Radioterapi: Prosedur dan Efek Samping pada Pasien Kanker

BAGIKAN

Radioterapi adalah salah satu metode terapi kanker yang menggunakan radiasi energi tinggi untuk menghancurkan atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini bersifat lokal, artinya menargetkan area tertentu di tubuh sehingga dampaknya lebih terfokus dibanding terapi sistemik seperti kemoterapi. Bagi banyak pasien, radioterapi mungkin terdengar menakutkan. Namun, penting untuk diketahui bahwa prosesnya direncanakan secara sangat presisi dan terukur untuk memaksimalkan efek pada kanker sekaligus meminimalkan dampak pada jaringan sehat. 

Apa Itu Radioterapi dan Kapan Digunakan?

Radioterapi digunakan dalam berbagai kondisi kanker, antara lain untuk: 

  • Menghancurkan tumor. 
  • Mengecilkan tumor sebelum operasi. 
  • Membunuh sisa sel kanker setelah operasi. 
  • Mengurangi gejala atau terapi paliatif. 

Radioterapi dapat digunakan sebagai terapi utama atau dikombinasikan dengan operasi dan kemoterapi 1

Baca juga: Persiapan Sebelum dan Sesudah Radioterapi

Prosedur Radioterapi: Langkah demi Langkah

Radioterapi tidak dilakukan secara langsung dalam satu sesi saja. Prosesnya terdiri dari beberapa tahap penting: 

  1. Konsultasi awal Dokter akan mengevaluasi kondisi pasien, jenis kanker, dan menentukan apakah radioterapi adalah pilihan yang tepat. 
  2. Simulasi (pemindaian perencanaan) Pasien menjalani pemindaian CT khusus untuk menentukan area yang akan disinari. Pada tahap ini, posisi tubuh diatur secara detail agar konsisten di setiap sesi. 
  3. Perencanaan terapi Tim medis merancang dosis dan arah radiasi secara akurat untuk menargetkan tumor. 
  4. Sesi radioterapi
  • Terapi dilakukan di ruang khusus. 
  • Pasien berbaring dan mesin akan mengarahkan radiasi ke area target. 
  • Setiap sesi biasanya berlangsung 10 hingga 30 menit. 
  • Terapi tidak terasa sakit. 
  • Radioterapi biasanya dilakukan beberapa kali dalam seminggu selama beberapa minggu, tergantung pada kondisi pasien. 
  1. Tindak lanjut Setelah terapi selesai, pasien akan dipantau untuk melihat respons terhadap terapi dan efek samping yang muncul. 
PET Scan Banner

Apakah Radioterapi Terasa Sakit?

Radioterapi tidak terasa sakit saat dilakukan. Pasien tidak akan merasakan panas atau sensasi khusus saat radiasi diberikan. Namun, efek samping dapat muncul secara bertahap setelah beberapa sesi. 

Efek Samping Radioterapi

Efek samping radioterapi sangat bergantung pada area tubuh yang disinari. Karena sifatnya lokal, efeknya biasanya terbatas pada area tersebut. 

Efek samping umum meliputi

  • Kelelahan. 
  • Kulit kemerahan atau iritasi di area penyinaran. 
  • Nafsu makan menurun. 

Efek samping berdasarkan area tubuh: 

  1. Kepala dan leher :
  • Sariawan. 
  • Mulut kering. 
  • Kesulitan menelan. 
  1. Dada :
  • Batuk ringan. 
  • Sesak napas pada kasus tertentu. 
  1. Perut :
  • Mual. 
  • Diare. 
  1. Area panggul :
  • Gangguan buang air kecil atau buang air besar. 
  • Iritasi kulit. 

Tidak semua pasien mengalami efek samping yang sama, dan sebagian besar efek bersifat sementara 2,3

Baca juga: Mitos Fakta Terkait Radioterapi

Cara Mengelola Efek Samping

Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi efek samping: 

  • Istirahat dengan cukup. 
  • Menjaga pola makan seimbang. 
  • Minum cukup air. 
  • Merawat kulit di area penyinaran untuk menghindari iritasi. 
  • Mengikuti anjuran dokter terkait obat atau perawatan tambahan. 

Tim medis biasanya akan memberikan panduan spesifik sesuai dengan kondisi pasien. 

Kapan Harus Segera Menghubungi Tim Medis?

Segera hubungi dokter jika mengalami kondisi berikut: 

  • Nyeri berat atau tidak tertahankan. 
  • Luka kulit yang berat. 
  • Sesak napas. 
  • Demam tinggi. 
  • Diare atau muntah berat. 

Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi. 

Baca juga: Manfaat Radioterapi Untuk Pengobatan Kanker

FAQ Seputar Radioterapi

Berapa lama radioterapi berlangsung? 

Durasi terapi bervariasi, tetapi umumnya dilakukan selama beberapa minggu dengan sesi harian dari Senin hingga Jumat. 

Apakah radioterapi membuat tubuh radioaktif? 

Tidak. Pada radioterapi eksternal yang paling umum dilakukan, pasien tidak menjadi radioaktif dan aman untuk berinteraksi dengan orang lain. 

Apakah rambut selalu rontok setelah radioterapi? 

Tidak. Rambut hanya rontok pada area yang disinari. Sebagai contoh, jika terapi dilakukan di kepala, rambut dapat rontok di area tersebut. 

Kesimpulan

Radioterapi adalah terapi kanker yang efektif dan terencana dengan sangat presisi. Prosesnya dilakukan secara bertahap, tidak menimbulkan rasa sakit saat sesi berlangsung, dan efek sampingnya biasanya terbatas pada area yang disinari. Dengan pemantauan yang baik dan komunikasi dengan tim medis, radioterapi dapat dijalani dengan aman dan efektif. 

banner cek mandiri

Referensi

  1. National Cancer Institute. Radiation Therapy for Cancer [Internet]. Bethesda (MD): NCI; 2025 [cited 2026 Mar 25]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/radiation-therapy 
  2. National Cancer Institute. Radiation Therapy Side Effects [Internet]. Bethesda (MD): NCI; 2025 [cited 2026 Mar 25]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/radiation-therapy/side-effects 
  3. Majeed H, Gupta V. Adverse Effects of Radiation Therapy. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 [cited 2026 Mar 25]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563259/

Hubungi Kami: +62811 1707 0111