Terapi target untuk kanker ovarium [kanker indung telur] adalah pengobatan yang bekerja dengan menargetkan bagian atau mekanisme tertentu yang berperan dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel kanker. Berbeda dengan kemoterapi yang bekerja lebih luas pada sel yang cepat membelah, terapi target diarahkan pada karakteristik tertentu dari sel kanker.
Pada kanker ovarium, terapi target dapat diberikan bersama kemoterapi atau sebagai terapi lanjutan setelah kemoterapi. Pemilihannya bergantung pada stadium kanker, jenis sel kanker, hasil pemeriksaan biomarker [penanda biologis yang dapat membantu dokter menentukan pilihan terapi], respons terhadap pengobatan sebelumnya, serta kondisi tubuh pasien.
Apa Itu Terapi Target untuk Kanker Ovarium?
Terapi target merupakan pengobatan yang memanfaatkan kelemahan atau karakteristik tertentu pada sel kanker. Pada kanker ovarium stadium lanjut maupun kanker yang kembali muncul setelah terapi, pengobatan ini dapat digunakan pada pasien yang memenuhi kriteria tertentu.
Terapi target tidak selalu menggantikan operasi atau kemoterapi. Penggunaannya dapat menjadi bagian dari terapi awal, diberikan bersama kemoterapi, atau digunakan sebagai terapi pemeliharaan [pengobatan lanjutan yang bertujuan mempertahankan respons setelah terapi sebelumnya].
Baca juga: Terapi Target: Terapi Presisi untuk Pasien Kanker
Jenis Terapi Target untuk Kanker Ovarium
Beberapa jenis terapi target yang digunakan pada kanker ovarium bekerja dengan mekanisme berbeda.
PARP Inhibitor
PARP inhibitor adalah obat yang menghambat enzim tertentu yang membantu sel memperbaiki kerusakan DNA. Dengan menghambat proses ini, sel kanker menjadi lebih sulit memperbaiki kerusakan DNA dan dapat berhenti tumbuh atau mati.
Terapi ini terutama dipertimbangkan pada kanker yang memiliki perubahan BRCA1 atau BRCA2 [gen yang berperan dalam perbaikan DNA] atau HRD [homologous recombination deficiency, yaitu gangguan pada kemampuan sel untuk memperbaiki jenis kerusakan DNA tertentu].
Beberapa obat dalam kelompok ini antara lain olaparib, niraparib, dan rucaparib. Pemilihan obat serta waktu pemberiannya disesuaikan dengan kondisi klinis dan rekomendasi dokter.
Bevacizumab
Bevacizumab adalah terapi target yang bekerja dengan menghambat VEGF [vascular endothelial growth factor, yaitu protein yang membantu pembentukan pembuluh darah baru]. Tumor membutuhkan pembuluh darah untuk mendapatkan oksigen dan nutrisi agar dapat terus tumbuh.
Dengan menghambat VEGF, bevacizumab membantu mengurangi angiogenesis [proses pembentukan pembuluh darah baru] yang mendukung pertumbuhan tumor. Pada kanker ovarium, obat ini dapat diberikan bersama kemoterapi atau dilanjutkan sebagai terapi pemeliharaan pada pasien tertentu.
Mengapa Pemeriksaan BRCA dan HRD Penting?
Pemeriksaan BRCA dan HRD dapat membantu dokter menilai apakah terapi tertentu, terutama PARP inhibitor, berpotensi memberikan manfaat bagi pasien.
Hasil pemeriksaan tersebut juga dapat membantu:
- Menentukan pilihan terapi pemeliharaan;
- Memahami karakteristik biologis kanker;
- Menilai apakah terdapat perubahan gen tertentu yang mungkin bersifat diturunkan dalam keluarga; dan
- Menentukan apakah diperlukan konseling genetik [konsultasi untuk memahami kemungkinan perubahan gen yang dapat diturunkan dan risikonya bagi anggota keluarga].
Namun, hasil pemeriksaan biomarker bukan satu-satunya dasar dalam menentukan terapi. Dokter juga akan mempertimbangkan stadium kanker, kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, respons terhadap kemoterapi sebelumnya, fungsi organ, penyakit penyerta, serta risiko efek samping dari pengobatan.
Kapan Terapi Target Diberikan?
Pada kanker ovarium stadium lanjut, terapi target dapat diberikan bersama kemoterapi atau dilanjutkan setelah kemoterapi sebagai terapi pemeliharaan.
Terapi pemeliharaan dapat dipertimbangkan setelah kanker memberikan respons terhadap kemoterapi berbasis platinum [kemoterapi yang menggunakan obat golongan platinum, seperti carboplatin]. Tujuannya adalah membantu mempertahankan respons terhadap pengobatan dan menunda perkembangan atau kekambuhan penyakit.
Pemilihan PARP inhibitor, bevacizumab, atau kombinasi terapi tertentu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan biomarker, respons terhadap kemoterapi, riwayat pengobatan, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan
Efek Samping yang Perlu Dipantau
PARP inhibitor dapat menyebabkan mual, kelelahan, gangguan pencernaan, serta penurunan jumlah sel darah merah, sel darah putih, atau trombosit [keping darah yang membantu proses pembekuan].
Bevacizumab dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, protein dalam urine, gangguan penyembuhan luka, perdarahan, atau pembentukan bekuan darah. Efek samping serius juga dapat terjadi, meskipun lebih jarang.
Selama terapi, pasien perlu menjalani pemeriksaan dan pemantauan secara rutin agar efek samping dapat diketahui lebih awal dan penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi pasien.
Diskusikan Terapi Kanker Ovarium melalui ONEOnco
Pemilihan terapi target perlu disesuaikan dengan stadium kanker, jenis sel kanker, hasil pemeriksaan biomarker, terapi yang sudah dijalani, dan kondisi tubuh.
Melalui ONEOnco, pasien dan keluarga dapat memperoleh arahan untuk berkonsultasi dengan dokter serta mendiskusikan pemeriksaan BRCA, HRD, terapi target, dan pilihan penanganan kanker ovarium yang sesuai dengan kondisi klinis.
Selain membantu memperoleh informasi dan menentukan langkah pemeriksaan yang sesuai, www.oneonco.co.id menyediakan Program Bantuan Pasien dengan harga khusus untuk beberapa produk onkologi tertentu.
Bagi pasien yang membutuhkan informasi mengenai ketersediaan obat yang termasuk dalam program, ketentuan, kriteria peserta, serta harga, informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi WhatsApp ONEOnco di +62 811-1707-0111.

Referensi
- European Society for Medical Oncology. ESMO Clinical Practice Guideline: epithelial ovarian cancer [Internet]. Lugano: European Society for Medical Oncology; [cited 2026 Mar 4].
- National Cancer Institute. Ovarian epithelial, fallopian tube, and primary peritoneal cancer treatment (PDQ®)–health professional version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 May 14 [cited 2026 Mar 4].
- PDQ Screening and Prevention Editorial Board. Ovarian, fallopian tube, and primary peritoneal cancers screening (PDQ®). In: PDQ Cancer Information Summaries [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 [cited 2026 Mar 4].
- González-Martín A, Harter P, Leary A, Sehouli J, Lorusso D, O’Donnell DM, et al. ESMO Clinical Practice Guideline Express Update on epithelial ovarian cancer. ESMO Open [Internet]. 2026 [cited 2026 Mar 4].
