Kayu bajakah sering dipromosikan di tengah masyarakat sebagai bahan herbal yang dipercaya dapat membantu melawan atau bahkan menyembuhkan penyakit kanker. Hingga saat ini belum tersedia bukti klinis yang memadai secara medis yang membuktikan bahwa kayu bajakah mampu menyembuhkan kanker pada tubuh manusia.
Berbagai penelitian ilmiah yang ada saat ini baru terbatas menguji ekstrak tanaman pada tahap praklinis, yaitu pengujian awal pada sel makhluk hidup di laboratorium. Hasil penelitian awal ini memang penting sebagai pijakan bagi penelitian ilmiah lanjutan, namun tentu tidak dapat disamakan dengan bukti medis bahwa penggunaan rebusan, serbuk, maupun produk suplemen bajakah memiliki efikasi sebagai terapi pemulihan kanker bagi pengidap.
Apa Itu Kayu Bajakah?
Istilah bajakah pada dasarnya merujuk pada beberapa varietas tanaman merambat yang tumbuh alami di hutan Kalimantan. Salah satu jenis tanaman yang cukup banyak diteliti adalah Spatholobus littoralis. Sebutan bajakah tidak selalu mengacu pada satu spesies tunggal, sehingga kandungan serta komposisi zat aktif dalam setiap produk yang beredar di masyarakat dapat sangat bervariasi.
Penelitian terhadap Spatholobus littoralis berfokus untuk menguji ekstrak sediaan bahan alami serta menganalisis berbagai senyawa aktif yang terkandung di dalamnya. Sasaran utama dari penelitian tahap awal ini adalah untuk mengamati potensi biologis zat tanaman tersebut sebelum dapat dipertimbangkan untuk penelitian klinis pada manusia.
Mengapa Bajakah Dikaitkan dengan Kanker?
Sejumlah penelitian praklinis menemukan bahwa komponen alami tertentu dari ekstrak bajakah memiliki aktivitas sitotoksik, yaitu kemampuan untuk merusak atau membunuh sel-sel kanker dalam pengujian laboratorium. Penelitian In vitro (penelitian pada sampel sel di laboratorium) ini sangat membantu para ilmuwan untuk memahami apakah suatu bahan alami memiliki potensi awal untuk diteliti lebih lanjut.
Baca juga: Obat Herbal untuk Kanker: Bisakah Mencegah atau Mengobati?
Efek pada sampel sel di laboratorium tentu tidak dapat serta-merta disamakan dengan manfaat pada tubuh manusia secara utuh. Derajat konsentrasi ekstrak yang digunakan di laboratorium, cara tubuh menyerap senyawa tersebut, proses metabolisme, tingkat keamanan, serta batas dosis yang dapat diterima oleh tubuh manusia dapat memiliki perbedaan yang sangat besar.
Apakah Hasil Laboratorium Berarti Bajakah Bisa Menyembuhkan Kanker?
Hasil pengujian di laboratorium belum dapat dijadikan bukti bahwa bahan herbal tersebut mampu menyembuhkan penyakit kanker pada manusia. Pembuktian manfaat suatu bahan alami sebagai langkah terapi medis memerlukan tahapan uji klinik, yaitu rangkaian penelitian ilmiah pada manusia yang dirancang secara ketat untuk menilai tingkat keamanan serta efikasi pengobatan. Bukti ilmiah yang sahih dan memadai seperti ini belum tersedia untuk menunjukkan bahwa bajakah dapat menyembuhkan kanker pada manusia.
Penggunaan istilah populer seperti “antikanker” juga perlu disikapi secara bijaksana dan proporsional. Suatu senyawa yang terbukti mampu menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam cawan laboratorium belum tentu bekerja sebagai obat yang memiliki efikasi tinggi serta aman saat digunakan oleh manusia.`
Apa Risiko Menggunakan Produk Herbal Selama Terapi Kanker?
Penggunaan produk herbal secara bersamaan dengan prosedur kemoterapi atau terapi radiasi dapat memicu terjadinya interaksi obat yang tidak diharapkan. Kandungan bahan aktif pada produk herbal dapat memengaruhi cara kerja obat-obatan kanker, baik menurunkan efikasi pengobatan maupun meningkatkan derajat risiko efek samping. Produk herbal yang belum memiliki standar dosis yang jelas juga dapat memberikan beban kerja tambahan bagi organ hati dan ginjal yang sedang bekerja memproses obat-obatan medis.
Baca juga: Susu untuk Penderita Kanker: Pilihan dan Cara Memilih yang Tepat
Selain itu, salah satu risiko terbesar dari promosi herbal yang diklaim sebagai penyembuh kanker adalah munculnya kecenderungan pengidap kanker untuk menunda atau menghentikan prosedur terapi medis standar, seperti tindakan operasi, kemoterapi, maupun terapi radiasi. Keputusan menunda terapi medis dapat memberikan kesempatan bagi sel-sel kanker untuk tumbuh berkembang dan menyebar ke organ lain, sehingga derajat keberhasilan terapi medis di masa depan dapat mengalami penurunan.
Di sisi lain, produk herbal seperti kayu bajakah yang dijual bebas bukanlah obat tunggal terstandar, sehingga kandungan zat aktif di dalam setiap kemasan racikan maupun suplemen dapat sangat bervariasi. Ketidakpastian ini menyebabkan dosis yang digunakan tidak dapat diukur secara presisi, serta berpotensi menimbulkan risiko akibat adanya kontaminan atau bahan tambahan lain yang dapat membahayakan kondisi kesehatan pengidap.
Jika Tetap Ingin Mengonsumsi Produk Herbal
Konsultasi awal ke dokter spesialis onkologi atau apoteker sangat disarankan seandainya pengidap maupun keluarga berencana menggunakan suplemen herbal pendamping. Dokter akan membantu menilai apakah bahan alami tersebut aman digunakan, tidak menimbulkan reaksi interaksi dengan obat-obatan kemoterapi, serta tidak mengganggu fungsi kerja organ-organ penting di dalam tubuh.
www.oneonco.co.id menyediakan Program Bantuan Pasien dengan harga khusus untuk beberapa produk onkologi tertentu. Bagi Pasien yang membutuhkan informasi mengenai ketersediaan obat yang termasuk dalam program, ketentuan, kriteria peserta, serta harga dapat diperoleh dengan menghubungi WhatsApp ONEONCO di +62 811-1707-0111.

Referensi
- Rustandi T, Nugroho MR, Yasir M, Kamalia, Julian Eka Putri Nugraha E, Abiyyu Fathin Fawwazi MH, et al. Untargeted UHPLC-Q exactive orbitrap HRMS-based network pharmacology for the discovery of anti-breast cancer compounds from spatholobus littoralis stems fractions and experimental validation. Nat Prod Res. 2026;40(17):5362-9
- National Center for Complementary and Integrative Health. Complementary, alternative, or integrative health: what’s in a name? [Internet]. Bethesda (MD): NCCIH; 2024 [cited 2026 Oct 15]. Available from: https://www.nccih.nih.gov/health/complementary-alternative-or-integrative-health-whats-in-a-name
- American Cancer Society. Complementary and integrative medicine in cancer care [Internet]. Atlanta: American Cancer Society; 2025 [cited 2026 Oct 15]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/managing-cancer/treatment-types/complementary-and-integrative-medicine.html
- National Cancer Institute. Thinking about complementary and alternative therapies [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 [cited 2026 Oct 15]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/cam
