi keluarga dekat yang memiliki riwayat kanker pankreas atau jenis kanker lainnya, guna merancang langkah pemantauan kesehatan sejak dini.

Bagaimana Kanker Pankreas Didiagnosis?

Upaya menegakkan diagnosis kanker pankreas diawali dengan menanyakan riwayat keluhan kesehatan yang dirasakan, memeriksa riwayat kesehatan keluarga, serta melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah secara menyeluruh. Pemeriksaan pencitraan (pemindaian) sangat membantu dokter dalam melihat kondisi pankreas secara lebih jelas, yang dapat berupa CT scan, MRI, MRCP, maupun USG endoskopi (endoscopic ultrasound), yaitu prosedur pemeriksaan ultrasonografi yang dilakukan menggunakan alat selang lentur berkamera khusus. Pemindaian lanjutan seperti PET/CT scan juga dapat digunakan pada kondisi medis tertentu untuk mendapatkan hasil pencitraan yang lebih detail.

Langkah pengambilan sedikit sampel jaringan (biopsi) akan dilakukan oleh dokter apabila ditemukan adanya area jaringan yang mencurigakan. Pemeriksaan sampel jaringan ini sangat penting untuk memastikan apakah terdapat sel kanker, sekaligus membantu mendeteksi jenis sel tumor tersebut guna merancang penanganan terbaik.

Baca juga: Biopsi Kanker: Jenis dan Prosedur Pemeriksaan

Stadium Kanker Pankreas

Penentuan stadium dilakukan oleh dokter untuk menunjukkan seberapa jauh penyebaran sel kanker di dalam tubuh pengidap. Secara umum, pembagian stadium ini terdiri atas beberapa derajat perkembangan. Tahap awal atau Stadium 0 ditandai dengan ditemukannya sel abnormal yang masih sangat terbatas pada area tempatnya bermula. Stadium satu (I) menunjukkan bahwa kanker masih berada sepenuhnya di dalam jaringan pankreas. Stadium dua (II) menandakan bahwa sel kanker telah berkembang ke jaringan halus atau kelenjar getah bening di sekitar pankreas. Stadium tiga (III) menunjukkan bahwa sel abnormal telah melibatkan pembuluh darah besar atau jaringan di sekitarnya. Stadium empat (IV) merupakan derajat perkembangan ketika kanker telah menyebar ke organ tubuh lain yang letaknya berjauhan.

Tim dokter juga sering menggunakan istilah klinis khusus untuk menentukan kelayakan tindakan medis bagi pengidap. Istilah resectable digunakan untuk menggambarkan tumor yang secara teknis masih dapat diangkat seutuhnya melalui tindakan operasi. Istilah borderline resectable menandakan kondisi tumor yang mungkin masih dapat dioperasi setelah pengidap menjalani terapi awal atau evaluasi tambahan. Istilah locally advanced menggambarkan kondisi sel kanker yang telah berkembang luas di area sekitar pankreas tetapi belum menyebar ke organ yang jauh. Istilah metastatic (metastatik) digunakan untuk menggambarkan keadaan kanker yang sudah menyebar luas ke berbagai organ tubuh lainnya.

Bagaimana Pengobatan Kanker Pankreas?

Langkah terapi/pengobatan yang dirancang oleh tim dokter akan disesuaikan secara khusus bagi setiap pengidap dengan mempertimbangkan tipe sel kanker, derajat perkembangan (stadium), letak tumor, kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh, serta kelayakan tumor untuk diangkat melalui operasi. Berbagai pilihan terapi medis yang dapat dipertimbangkan meliputi tindakan pembedahan atau operasi, terapi menggunakan obat-obatan (kemoterapi), terapi radiasi (radioterapi), serta terapi target yang diberikan khusus bagi pengidap yang memiliki penanda biologis (biomarker) yang sesuai. Terapi suportif dan paliatif juga akan disertakan untuk meredakan rasa nyeri, mengatasi gangguan makan, memulihkan penurunan berat badan, serta membantu meringankan keluhan akibat adanya sumbatan pada saluran empedu.

Tindakan pembedahan merupakan pilihan yang umumnya diutamakan apabila sel kanker masih berada pada derajat awal dan secara teknis dapat diangkat dengan aman. Kemoterapi dapat diberikan sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran tumor, setelah operasi guna meminimalkan risiko kekambuhan, atau sebagai langkah terapi utama bagi kondisi kanker yang telah berada pada tahap lanjut. 

Kapan Waktu Terbaik untuk Berkonsultasi dengan Dokter?

Langkah pemeriksaan medis sangat disarankan untuk segera dilakukan apabila kita menemui keluhan berupa perubahan warna kulit atau bagian putih mata yang menguning, warna air seni (urine) yang tampak gelap, feses yang berwarna pucat, nyeri di area perut yang menetap atau menjalar ke punggung, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta gangguan mual atau muntah yang terjadi secara berulang. Konsultasi kesehatan juga sangat baik direncanakan jika terdapat keluarga dekat dengan riwayat kanker pankreas yang kuat atau memiliki sindrom genetik tertentu.

Meskipun penyakit ini sering kali menyimpan tantangan tersendiri untuk dikenali sejak masa awal perkembangannya, kepekaan kita dalam mengenali setiap gejala tubuh yang menetap serta kesediaan untuk melakukan evaluasi medis lebih cepat akan sangat membantu dalam menentukan penyebab pasti, sekaligus membuka jalan bagi pilihan terapi yang paling aman dan sesuai. 

www.oneonco.co.id menyediakan Program Bantuan Pasien dengan harga khusus untuk beberapa produk onkologi tertentu. Bagi Pasien yang membutuhkan informasi mengenai ketersediaan obat yang termasuk dalam program, ketentuan, kriteria peserta, serta harga dapat diperoleh dengan menghubungi WhatsApp ONEONCO di +62 811-1707-0111.

skrining awal kanker
Risk assesment

Referensi

  1. PDQ Adult Treatment Editorial Board. Pancreatic Cancer Treatment (PDQ®)–Patient Version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2026 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.cancer.gov/types/pancreatic/patient/pancreatic-treatment-pdq
  2. American Cancer Society. Signs and Symptoms of Pancreatic Cancer [Internet]. Atlanta: American Cancer Society; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/types/pancreatic-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-and-symptoms.html
  3. Mayo Clinic. Pancreatic Cancer: Symptoms and Causes [Internet]. Rochester (MN): Mayo Clinic; 2025 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pancreatic-cancer/symptoms-causes/syc-20355421
  4. National Cancer Institute. Pancreatic Neuroendocrine Tumors Treatment (PDQ®)–Patient Version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2026 [cited 2026 Jul 30]. Available from: https://www.cancer.gov/types/pancreatic/patient/pnet-treatment-pdq