Langkah Penting Setelah Didiagnosis Kanker

BAGIKAN

Diagnosis kanker sering datang sebagai kejutan besar yang menghadirkan ketidakpastian, tekanan emosional, serta kebutuhan mendesak untuk memahami apa yang terjadi dan langkah apa yang perlu diambil selanjutnya (2,4–7). Masa setelah diagnosis menjadi titik krusial untuk mengambil kendali perawatan, membangun dukungan, dan mempersiapkan diri menjalani proses pengobatan dengan informasi yang tepat (4–7).

Artikel ini merangkum langkah-langkah praktis berdasarkan bukti ilmiah, rekomendasi lembaga medis global, serta panduan klinis untuk membantu menavigasi masa pasca-diagnosis dengan lebih terarah (1–8).

Baca juga : Bahaya Self-Diagnosis dalam Menentukan Kanker

1. Dapatkan Informasi dan Susun Rencana Perawatan

Pahami Diagnosis Secara Menyeluruh

Diagnosis bukan sekadar label penyakit; diagnosis menentukan arah pengobatan, peluang keberhasilan, hingga potensi efek samping (4–6). Karena itu, penting untuk memahami:

  • Nama spesifik kanker, termasuk subtipe dan lokasi asal
  • Stadium kanker (extent of disease)
  • Biomarker atau mutasi genetik relevan
  • Prognosis dan tujuan terapi

Panduan dari pusat kanker internasional menekankan bahwa pemahaman yang baik tentang diagnosis membantu pasien terlibat aktif dalam pengambilan keputusan terapi dan meningkatkan rasa kontrol terhadap situasi (4–7). Penelitian psikososial juga menunjukkan bahwa fase awal setelah diagnosis merupakan periode dengan risiko tinggi kecemasan dan depresi, sehingga informasi yang jelas dapat membantu mengurangi ketakutan yang berasal dari ketidakpastian (2).

Diskusikan Pilihan Pengobatan

Setiap jenis kanker memiliki pendekatan terapi yang berbeda, seperti:

  • Kemoterapi
  • Radiasi
  • Terapi hormon
  • Targeted therapy
  • Imunoterapi
  • Pembedahan
  • Partisipasi uji klinis

Panduan praktis untuk pasien dan keluarga dari berbagai lembaga kanker internasional secara konsisten merekomendasikan diskusi yang terbuka mengenai manfaat, risiko, dan efek samping masing-masing pilihan terapi agar keputusan sejalan dengan tujuan hidup dan kondisi klinis pasien (4–7).

Baca juga : Mitos Fakta Terkait Radioterapi

Pertimbangkan Prehabilitation Sebelum Terapi Dimulai

Konsep cancer prehabilitation berfokus pada persiapan fisik dan mental sebelum pengobatan dimulai. Program ini dapat mencakup:

  • Latihan fisik ringan terstruktur
  • Intervensi nutrisi yang disesuaikan
  • Manajemen stres
  • Konseling psikososial

Tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa prehabilitation dapat menurunkan morbiditas terkait pengobatan, meningkatkan pilihan terapi yang mungkin dijalani, serta memperbaiki luaran fisik dan psikologis (1). Pendekatan ini semakin diadopsi sebagai bagian dari perawatan kanker yang komprehensif.

Bangun Tim Medis Multidisiplin

Perawatan kanker idealnya dikelola oleh tim multidisiplin yang saling berkoordinasi, terdiri dari:

  • Dokter onkologi medis
  • Dokter onkologi radiasi
  • Dokter bedah
  • Ahli nutrisi
  • Dokter gigi (terutama bila akan menjalani terapi yang memengaruhi rongga mulut)
  • Psikolog atau psikiater onkologi
  • Perawat onkologi

Berbagai panduan pasien dan keluarga dari organisasi kanker global menekankan pentingnya tim multidisiplin untuk memastikan rencana terapi yang menyeluruh, terkoordinasi, dan konsisten dengan tujuan perawatan pasien (5–8).

2. Jaga dan Prioritaskan Kesehatan Fisik

Pertahankan Pola Makan Seimbang

Nutrisi memiliki peran penting dalam meningkatkan energi, mendukung sistem imun, dan membantu tubuh bertahan selama pengobatan. Panduan praktis dari lembaga kanker internasional merekomendasikan pola makan kaya sayuran berwarna, buah segar, protein berkualitas, gandum utuh, serta hidrasi yang adekuat, dengan penyesuaian khusus bila ada efek samping seperti mual, sariawan, atau gangguan pencernaan (5–7).

Baca juga : Pentingnya Mengatur Asupan Gizi Pejuang Kanker

Tetap Aktif dengan Latihan yang Aman

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki dapat membantu mengurangi kelelahan terkait kanker (cancer-related fatigue), yang merupakan salah satu keluhan paling sering selama terapi (3). Meta-analisis menunjukkan bahwa intervensi berbasis olahraga, intervensi psikologis, maupun pendekatan farmakologis sama-sama dapat menurunkan cancer-related fatigue, dengan latihan fisik menjadi salah satu komponen yang konsisten bermanfaat (3).

Selain mengurangi kelelahan, panduan klinis untuk pasien kanker juga menyebutkan bahwa aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kemampuan dapat membantu kualitas tidur, suasana hati, dan rasa percaya diri selama pengobatan (5–7). Target aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi harian, dan istirahat tetap diprioritaskan ketika tubuh membutuhkan pemulihan.

Persiapkan Kebutuhan Harian

Selama pengobatan, energi dan stamina dapat berfluktuasi dari hari ke hari (5–7). Untuk mengurangi stres praktis:

  • Siapkan makanan dalam porsi kecil yang mudah dihangatkan
  • Susun daftar pekerjaan rumah yang dapat dialihkan kepada keluarga atau teman
  • Pertimbangkan dukungan tambahan, seperti bantuan transportasi atau layanan home care bila tersedia

Berbagai panduan setelah diagnosis dari rumah sakit kanker dan lembaga nirlaba internasional menekankan pentingnya perencanaan praktis ini untuk mencegah kelelahan berlebihan dan menjaga fokus pada proses terapi (5–7).

Pastikan Kesehatan Mulut Optimal

Sebelum memulai terapi seperti kemoterapi intensif, targeted therapy tertentu, atau radiasi kepala-leher, disarankan untuk melakukan evaluasi dan perawatan gigi terlebih dahulu. Panduan edukasi untuk pasien menyatakan bahwa infeksi pada rongga mulut, gigi berlubang, atau penyakit gusi yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko komplikasi selama pengobatan (4–6).

Perawatan mulut yang baik seperti menyikat gigi dengan lembut, menggunakan obat kumur yang sesuai, dan melaporkan segera bila ada luka atau nyeri mulut, merupakan bagian penting dari pencegahan infeksi.

Baca juga : Pola Hidup Ini Berperan Penting dalam Mencegah Kanker

3. Perhatikan Kesehatan Emosional dan Mental

Bangun Komunikasi Terbuka

Diagnosis kanker sering kali memicu gelombang emosi: takut, marah, cemas, atau bahkan mati rasa (2,4–7). Membicarakan diagnosis dengan keluarga dan orang terdekat bukan hanya soal berbagi informasi, tetapi juga membentuk sistem dukungan yang kokoh.

Komunikasi yang terbuka dan jujur dapat:

  • Mengurangi perasaan terisolasi
  • Meningkatkan rasa kontrol terhadap situasi
  • Mencegah kesalahpahaman mengenai kebutuhan perawatan sehari-hari

Panduan untuk pasien dan keluarga dari Mayo Clinic, American Cancer Society, dan organisasi pendukung kanker lain menekankan bahwa berbagi kekhawatiran dan kebutuhan secara eksplisit membantu lingkungan sekitar memberikan dukungan yang lebih tepat (4–7).

Cari Dukungan Profesional

Banyak pasien mengalami kecemasan dan depresi setelah diagnosis, dengan variasi bergantung pada jenis kanker, usia, dan faktor lain (2). Dalam kondisi tertentu, dukungan profesional dari psikolog atau psikiater onkologi menjadi sangat penting.

Intervensi psikologis berbasis bukti, seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), dapat membantu:

  • Mengidentifikasi pola pikir yang memperburuk kecemasan
  • Mengembangkan strategi coping yang lebih adaptif
  • Mengurangi gejala depresi dan ketakutan terkait kanker maupun pengobatan (2,4,7)

Lembaga kanker internasional juga secara rutin merekomendasikan konseling sebagai bagian integral dari perawatan kanker, bukan sekadar tambahan opsional (4–7).

Manfaatkan Kelompok Dukungan

Kelompok dukungan kanker, baik tatap muka maupun online, memberikan kesempatan untuk:

  • Belajar dari pengalaman orang lain yang menghadapi situasi serupa
  • Bertukar tips mengelola efek samping terapi
  • Mendapatkan rasa kebersamaan dan dipahami
  • Mengurangi perasaan kesepian atau terasing

Organisasi seperti Cancer Support Community dan American Cancer Society menekankan bahwa partisipasi dalam kelompok dukungan dapat meningkatkan kualitas hidup, memberikan rasa harapan, dan membantu pasien maupun keluarga menavigasi keputusan sulit selama dan setelah pengobatan (5,7). Temuan penelitian psikososial juga mendukung bahwa dukungan sosial berhubungan dengan gejala kecemasan dan depresi yang lebih rendah (2).

Setelah diagnosis kanker, langkah pertama yang paling penting adalah memperkuat pemahaman tentang penyakit, menyusun rencana perawatan yang terarah, serta membangun sistem dukungan yang kokoh (4–7). Dengan fokus pada:

  • Informasi medis yang akurat
  • Gaya hidup yang mendukung, termasuk nutrisi dan aktivitas fisik yang aman (1,3,5–7)
  • Kesejahteraan mental melalui komunikasi terbuka, dukungan profesional, dan kelompok dukungan (2,4–7)

perjalanan perawatan kanker dapat dijalani dengan lebih tenang dan terstruktur.

Walaupun diagnosis kanker dapat mengguncang, keputusan-keputusan yang tepat sejak awal—berbasis bukti ilmiah dan panduan lembaga terpercaya—dapat memberikan rasa kontrol, menumbuhkan harapan, dan meningkatkan peluang keberhasilan perawatan (1–8).

Referensi

  1. Silver JK, Baima J. Cancer prehabilitation: an opportunity to decrease treatment-related morbidity, increase cancer treatment options, and improve physical and psychological health outcomes. Am J Phys Med Rehabil. 2013;92(8):715–27. doi:10.1097/PHM.0b013e31829b4afe
  2. Linden W, Vodermaier A, Mackenzie R, Greig D. Anxiety and depression after cancer diagnosis: prevalence rates by cancer type, gender, and age. J Affect Disord. 2012;141(2–3):343–51. doi:10.1016/j.jad.2012.03.025
  3. Mustian KM, Alfano CM, Heckler C, et al. Comparison of pharmaceutical, psychological, and exercise treatments for cancer-related fatigue: a meta-analysis. JAMA Oncol. 2017;3(7):961–8. doi:10.1001/jamaoncol.2016.6914
  4. Mayo Clinic. Cancer diagnosis: 11 tips for coping [Internet]. Rochester (MN): Mayo Foundation for Medical Education and Research; c1998–2025 [cited YYYY Mon DD]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer-diagnosis/art-20044544
  5. American Cancer Society. After a Cancer Diagnosis: A Guide for Patients and Families [Internet]. Atlanta (GA): American Cancer Society; [cited YYYY Mon DD]. Available from:
    https://www.cancer.org/content/dam/cancer-org/cancer-control/en/booklets-flyers/after-diagnosis-a-guide-for-patients-and-families.pdf
  6. MD Anderson Cancer Center. 6 things to do after a cancer diagnosis [Internet]. Houston (TX): The University of Texas MD Anderson Cancer Center; [cited YYYY Mon DD]. Available from:
    https://www.mdanderson.org/cancerwise/6-things-to-do-after-a-cancer-diagnosis.h00-159458478.html
  7. Cancer Support Community. 10 things you should do if diagnosed with cancer [Internet]. Washington (DC): Cancer Support Community; [cited YYYY Mon DD]. Available from:
    https://www.cancersupportcommunity.org/blog/10-things-you-should-do-if-diagnosed-cancer
  8. Icon Cancer Centre. 5 actions to take after being diagnosed with cancer [Internet]. Brisbane (AU): Icon Cancer Centre; [cited YYYY Mon DD]. Available from: https://iconcancercentre.com.au/news-articles/5-actions-to-take-after-being-diagnosed-with-cancer/
Hubungi Kami: +62811 1707 0111