Akurasi Ultrasonografi (USG) dalam mendeteksi kanker sering menjadi titik awal evaluasi klinis, terutama karena sifatnya yang non-invasif, relatif terjangkau, dan mudah diakses. Namun, deteksi kanker bukan hanya soal menemukan massa atau lesi, melainkan memahami sifat biologis, luas penyebaran, dan aktivitas penyakit secara menyeluruh. Di sinilah muncul pertanyaan penting: sejauh mana akurasi USG dalam mendeteksi kanker, dan bagaimana perannya dibandingkan dengan modalitas lanjutan seperti Positron Emission Tomography (PET Scan) dalam penentuan stadium kanker?
Artikel ini akan membahas akurasi USG dalam mendeteksi kanker, keterbatasannya, serta bagaimana PET Scan berperan sebagai pemeriksaan komplementer yang krusial dalam penentuan stadium dan perencanaan terapi berbasis bukti ilmiah.
Baca juga : USG Payudara Untuk Deteksi Dini Kanker: Pengertian, Fungsi, dan Prosedur
Akurasi USG dalam Mendeteksi Kanker: Kekuatan dan Batasan
USG bekerja dengan memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk memvisualisasikan jaringan lunak. Dalam konteks onkologi, USG memiliki keunggulan pada deteksi awal kelainan struktural, terutama pada organ seperti payudara, tiroid, hati, ginjal, dan sistem reproduksi.
Kekuatan USG dalam Deteksi Kanker
- Deteksi Lesi Awal: USG mampu mengidentifikasi massa padat, kistik, atau perubahan struktur jaringan yang mencurigakan.
- Panduan Prosedur: Sangat efektif sebagai panduan biopsi untuk memastikan diagnosis histopatologis.
- Evaluasi Real-Time: Memberikan gambaran dinamis aliran darah melalui Doppler, membantu menilai vaskularisasi tumor.
Keterbatasan Akurasi USG
Meskipun bermanfaat, akurasi USG dalam mendeteksi kanker sangat bergantung pada:
- Operator dan kualitas alat
- Lokasi serta kedalaman tumor
- Ketidakmampuan menilai aktivitas metabolik sel kanker
USG umumnya menilai perubahan anatomi, bukan aktivitas biologis. Oleh karena itu, USG memiliki keterbatasan dalam mendeteksi metastasis jauh atau membedakan jaringan kanker aktif dengan jaringan pasca terapi atau peradangan.
Peran PET Scan dalam Penentuan Stadium Kanker
Peran Kunci dalam Penentuan Stadium
PET Scan menggunakan radiofarmaka seperti Fluorodeoxyglucose (FDG) untuk memetakan aktivitas metabolik jaringan. Sel kanker yang membelah cepat cenderung menyerap lebih banyak glukosa, sehingga tampak sebagai area terang pada hasil pemindaian.
Baca juga : Pentingnya PET Scan dalam Pengobatan Kanker
Aktivitas Metabolisme
PET Scan mengungkap kanker yang tersembunyi dengan mendeteksi peningkatan penyerapan FDG, bahkan sebelum perubahan struktural terlihat jelas melalui USG atau CT. Hal ini menjadikannya unggul dalam menilai keganasan aktif secara biologis.¹.²
Deteksi Metastasis
Salah satu keunggulan utama PET Scan adalah kemampuannya mengidentifikasi penyebaran jauh ke kelenjar getah bening atau organ lain. Informasi ini sangat krusial untuk menentukan apakah kanker bersifat terlokalisasi atau sudah sistemik.¹
Beban Tumor
PET Scan memungkinkan penilaian luas dan ukuran tumor primer serta distribusi metastasis secara menyeluruh, memberikan gambaran beban tumor yang tidak dapat dicapai dengan USG saja.
Diferensiasi Jaringan
Dalam praktik klinis, PET Scan membantu membedakan kanker yang aktif secara metabolik dari:
- Jaringan parut pasca radioterapi
- Peradangan
- Pertumbuhan jinak
Kemampuan ini meningkatkan akurasi interpretasi dibandingkan USG yang cenderung menilai morfologi semata.²
Penentuan Stadium (Staging)
Penentuan stadium kanker (Stadium 1–4) membutuhkan informasi tentang ukuran tumor, keterlibatan kelenjar getah bening, dan penyebaran jauh. PET Scan memberikan gambaran menyeluruh yang sangat penting dalam proses ini, terutama pada kanker paru, limfoma, kolorektal, dan kanker kepala-leher.³
Baca juga : Cara Memahami Hasil Diagnosis Kanker: Memahami Stadium, TNM, dan Grading
Panduan Pengobatan Berbasis Hasil PET Scan
Pemilihan Jenis Terapi
Hasil PET Scan membantu tim medis menentukan strategi terapi yang paling efektif, baik itu kemoterapi, radioterapi, terapi target, maupun kombinasi modalitas.
Perencanaan Radioterapi Presisi
Dengan memetakan area metabolik aktif, PET Scan memungkinkan penentuan batas target radioterapi secara lebih akurat, sehingga jaringan sehat dapat terlindungi secara optimal.²
Pemantauan Respons Terapi
Berbeda dengan USG yang menunggu perubahan ukuran tumor, PET Scan dapat menunjukkan respons terapi lebih dini melalui penurunan penyerapan radiofarmaka, bahkan sebelum tumor mengecil secara fisik.¹
Deteksi Kekambuhan
Setelah terapi selesai, PET Scan berperan penting dalam mendeteksi kekambuhan kanker secara dini, terutama ketika perubahan struktural belum terlihat jelas pada USG atau CT.
Akurasi USG dalam mendeteksi kanker menjadikannya alat skrining dan evaluasi awal yang sangat bernilai. Namun, keterbatasannya dalam menilai aktivitas metabolik dan penyebaran sistemik membuat USG tidak dapat berdiri sendiri dalam penentuan stadium kanker. PET Scan hadir sebagai pemeriksaan lanjutan yang melengkapi USG dengan informasi biologis dan metabolik yang krusial. Pendekatan multimodal berbasis USG dan PET Scan memberikan fondasi yang lebih akurat, komprehensif, dan terpercaya dalam diagnosis, penentuan stadium, serta perencanaan terapi kanker modern.
Baca juga : USG vs CT Scan untuk Kanker: Mana yang Lebih Akurat untuk Deteksi Dini?
Referensi
- Kapoor M, Heston TF, Kasi A. PET scanning. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan [updated 2025 Feb 26; cited 2025 Mar 10]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559089/
- Liv Hospital. PET scan in cancer staging: accurate assessment of tumor spread and size [Internet]. Istanbul: Liv Hospital; c2024 [cited 2025 Mar 10]. Available from: https://int.livhospital.com/pet-scan-cancer-staging-accurate-assessment-of-tumor-spread-and-size/
- Boellaard R, Delgado-Bolton R, Oyen WJG, Giammarile F, Tatsch K, Eschner W, et al. FDG PET/CT: EANM procedure guidelines for tumour imaging: version 2.0. Eur J Nucl Med Mol Imaging. 2024;51(2):324–348. doi:10.1007/s00259-024-06619-1.
