Apakah Pemeriksaan dan Pengobatan Kanker Ditanggung BPJS? Ini Cakupan dan Alurnya

BAGIKAN

Kekhawatiran mengenai biaya sering muncul ketika seseorang harus menjalani pemeriksaan atau pengobatan kanker. Pertanyaannya, apakah pemeriksaan kanker bisa menggunakan BPJS Kesehatan?

Secara umum, peserta JKN/BPJS Kesehatan dapat memperoleh pelayanan pemeriksaan dan pengobatan kanker selama terdapat kebutuhan atau indikasi medis dan pelayanan dilakukan sesuai prosedur JKN yang berlaku. Namun, tidak semua jenis skrining, pemeriksaan, obat, atau terapi otomatis dijamin untuk setiap pasien.

Cakupan pelayanan dapat bergantung pada kondisi medis, rekomendasi dokter, fasilitas kesehatan yang tersedia, alur rujukan, serta ketentuan JKN dan Formularium Nasional yang berlaku. Kerangka penyelenggaraan JKN saat ini tetap mengacu pada Perpres No. 82 Tahun 2018 yang telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Perpres No. 59 Tahun 2024.

Karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara skrining kanker, pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, dan pengobatan kanker sebelum menentukan layanan yang dibutuhkan.

Pemeriksaan Kanker Apa Saja yang Bisa Menggunakan BPJS?

Jenis pemeriksaan kanker tidak sama untuk setiap pasien. Dokter akan menentukan pemeriksaan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan sebelumnya, organ yang dicurigai mengalami kelainan, dan tujuan pemeriksaan.

Berikut beberapa pemeriksaan yang dapat menjadi bagian dari proses diagnosis atau evaluasi kanker apabila memang diperlukan secara medis.

Apakah Biopsi Ditanggung BPJS?

Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel jaringan atau sel untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Pemeriksaan ini sering digunakan untuk membantu memastikan apakah suatu jaringan mengandung sel kanker serta mengetahui karakteristik penyakit.

Jika dokter menilai biopsi diperlukan dan pasien mengikuti mekanisme pelayanan JKN yang berlaku, pemeriksaan tersebut dapat menjadi bagian dari proses diagnosis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Namun, tidak semua benjolan atau gejala membutuhkan biopsi. Dokter biasanya akan menentukan pemeriksaan yang diperlukan berdasarkan lokasi kelainan dan hasil evaluasi sebelumnya.

Apakah CT Scan Ditanggung BPJS?

CT Scan dapat digunakan untuk melihat kondisi organ dan jaringan tubuh secara lebih detail. Dalam penanganan kanker, CT Scan dapat digunakan antara lain untuk membantu mengevaluasi lokasi tumor, penyebaran penyakit, atau respons terhadap terapi.

Pemeriksaan CT Scan tidak dilakukan hanya atas permintaan pasien. Penggunaannya perlu berdasarkan indikasi medis dan rekomendasi dokter.

Apakah MRI Ditanggung BPJS?

MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran jaringan tubuh secara detail.

Pada jenis kanker tertentu, MRI dapat digunakan untuk membantu dokter melihat karakteristik tumor, keterlibatan jaringan di sekitarnya, maupun penyebaran penyakit.

Sama seperti CT Scan, kebutuhan MRI ditentukan berdasarkan kondisi klinis pasien. Jenis pemeriksaan pencitraan yang diperlukan dapat berbeda untuk setiap kanker.

Apakah Tumor Marker Ditanggung BPJS?

Tumor marker adalah zat tertentu yang dapat ditemukan melalui pemeriksaan darah, urine, atau jaringan dan pada kondisi tertentu dapat membantu dokter dalam evaluasi kanker.

Namun, tumor marker bukan pemeriksaan tunggal untuk memastikan seseorang mengalami kanker.

Tidak semua pasien memerlukan tumor marker dan tidak semua jenis tumor marker sesuai untuk setiap kanker. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan berdasarkan indikasi dokter dan dinilai bersama hasil pemeriksaan lainnya.

Apakah PET Scan Ditanggung BPJS?

PET Scan merupakan pemeriksaan pencitraan yang dapat digunakan pada jenis dan kondisi kanker tertentu, misalnya untuk membantu mengevaluasi penyebaran penyakit atau respons terhadap terapi.

Namun, tidak semua pasien kanker membutuhkan PET Scan.

Jika dokter merekomendasikan PET Scan, pasien perlu memastikan apakah pemeriksaan tersebut tersedia pada fasilitas kesehatan tujuan dan dapat dilakukan melalui mekanisme JKN sesuai indikasi dan ketentuan yang berlaku.

Karena ketersediaan fasilitas dan mekanisme penjaminan dapat berbeda, sebaiknya konfirmasikan kepada rumah sakit tujuan atau BPJS Kesehatan sebelum menjalani pemeriksaan.

Baca juga: Prosedur PET Scan Kanker dari Persiapan hingga Tahap Pemeriksaan.

Apakah Skrining Kanker Ditanggung BPJS?

Sebelum membahas cakupan skrining, penting untuk membedakan skrining dengan pemeriksaan diagnostik.

Skrining dilakukan pada orang yang belum mengalami gejala untuk menemukan risiko atau kelainan lebih awal. Sementara itu, pemeriksaan diagnostik dilakukan ketika seseorang sudah memiliki gejala, hasil skrining abnormal, atau temuan medis yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada 2026, pemerintah juga memperluas deteksi dini melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Skrining kanker serviks telah diintegrasikan ke dalam CKG, termasuk perluasan penggunaan pemeriksaan DNA HPV.

Program CKG 2026 juga memperluas cakupan skrining kanker paru dan kanker usus besar pada kelompok sasaran tertentu. Hasil pemeriksaan yang memerlukan tindak lanjut diarahkan ke proses penanganan atau rujukan sesuai kebutuhan medis.

Karena itu, masyarakat tidak sebaiknya menganggap seluruh pemeriksaan deteksi dini kanker hanya tersedia melalui satu mekanisme BPJS. Pilihan skrining dapat berasal dari program CKG maupun pelayanan kesehatan lain sesuai usia, faktor risiko, dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Bagaimana Cara Mengikuti Cek Kesehatan Gratis?

CKG dapat didaftarkan melalui SATUSEHAT Mobile, kanal WhatsApp resmi Kementerian Kesehatan, maupun dengan datang langsung ke Puskesmas sesuai mekanisme yang tersedia. Informasi pendaftaran CKG diperbarui oleh SATUSEHAT pada Juli 2026.

Jika hasil skrining menunjukkan kelainan, tenaga kesehatan akan menentukan pemeriksaan atau tindak lanjut yang diperlukan.

Apakah Pengobatan Kanker Ditanggung BPJS?

Setelah diagnosis kanker ditegakkan, pasien dapat membutuhkan satu atau kombinasi beberapa jenis terapi.

Pilihan pengobatan tidak ditentukan hanya berdasarkan diagnosis “kanker”, tetapi juga berdasarkan jenis kanker, stadium, lokasi penyakit, kondisi kesehatan pasien, serta karakteristik tumor.

Apakah Operasi Kanker Ditanggung BPJS?

Operasi merupakan salah satu pilihan pengobatan pada berbagai jenis kanker.

Jika operasi memang menjadi bagian dari rencana terapi yang ditentukan dokter dan dilakukan melalui fasilitas serta prosedur JKN yang berlaku, tindakan operasi dapat menjadi bagian dari pelayanan yang diberikan kepada peserta.

Tidak semua kanker harus dioperasi. Pada beberapa kondisi, dokter dapat memilih kemoterapi, radioterapi, terapi sistemik lainnya, atau kombinasi beberapa metode.

Apakah Kemoterapi Ditanggung BPJS?

Kemoterapi merupakan terapi menggunakan obat untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker.

Kemoterapi dapat menjadi bagian dari pelayanan JKN apabila sesuai indikasi medis dan regimen terapi yang digunakan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Jenis obat, dosis, jumlah siklus, dan kombinasi kemoterapi dapat berbeda pada setiap pasien.

Apakah Radioterapi Ditanggung BPJS?

Radioterapi menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk menghancurkan atau menghambat pertumbuhan sel kanker.

Pada kondisi tertentu, radioterapi dapat diberikan sebagai terapi utama, dikombinasikan dengan operasi atau kemoterapi, maupun digunakan untuk membantu mengurangi gejala akibat kanker.

Kebutuhan dan jenis radioterapi ditentukan oleh dokter berdasarkan lokasi tumor, stadium penyakit, dan tujuan terapi.

Apakah Terapi Hormon Ditanggung BPJS?

Terapi hormon dapat digunakan pada kanker yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh hormon, seperti beberapa jenis kanker payudara dan kanker prostat.

Obat yang digunakan tetap perlu mengikuti indikasi medis serta ketentuan obat yang berlaku dalam pelayanan JKN.

Apakah Terapi Target Ditanggung BPJS?

Terapi target bekerja pada target molekuler tertentu yang berperan dalam pertumbuhan kanker.

Karena itu, tidak semua pasien dapat menggunakan terapi target yang sama. Pada beberapa jenis kanker, pemeriksaan biomarker atau molekuler diperlukan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah tumor memiliki target tertentu.

Cakupan obat terapi target melalui JKN perlu disesuaikan dengan indikasi dan ketentuan obat dalam Formularium Nasional.

Apakah Imunoterapi Ditanggung BPJS?

Imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan kanker.

Namun, tidak semua jenis imunoterapi dan tidak semua indikasi kanker otomatis masuk dalam cakupan yang sama.

Keputusan penggunaan terapi harus didasarkan pada kondisi pasien, jenis kanker, karakteristik tumor, rekomendasi dokter, dan ketentuan obat yang berlaku.

Apakah Semua Obat Kanker Ditanggung BPJS?

Tidak semua obat kanker otomatis dapat digunakan melalui JKN.

Salah satu acuan penting dalam pelayanan obat peserta JKN adalah Formularium Nasional atau Fornas, yaitu daftar obat yang digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan program JKN.

Formularium Nasional terbaru ditetapkan melalui KMK HK.01.07/MENKES/1199/2025 dan mulai berlaku pada 1 April 2026.

Dalam praktiknya, bukan hanya nama obat yang perlu diperhatikan. Obat tertentu dapat memiliki:

  • indikasi penggunaan tertentu;
  • restriksi atau persyaratan klinis;
  • aturan mengenai fasilitas kesehatan yang dapat menggunakannya; atau
  • ketentuan lain dalam Formularium Nasional.

Karena itu, jika dokter merekomendasikan terapi target, imunoterapi, atau obat kanker tertentu, tanyakan apakah obat tersebut dapat diberikan melalui skema JKN untuk kondisi Anda.

Kapan Pemeriksaan atau Pengobatan Kanker Tidak Dijamin BPJS?

Meskipun JKN memiliki cakupan pelayanan yang luas, bukan berarti setiap pemeriksaan atau tindakan medis dapat dilakukan tanpa batas.

Pelayanan dapat tidak dijamin apabila tidak memenuhi ketentuan program JKN yang berlaku, misalnya pelayanan dilakukan di luar prosedur yang ditetapkan atau termasuk dalam kelompok manfaat yang memang dikecualikan.

Kerangka manfaat dan pelayanan JKN diatur melalui Perpres No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan beserta perubahan-perubahannya, termasuk Perpres No. 59 Tahun 2024.

Karena cakupan dapat berbeda berdasarkan kondisi individual, hindari menyimpulkan sendiri bahwa suatu pemeriksaan “pasti ditanggung” hanya karena pemeriksaan tersebut berkaitan dengan kanker.

Konfirmasikan kepada dokter, fasilitas kesehatan, atau BPJS Kesehatan jika terdapat keraguan mengenai penjaminan pemeriksaan, obat, atau terapi tertentu.

Apakah Sistem Rujukan BPJS Masih Berdasarkan Tipe Rumah Sakit?

Sistem rujukan JKN sedang mengalami perubahan.

Sejak April 2026, Kementerian Kesehatan bersama BPJS Kesehatan melakukan uji coba Transformasi JKN melalui integrasi SATUSEHAT Rujukan dengan sistem BPJS Kesehatan dan sistem informasi kesehatan lainnya.

Dalam model yang diuji coba tersebut, paradigma rujukan bergeser dari sistem yang hanya berpatokan pada rumah sakit tipe A, B, C, atau D menjadi rujukan berdasarkan kemampuan pelayanan yang dibutuhkan pasien.

Tujuannya adalah agar pasien dapat dirujuk ke fasilitas yang memang memiliki kompetensi dan layanan yang dibutuhkan tanpa harus berpindah melalui beberapa jenjang rumah sakit yang tidak diperlukan.

Karena implementasinya masih dilakukan secara bertahap, alur yang berlaku dapat berbeda antarwilayah.

Baca juga: Cara Mengurus Surat Rujukan BPJS untuk Pasien Kanker dari Faskes 1.

Apakah Pasien Bisa Langsung Melakukan PET Scan, CT Scan, atau Tumor Marker dengan BPJS?

Tidak sebaiknya memilih pemeriksaan sendiri.

PET Scan, CT Scan, MRI, biopsi, dan tumor marker memiliki fungsi yang berbeda dan digunakan untuk kondisi yang berbeda pula.

Sebagai contoh, seseorang yang memiliki benjolan tidak otomatis membutuhkan PET Scan. Dokter mungkin perlu memulai dari pemeriksaan fisik, USG, mammografi, biopsi, atau pemeriksaan lain tergantung lokasi dan karakteristik keluhan.

Memulai pemeriksaan dari konsultasi dokter membantu memastikan pemeriksaan yang dilakukan memiliki tujuan klinis yang jelas dan menghindari pemeriksaan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Apakah Pemeriksaan Kanker Bisa Dilakukan Tanpa Gejala?

Bisa, tetapi konteksnya adalah skrining kanker.

Skrining ditujukan untuk orang yang belum mengalami gejala tetapi memenuhi kriteria tertentu berdasarkan usia atau faktor risiko.

Pada 2026, pemerintah semakin memperluas program CKG. Selain integrasi skrining kanker serviks melalui DNA HPV, cakupan skrining juga diperluas untuk kanker paru dan kanker usus besar pada kelompok sasaran.

Jadi, jika Anda tidak memiliki gejala tetapi ingin mengetahui skrining kanker yang sesuai, Anda dapat memulai dengan mengecek layanan CKG atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan berdasarkan usia dan faktor risiko.

Butuh Pemeriksaan Kanker di Luar Skema JKN?

Tidak semua pasien menggunakan jalur JKN untuk setiap pemeriksaan.

Jika dokter sudah merekomendasikan pemeriksaan tertentu dan Anda ingin mengetahui pilihan fasilitas maupun biaya pemeriksaan secara mandiri, ONEOnco menyediakan informasi berbagai produk dan layanan terkait kanker.

Melalui ONEOnco, Anda dapat mencari:

  • PET Scan;
  • tumor marker;
  • pemeriksaan genetik;
  • mammografi;
  • USG payudara;
  • HPV DNA;
  • Pap smear;
  • serta berbagai produk dan layanan terkait kanker lainnya.

Lihat Produk dan Pemeriksaan di ONEOnco

Temukan pilihan pemeriksaan berdasarkan kebutuhan dan fasilitas kesehatan melalui halaman Produk ONEOnco.

Temukan Layanan Deteksi Kanker

Cari informasi layanan terkait deteksi dan pemeriksaan kanker melalui Deteksi Kanker ONEOnco.

Cari Dokter

Jika membutuhkan informasi dokter untuk mendiskusikan hasil pemeriksaan atau rencana pengobatan, gunakan Direktori Dokter ONEOnco.

Pemilihan pemeriksaan tetap sebaiknya berdasarkan rekomendasi tenaga medis. Jangan memilih pemeriksaan hanya berdasarkan harga atau kekhawatiran terhadap satu gejala tertentu.

Jika membutuhkan informasi mengenai layanan yang tersedia di ONEOnco, hubungi WhatsApp ONEOnco di +62 811-1707-0111.

Baca juga : Apa yang Harus Dilakukan Kalau Curiga Kanker: Langkah Bijak untuk Deteksi Dini

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang BPJS dan Kanker

Apakah cek kanker ditanggung BPJS?

Berbagai pemeriksaan untuk membantu diagnosis dan penanganan kanker dapat diberikan melalui JKN apabila terdapat indikasi medis dan dilakukan sesuai prosedur pelayanan. Jenis pemeriksaan ditentukan berdasarkan kondisi pasien.

Apakah biopsi ditanggung BPJS?

Biopsi dapat menjadi bagian dari proses diagnosis melalui JKN apabila dokter menilai pemeriksaan tersebut diperlukan dan pasien mengikuti mekanisme pelayanan yang berlaku.

Apakah CT Scan untuk kanker ditanggung BPJS?

CT Scan dapat dilakukan melalui pelayanan JKN ketika terdapat indikasi medis. Dokter akan menentukan apakah CT Scan merupakan pemeriksaan yang tepat untuk kondisi pasien.

Apakah MRI ditanggung BPJS?

MRI dapat menjadi bagian dari pemeriksaan lanjutan apabila sesuai dengan indikasi dokter. Tidak semua pasien kanker membutuhkan MRI.

Apakah PET Scan ditanggung BPJS?

PET Scan tidak otomatis diperlukan atau dijamin untuk setiap pasien kanker. Kebutuhannya ditentukan berdasarkan kondisi medis, dan pasien sebaiknya mengonfirmasi ketersediaan layanan serta mekanisme penjaminan dengan fasilitas kesehatan atau BPJS Kesehatan.

Apakah tumor marker ditanggung BPJS?

Tumor marker dapat digunakan pada kondisi tertentu berdasarkan indikasi dokter. Pemeriksaan ini tidak digunakan sebagai satu-satunya cara untuk memastikan diagnosis kanker.

Apakah kemoterapi ditanggung BPJS?

Kemoterapi dapat menjadi bagian dari pengobatan melalui JKN sesuai indikasi medis dan ketentuan regimen serta obat yang berlaku.

Apakah radioterapi ditanggung BPJS?

Radioterapi dapat diberikan melalui pelayanan JKN apabila dokter menilai terapi tersebut diperlukan dan dilakukan pada fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan sesuai mekanisme yang berlaku.

Apakah operasi kanker ditanggung BPJS?

Operasi kanker dapat menjadi bagian dari pelayanan JKN apabila sesuai indikasi medis dan prosedur pelayanan yang berlaku.

Apakah terapi target dan imunoterapi ditanggung BPJS?

Cakupannya bergantung pada jenis obat, indikasi kanker, kondisi pasien, serta ketentuan Formularium Nasional. Tidak semua terapi target atau imunoterapi otomatis dapat diberikan untuk setiap pasien.

Apakah semua obat kanker gratis dengan BPJS?

Tidak semua obat kanker otomatis masuk dalam cakupan yang sama. Obat dalam pelayanan JKN mengacu antara lain pada Formularium Nasional beserta indikasi dan restriksi penggunaannya. Fornas terbaru mulai berlaku pada 1 April 2026.

Apakah skrining kanker tanpa gejala ditanggung BPJS?

Mekanisme skrining perlu dibedakan dari pemeriksaan diagnostik. Pada 2026, pemerintah menyediakan dan memperluas sejumlah skrining kanker melalui Program Cek Kesehatan Gratis, termasuk skrining kanker serviks serta perluasan skrining kanker paru dan kanker usus besar untuk kelompok sasaran.

Bagaimana cara menggunakan BPJS untuk cek kanker?

Untuk pelayanan rawat jalan non-gawat darurat, peserta umumnya memulai dari FKTP. Dokter akan melakukan evaluasi dan memberikan rujukan apabila dibutuhkan pelayanan lanjutan. Mobile JKN dapat digunakan untuk mengambil antrean FKTP maupun FKRTL pada fasilitas yang sudah terintegrasi.

Referensi

  1. National Cancer Institute. Cancer Screening Overview (PDQ®)–Patient Version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute (US); 2024. [cited 2025 Nov 12]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/screening/patient-screening-overview-pdq
  2. World Health Organization. Early cancer diagnosis saves lives, cuts treatment costs [Internet]. Geneva: World Health Organization (WHO); 2021. [cited 2025 Nov 12]. Available from: https://www.who.int/news/item/03-02-2017-early-cancer-diagnosis-saves-lives-cuts-treatment-costs
  3. Elbarazi I, Ahmed LA. Alleviating the Global Burden of Cancer Through Prevention and Early Detection. Cancer Control. 2025;32:10732748251378666. doi: 10.1177/10732748251378666. Epub 2025 Sep 12. PMID: 40939582; PMCID: PMC12432317..
  4. BPJS Kesehatan. Pedoman Manfaat Pelayanan Kanker bagi Peserta JKN [Internet]. Jakarta: BPJS Kesehatan (ID); 2024. [cited 2025 Nov 12]. Available from: https://www.bpjs-kesehatan.go.id/
  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Cancer prevention and control [Internet]. Atlanta (GA): Centers for Disease Control and Prevention (US); 2024. [cited 2025 Nov 12]. Available from: https://www.cdc.gov/cancer/index.htm
  6. Brandão M, Morais S, Lopes-Conceição L, Fontes F, Araújo N, Dias T, et al. Healthcare use and costs in early breast cancer: a patient-level data analysis according to stage and breast cancer subtype. ESMO Open. 2020;5(6):e000984. doi: 10.1136/esmoopen-2020-000984. PMID: 33234552; PMCID: PMC7689066.
  7. Consul S, Agrawal A, Sharma H, Bansal A, Gutch M, Jain N. Comparative study of effectiveness of Pap smear versus visual inspection with acetic acid and visual inspection with Lugol’s iodine for mass screening of premalignant and malignant lesion of cervix. Indian J Med Paediatr Oncol. 2012;33(3):161-5. doi: 10.4103/0971-5851.103143. PMID: 23248422; PMCID: PMC3523473.
  8. NCCN. NCCN Guidelines for Patients®: Breast Cancer Screening and Diagnosis [Internet]. Plymouth Meeting (PA): National Comprehensive Cancer Network (NCCN); 2024. [cited 2025 Nov 12]. Available from: https://www.nccn.org/
  9. National Cancer Institute. Screening Tests for Cancer [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute (US); 2023. [cited 2025 Nov 12]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/screening/screening-tests