Alur Pemeriksaan Kanker dari Awal

BAGIKAN

Memahami Proses Screening hingga Diagnosis untuk Deteksi Dini yang Lebih Efektif

Pemeriksaan kanker idealnya dimulai jauh sebelum gejala muncul. Intinya sederhana namun krusial, yaitu mengenali risiko pribadi lalu menjalani screening yang tepat sasaran dan berjenjang. Pendekatan ini terbukti meningkatkan peluang deteksi dini, sehingga terapi dapat dimulai lebih cepat dengan hasil klinis yang lebih baik.

Artikel ini menguraikan alur pemeriksaan kanker dari awal secara sistematis berbasis pedoman internasional dan literatur ilmiah terkini.

Baca juga : Perbedaan Skrining dan Deteksi Dini Kanker

Mengapa Screening Kanker Menjadi Pondasi Penting

Screening kanker bertujuan menemukan perubahan sel atau jaringan pada fase sangat awal ketika kanker masih belum menimbulkan keluhan.1 Banyak kanker seperti payudara, serviks, dan kolorektal menunjukkan angka kesintasan yang jauh lebih tinggi bila terdeteksi dini.

Organisasi global seperti National Cancer Institute dan World Health Organization menempatkan screening sebagai pilar utama pencegahan kanker sekunder. 1,2  Namun, screening bukan sekadar tes tunggal. Ia merupakan rangkaian proses yang dimulai dari penilaian risiko, berlanjut ke pemeriksaan klinis, hingga pemindaian dan prosedur lanjutan bila diperlukan. 1,2  

1. Langkah Awal: Penilaian dan Kesadaran

Menilai Risiko Pribadi

Tahap pertama adalah memahami profil risiko individual. Faktor yang dinilai meliputi riwayat kanker dalam keluarga, gaya hidup seperti merokok, pola makan, penggunaan alkohol, tingkat aktivitas fisik, serta paparan lingkungan tertentu.1,3 Diskusi awal dengan dokter berperan penting untuk memetakan risiko kanker payudara, kolorektal, paru, prostat, atau serviks. 1-3

Literatur menunjukkan bahwa personalisasi screening berbasis risiko memberikan hasil lebih optimal dibanding pendekatan satu skema untuk semua populasi. Pendekatan ini juga mengurangi pemeriksaan yang tidak perlu pada kelompok berisiko rendah. 1-3

Baca juga : Apa Saja Faktor Risiko Kanker?

Memahami Pedoman Screening

Setiap jenis kanker memiliki rekomendasi usia dan metode screening yang berbeda.2 Misalnya, screening kanker serviks direkomendasikan melalui Pap smear dan tes DNA HPV, sementara kanker payudara melalui mammogram. Pedoman ini disusun berdasarkan bukti epidemiologis dan uji klinis berskala besar oleh lembaga seperti American Cancer Society dan National Institutes of Health. 1,3,4

Kesadaran Tubuh

Walaupun screening ditujukan untuk individu tanpa gejala, kesadaran terhadap perubahan tubuh tetap penting. Benjolan, perdarahan tidak wajar, atau nyeri menetap sebaiknya segera dikonsultasikan. Namun, penting dipahami bahwa ketiadaan gejala tidak berarti bebas risiko, sehingga screening tetap relevan. 1-4

2. Alur Screening: Pemeriksaan Umum

Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh serta meninjau riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.1-3Tahap ini sering kali dianggap sederhana tetapi memiliki nilai diagnostik awal yang signifikan, terutama untuk mendeteksi kelainan yang kasat mata atau teraba. 1-3

Tes Laboratorium

Tes laboratorium berfungsi mendeteksi penanda biologis tertentu. Contohnya tes darah PSA untuk prostat atau Pap smear untuk mendeteksi perubahan sel serviks. 1,2 Tes ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari konteks klinis yang lebih luas. 1,2

Baca juga : Perbedaan Pap Smear Konvensional dan Pap Smear LBC

Pemindaian Medis

Pemindaian merupakan komponen penting dalam screening dan evaluasi lanjutan. Metode yang digunakan antara lain mammogram, CT, MRI, rontgen, dan PET Scan. 1-3 Setiap modalitas memiliki indikasi spesifik tergantung jenis kanker dan tingkat kecurigaan klinis. Pemindaian membantu melihat struktur internal tubuh secara detail dan mengidentifikasi area yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. 1-3

Baca juga : Pentingnya PET Scan dalam Pengobatan Kanker

Prosedur Diagnostik

Pada kondisi tertentu, prosedur seperti colonoscopy (kolonoskopi), endoscopy (endoskopi), atau biopsi diperlukan. Biopsi menjadi standar emas untuk memastikan diagnosis karena memungkinkan analisis jaringan secara histopatologis di laboratorium.1

Baca juga : Langkah Penting Setelah Didiagnosis Kanker

3. Langkah Selanjutnya Bila Ditemukan Temuan

Hasil Positif Tidak Selalu Berarti Kanker

Salah satu miskonsepsi umum adalah menganggap hasil screening abnormal sebagai diagnosis kanker. Faktanya, banyak temuan bersifat jinak atau perubahan pra-kanker yang masih dapat ditangani dengan baik. 1,4

Pemeriksaan Diagnostik Lanjutan

Bila screening menunjukkan kecurigaan, dokter akan merekomendasikan pemindaian lanjutan dengan resolusi lebih tinggi atau biopsi terarah. Tahap ini bertujuan memastikan jenis, stadium, dan karakter biologis kanker. 1-3

Masuk ke Alur Terapi

Setelah diagnosis ditegakkan, pasien akan masuk ke fase terapi yang dapat meliputi operasi, radioterapi, terapi obat, atau kombinasi tergantung jenis dan stadium kanker. 1 Keputusan terapi idealnya dibuat melalui pendekatan multidisiplin. 1-3

4. Contoh Alur Berdasarkan Jenis Kanker

Kanker Serviks 

Screening dimulai dengan Pap smear pada usia 25 hingga 29 tahun dan dilanjutkan dengan tes DNA HPV pada usia 30 tahun ke atas. Pendekatan ini terbukti menurunkan insiden dan mortalitas kanker serviks secara signifikan. 3

Baca juga : Kanker Serviks dan Pentingnya Vaksin HPV bagi Perempuan

Kanker Payudara

Mammogram menjadi metode utama dengan interval sesuai usia dan faktor risiko. Pemeriksaan payudara klinis dan kesadaran payudara tetap menjadi pelengkap penting. 3

Baca juga : Prosedur Medis untuk Pengidap Kanker Payudara

Kanker Kolorektal

Colonoscopy merupakan standar emas dengan alternatif tes feses pada populasi tertentu. Deteksi dan pengangkatan polip pra-kanker terbukti efektif mencegah kanker kolorektal. 3

Baca juga : Menghadapi Pengobatan Kanker Kolorektal

Kanker Prostat

Tes darah PSA dan pemeriksaan rektal digital dilakukan secara selektif setelah diskusi risiko dan manfaat karena potensi overdiagnosis. 5

Baca juga : Jenis Pengobatan Kanker Prostat dan Efek Sampingnya: Ketahui Selengkapnya!

Kesimpulan

Alur pemeriksaan kanker dari awal bukan proses instan, melainkan perjalanan bertahap yang terstruktur dan berbasis bukti ilmiah. Dimulai dari penilaian risiko, berlanjut ke screening, dan dilanjutkan evaluasi diagnostik bila diperlukan. Seluruh tahapan ini dirancang untuk satu tujuan utama, yaitu mendeteksi kanker sedini mungkin. Dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, screening menjadi investasi kesehatan jangka panjang yang berdampak nyata pada kualitas hidup dan angka kesintasan.

Daftar Pustaka

  1. National Cancer Institute. Cancer screening overview PDQ® [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2024 [updated 2024; cited 2026 Jan 21]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/screening/patient-screening-overview-pdq 
  2. Cleveland Clinic. Cancer screening [Internet]. Cleveland (OH): Cleveland Clinic; 2023 [cited 2026 Jan 21]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/24118-cancer-screening 
  3. American Cancer Society. American Cancer Society guidelines for the early detection of cancer [Internet]. Atlanta (GA): American Cancer Society; 2023 [cited 2026 Jan 21]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/screening/american-cancer-society-guidelines-for-the-early-detection-of-cancer.html 
  4. Welch HG, Black WC. Overdiagnosis in cancer. J Natl Cancer Inst. 2010;102(9):605–13. doi:10.1093/jnci/djq099. 
  5. Sankaranarayanan R, Basu P, Kaur P, et al. Current status of cancer screening worldwide and future directions. Int J Cancer. 2015;136(6):E278–86. doi:10.1002/ijc.28611.
Hubungi Kami: +62811 1707 0111