Mendengar kata kanker kaitannya dengan buah hati tentu menjadi ketakutan terbesar bagi orang tua mana pun. Salah satu kondisi yang mungkin perlu Ayah dan Bunda ketahui adalah Neuroblastoma, yakni kanker yang bermula dari sel-sel saraf yang belum matang yang umumnya dijumpai pada bayi dan anak, dan paling sering bermula di kelenjar adrenal (di bagian atas ginjal) atau di sepanjang jaringan saraf sekitar tulang belakang, dada, hingga perut. Karena kanker ini letaknya bisa tersebar, gejalanya pun sering kali berbeda-beda pada tiap anak.1-3
Sangat wajar jika Ayah dan Bunda merasa cemas saat melihat perut anak tampak membesar atau anak terlihat lebih lemas dari biasanya. Kami memahami kekhawatiran tersebut. Kabar baiknya, sebagian besar keluhan sehari-hari pada anak sebenarnya disebabkan oleh masalah kesehatan biasa dan bukan kanker. Namun, sebagai bentuk kewaspadaan, jangan ragu untuk segera memeriksakan anak ke dokter apabila Ayah/Bunda menyadari adanya tanda-tanda yang menetap. Misalnya, jika teraba ada benjolan di perutnya, anak mengeluh nyeri tulang, area sekitar matanya tampak memar atau menonjol, demam yang tak kunjung sembuh, atau ia mendadak sulit berjalan. Pemeriksaan sedini mungkin adalah langkah dan bentuk kasih sayang terbaik untuk memastikan anak mendapatkan penanganan yang paling aman.1-3
Apa Itu Neuroblastoma?
Neuroblastoma berkembang pada sistem saraf simpatis. Sistem saraf simpatis berperan dalam respons tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, dan reaksi terhadap stres.1,2
Neuroblastoma dapat muncul di jaringan saraf pada kelenjar adrenal, leher, dada, perut, atau panggul. Laporan medis menyebutkan bahwa neuroblastoma paling sering dimulai di perut, terutama di kelenjar adrenal, tetapi dapat muncul di sepanjang jaringan saraf di dekat tulang belakang.3
Neuroblastoma termasuk kanker anak usia dini. Banyak kasus ditemukan pada anak di bawah usia 5 tahun, dan kondisi ini dapat muncul sebagai neuroblastoma bayi pada usia yang sangat muda.1-3
Gejala Neuroblastoma pada Anak
Gejala neuroblastoma bergantung pada lokasi tumor, ukuran tumor, apakah menekan organ sekitar, dan apakah sudah menyebar. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Benjolan atau perut membesar
Bila neuroblastoma muncul di perut, orang tua dapat melihat perut anak tampak membesar, teraba benjolan, atau anak tampak tidak nyaman saat perut disentuh.1,3 Ini adalah salah satu alasan benjolan perut anak perlu diperiksa, terutama bila menetap atau membesar.
2. Nyeri tulang atau sulit berjalan
Neuroblastoma dapat menyebar ke tulang. Anak yang mengidap penyebaran tumor ke tulang dapat mengeluh nyeri tulang, pincang, sulit berjalan, atau menolak berdiri maupun berjalan. Pada bayi dan balita, gejala ini bisa tampak sebagai rewel, menangis saat digendong, atau tidak mau bergerak seperti biasa.1,3
3. Mata menonjol atau memar di sekitar mata
Penyebaran ke area sekitar mata dapat menyebabkan mata tampak menonjol atau muncul memar di sekitar mata. Tanda ini perlu dievaluasi, terutama bila tidak ada riwayat benturan yang jelas.1,3
4. Demam, lemas, atau berat badan turun
Sebagian anak dapat mengalami demam, mudah lelah, nafsu makan menurun, berat badan turun, atau tampak tidak seaktif biasanya. Keluhan ini tidak spesifik, tetapi perlu diperiksa bila menetap atau disertai tanda lain.1-3
5. Gangguan napas atau batuk
Bila tumor berada di dada, anak dapat mengalami batuk, sesak, atau napas berbunyi. Gejala ini bisa menyerupai infeksi pernapasan, sehingga perlu evaluasi bila tidak membaik atau berulang.3
6. Gejala akibat tekanan pada saraf
Tumor di dekat tulang belakang dapat menekan saraf dan menyebabkan kelemahan kaki, sulit berjalan, nyeri punggung, atau gangguan buang air kecil/besar. Kondisi seperti ini perlu segera dinilai dokter.1,3
Mengapa Benjolan Perut Anak Perlu Diperiksa?
Benjolan perut pada anak tidak selalu kanker. Penyebabnya bisa beragam, seperti konstipasi, pembesaran organ, infeksi, hernia, atau massa jinak. Neuroblastoma sering muncul di area perut, terutama kelenjar adrenal, sehingga benjolan atau pembesaran perut yang menetap tidak boleh diabaikan.1,3
Pemeriksaan lebih awal membantu dokter menentukan apakah benjolan berasal dari gangguan pencernaan, infeksi, kelainan organ, atau kemungkinan tumor yang perlu evaluasi lebih lanjut.
Baca juga: Kanker pada Anak: Bagaimana Orang Tua Bisa Mendeteksi dan Menanganinya?
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab neuroblastoma umumnya berkaitan dengan perubahan genetik pada sel saraf imatur yang membuat sel tumbuh tidak terkendali.1,2 Pada sebagian besar kasus, penyebab pastinya tidak diketahui dan tidak terkait langsung dengan tindakan orang tua selama kehamilan atau pola asuh.1,2
Sebagian kecil kasus dapat berkaitan dengan faktor genetik keluarga. Pada kasus tertentu, neuroblastoma dapat terjadi dalam keluarga, meskipun sebagian besar kasus bersifat sporadik.1,2 Bila ada lebih dari satu anggota keluarga dengan neuroblastoma atau kanker anak tertentu, dokter dapat mempertimbangkan evaluasi genetik sesuai kondisi.
Faktor biologis tumor juga penting. Neuroblastoma memiliki karakter klinis yang sangat beragam, mulai dari tumor yang dapat membaik secara spontan pada sebagian bayi hingga penyakit agresif yang membutuhkan terapi intensif. Pengelompokan risiko dipengaruhi oleh usia, stadium, kondisi jaringan (histologi), dan fitur molekuler seperti status MYCN (penanda genetik penting pada neuroblastoma yang menentukan tingkat agresivitas sel kanker berdasarkan jumlah salinan gen tersebut di dalam sel).4
Diagnosis Neuroblastoma
Diagnosis neuroblastoma membutuhkan evaluasi dokter dan pemeriksaan penunjang. Orang tua tidak disarankan mencoba memastikan diagnosis hanya dari gejala atau foto.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:
1. Pemeriksaan fisik dan riwayat gejala
Dokter akan menilai benjolan, nyeri, berat badan, demam, gangguan berjalan, perubahan mata, dan gejala lain. Riwayat durasi keluhan dan perubahan perilaku anak juga penting.
2. Pencitraan
Pemeriksaan pencitraan dapat mencakup USG (Ultrasonografi), CT scan (Computed Tomography Scan), atau MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk melihat lokasi tumor, ukuran, hubungan dengan organ sekitar, dan kemungkinan tekanan pada saraf.1,2
3. Tes urine katekolamin
Banyak neuroblastoma menghasilkan zat katekolamin atau metabolitnya. Pemeriksaan urine dapat membantu mendeteksi metabolit seperti VMA dan HVA yang sering meningkat pada neuroblastoma. VMA (Vanillylmandelic Acid) adalah at hasil pemecahan (metabolit) dari hormon katekolamin dalam tubuh. Kadar VMA diukur melalui tes urine untuk membantu mendeteksi keberadaan tumor neuroblastoma. HVA (Homovanillic Acid) adalah zat metabolit lain dari hormon dopamin/katekolamin yang juga dibuang melalui urine dan digunakan bersama VMA sebagai penanda tumor neuroblastoma.1,2
4. Biopsi tumor
Biopsi dilakukan untuk mengambil jaringan tumor dan memastikan diagnosis melalui pemeriksaan patologi. Hasil biopsi juga membantu menilai karakter tumor.1,2
5. Pemeriksaan sumsum tulang
Karena neuroblastoma dapat menyebar ke sumsum tulang, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan aspirasi atau biopsi sumsum tulang sesuai indikasi.1,2
6. MIBG scan atau pemeriksaan fungsional lain
MIBG Scan (Metaiodobenzylguanidine Scan) adalah pemindaian kedokteran nuklir khusus yang menggunakan cairan pelacak radioaktif ringan. Cairan ini diserap secara spesifik oleh sel neuroblastoma sehingga letak dan penyebaran tumor di seluruh tubuh dapat terlihat jelas. MIBG Scan sering digunakan untuk menilai penyebaran neuroblastoma karena banyak sel neuroblastoma menyerap MIBG. Pada kasus tertentu, pemeriksaan PET dapat dipertimbangkan, terutama bila tumor tidak mengambil MIBG atau dokter memerlukan informasi tambahan.1,5
Terapi Berdasarkan Kelompok Risiko
Terapi neuroblastoma ditentukan berdasarkan kelompok risiko, bukan hanya berdasarkan ukuran tumor. NCI menjelaskan bahwa pengobatan neuroblastoma umumnya didasarkan pada apakah tumor termasuk risiko rendah, risiko menengah, atau risiko tinggi.1
Faktor yang dipertimbangkan dapat meliputi:1,2,4
- usia anak saat diagnosis
- stadium penyakit
- lokasi tumor
- apakah penyakit sudah menyebar
- hasil biopsi/histologi
- status MYCN
- perubahan kromosom atau fitur molekuler lain
- kondisi umum anak
Risiko rendah
Pada neuroblastoma risiko rendah, terapi dapat berupa observasi ketat atau operasi, tergantung kondisi. Sebagian tumor pada bayi dapat menunjukkan perilaku biologis yang lebih baik, sehingga terapi dibuat seminimal mungkin tetapi tetap aman.1,4
Risiko menengah
Pada risiko menengah, terapi dapat mencakup operasi dan kemoterapi intensitas sedang. Tujuannya adalah mengendalikan penyakit dengan efek samping jangka panjang seminimal mungkin.1,4
Risiko tinggi
Pada risiko tinggi, terapi biasanya lebih intensif dan multimodal. Terapi neuroblastoma risiko tinggi dapat mencakup kemoterapi induksi, operasi, kemoterapi dosis tinggi dengan penyelamatan sel punca, radioterapi, imunoterapi, dan terapi diferensiasi atau pemeliharaan pada kondisi tertentu.1,2
Setiap rencana terapi harus dibahas oleh tim onkologi anak karena kebutuhan setiap anak berbeda. Orang tua berhak menanyakan tujuan terapi, efek samping, pilihan pemeriksaan, dan rencana pemantauan.
Apakah PET Scan Dapat Membantu Evaluasi Neuroblastoma?
PET scan (Positron Emission Tomography Scan) adalah pemeriksaan pemindaian canggih yang menilai tingkat aktivitas metabolisme sel-sel tubuh sehingga dapat membedakan sel kanker yang aktif dari jaringan normal. PET scan untuk neuroblastoma dapat membantu pada kasus tertentu, tetapi bukan satu-satunya pemeriksaan utama untuk semua pasien. Dalam neuroblastoma, pemeriksaan fungsional yang sering digunakan adalah MIBG scan, karena banyak tumor neuroblastoma menyerap MIBG.1,5
PET scan dapat bermanfaat terutama pada tumor dengan sel kanker yang tidak terlihat dengan MIBG atau pada kasus tertentu yang membutuhkan informasi tambahan.5 PET scan untuk neuroblastoma dipertimbangkan berdasarkan pertanyaan klinis, hasil MIBG, lokasi tumor, risiko penyakit, dan keputusan dokter. Pemeriksaan ini bukan pengganti biopsi, pemeriksaan urine katekolamin, atau evaluasi klinis menyeluruh.1,2,5

Kapan Orang Tua Harus Segera Membawa Anak ke Dokter?
Segera bawa anak ke dokter bila muncul:1-3
- benjolan perut yang menetap atau membesar
- perut membesar tanpa sebab jelas
- nyeri tulang, pincang, atau sulit berjalan
- mata tampak menonjol atau memar tanpa benturan jelas
- penurunan berat badan
- demam berulang tanpa sebab jelas
- anak sangat lemas atau tampak tidak seaktif biasanya
- nyeri punggung disertai kelemahan kaki
- gangguan BAK/BAB
- benjolan di leher, dada, atau area lain yang menetap
Tanda-tanda ini tidak otomatis berarti neuroblastoma. Namun, pada anak, gejala yang menetap atau memburuk sebaiknya diperiksa lebih awal agar penyebabnya dapat ditemukan dan ditangani dengan tepat.
Konsultasi Kanker Anak melalui ONEOnco
Konsultasi dapat dilakukan melalui ONEOnco saat ditemukan tanda seperti benjolan perut anak, nyeri tulang, sulit berjalan, mata tampak menonjol, atau bila memerlukan pendapat kedua (second opinion) terkait kemungkinan kanker pada anak.
ONEOnco dapat membantu mengarahkan keluarga untuk konsultasi gejala, pemilihan pemeriksaan yang sesuai, dan rujukan ke fasilitas atau dokter spesialis yang tepat. Evaluasi dini penting agar anak mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang sesuai tanpa penundaan.
Program Bantuan Pasien ONEOnco
Selain membantu mengarahkan pasien dan keluarga ke layanan serta dokter yang sesuai, ONEOnco juga menyediakan Program Bantuan Pasien dengan harga khusus untuk beberapa produk onkologi tertentu.
Bagi pasien yang membutuhkan informasi mengenai ketersediaan obat dalam program, ketentuan, kriteria peserta, serta harga, silakan menghubungi WhatsApp ONEOnco di +62 811-1707-0111.
Hubungi ONEOnco untuk Informasi Program Bantuan Pasien
FAQ
Apa gejala awal neuroblastoma pada anak?
Gejala awal dapat berupa perut membesar atau benjolan perut, nyeri perut, nafsu makan menurun, lemas, demam, penurunan berat badan, nyeri tulang, sulit berjalan, atau perubahan pada mata seperti mata menonjol/memar di sekitar mata. Gejala bergantung pada lokasi tumor dan apakah sudah menyebar.1-3
Apakah benjolan perut anak selalu kanker?
Tidak. Benjolan perut anak dapat disebabkan banyak hal, termasuk konstipasi, infeksi, hernia, pembesaran organ, atau kondisi lain. Namun, benjolan yang menetap, membesar, keras, atau disertai gejala seperti berat badan turun, demam, nyeri tulang, atau sulit berjalan perlu segera diperiksa dokter.1,3
Bagaimana terapi neuroblastoma ditentukan?
Terapi ditentukan berdasarkan kelompok risiko: rendah, menengah, atau tinggi. Dokter mempertimbangkan usia anak, stadium, lokasi dan penyebaran tumor, hasil biopsi, fitur biologis seperti MYCN, serta kondisi umum anak. Terapi dapat mencakup observasi, operasi, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, transplantasi sel punca (stem cell), atau kombinasi terapi sesuai risiko.1,2,4

Referensi
- National Cancer Institute. Neuroblastoma treatment (PDQ®)–health professional version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 Apr 28 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.cancer.gov/types/neuroblastoma/hp/neuroblastoma-treatment-pdq
- PDQ Pediatric Treatment Editorial Board. Neuroblastoma treatment (PDQ®). In: PDQ Cancer Information Summaries [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK65747/
- Children’s Cancer and Leukaemia Group. Neuroblastoma in children [Internet]. Leicester: Children’s Cancer and Leukaemia Group; [cited 2026 Mar 4]. Available from: https://www.cclg.org.uk/about-cancer/cancer-children-and-young-people/types-cancer-children-and-young-people/neuroblastoma-children
- De Bona A, Barbieri M, Rinaldi N, Esposito S. Neuroblastoma in Childhood: Biological Insights, Risk Stratification, and Advances in Multimodal Therapy. J Clin Med. 2026;15(3):1101. doi: 10.3390/jcm15031101. PMID: 41682783; PMCID: PMC12898582.
- Samim A, Tytgat GAM, Bleeker G, Wenker STM, Chatalic KLS, Poot AJ, et al. Nuclear Medicine Imaging in Neuroblastoma: Current Status and New Developments. J Pers Med. 2021;11(4):270. doi: 10.3390/jpm11040270. PMID: 33916640; PMCID: PMC8066332.
