Skrining Kanker untuk Orang Berisiko Tinggi: Rekomendasi Berdasarkan Jenis Kanker dan Risiko

BAGIKAN

Skrining kanker untuk orang berisiko tinggi bukan sekadar langkah pencegahan, tetapi bagian penting dari strategi deteksi dini yang mampu menyelamatkan hidup. Ketika risiko meningkat karena faktor genetik, riwayat keluarga, gaya hidup, atau kondisi medis tertentu sehingga pendekatan skrining standar tidak lagi cukup [1–3]. Di sinilah skrining berbasis risiko menjadi penting.

Pendekatan yang tepat dapat menemukan kanker pada tahap paling awal, ketika peluang keberhasilan terapi jauh lebih tinggi [1,3]. Artikel ini merangkum panduan skrining kanker untuk individu berisiko tinggi berdasarkan bukti ilmiah dan pedoman otoritatif global seperti NCI, ACS, dan CDC [1–5].

Mengapa Individu Berisiko Tinggi Membutuhkan Skrining yang Berbeda?

Tidak semua orang memiliki tingkat risiko kanker yang sama. Sebagian memiliki mutasi genetik (BRCA1/BRCA2), riwayat keluarga kuat, kondisi pra-kanker, atau paparan berbahaya.

Organisasi besar seperti National Cancer Institute (NCI) dan CDC menekankan pentingnya pendekatan skrining yang dipersonalisasi [1,2,5].

Baca juga : Bagaimana Saya Bisa Tahu Kalau Saya Terkena Kanker? Kenali Gejala, Skrining, dan Langkah Lanjutan

Rekomendasi Skrining untuk Individu Berisiko Tinggi

1. Kanker Payudara

Wanita dengan risiko tinggi (mutasi BRCA1/2, riwayat keluarga kuat, atau riwayat radiasi dada usia muda) memerlukan skrining lebih agresif.

Rekomendasi:

  • MRI payudara tahunan mulai usia 25–30 tahun [3].
  • Mammogram tahunan mulai usia 30 tahun [3].
  • Kombinasi MRI + mammogram memberikan sensitivitas tertinggi pada jaringan payudara padat [3].

Alasan ilmiah: MRI mendeteksi kanker invasif yang belum terlihat pada mammogram, terutama pada carrier mutasi BRCA [3].

2. Kanker Paru-Paru

Skrining kanker paru difokuskan pada perokok berat atau individu dengan faktor risiko signifikan.

USPSTF & ACS merekomendasikan LDCT tahunan untuk kelompok berikut [3,5]:

  • Usia 45–71 tahun
  • Riwayat merokok ≥20 pack-years
  • Masih merokok atau berhenti <15 tahun
  • Riwayat keluarga kanker paru

Mengapa LDCT?

LDCT mendeteksi kanker paru stadium awal dengan radiasi rendah dan terbukti menurunkan mortalitas pada kelompok risiko tinggi [1].

3. Kanker Kolorektal

Ideal untuk individu dengan:

  • Riwayat keluarga kanker kolorektal
  • Polip besar atau multipel
  • IBD (ulcerative colitis / Crohn)
  • Lynch syndrome atau FAP

Rekomendasi:

  • Mulai skrining lebih awal dari usia 45 tahun [4].
  • Untuk Lynch syndrome: kolonoskopi setiap 1–2 tahun [4].
  • FIT-DNA dapat dipertimbangkan, namun kolonoskopi tetap paling komprehensif [3,4].

Risiko kanker pada Lynch syndrome dapat mencapai 80%, sehingga skrining intensif sangat penting [4].

4. Kanker Hati

Kelompok risiko tinggi meliputi:

  • Hepatitis B kronis
  • Hepatitis C dengan fibrosis lanjut
  • Sirosis (alkohol, NAFLD, autoimun, dsb.)

Rekomendasi skrining:

  • USG hati setiap 6 bulan +
  • AFP sebagai penanda tumor [1,5].

Ini dianjurkan oleh NCI dan WHO, dan terbukti meningkatkan deteksi HCC stadium awal.

5. Kanker Prostat

Individu risiko tinggi meliputi:

  • Riwayat keluarga kanker prostat
  • Mutasi BRCA2
  • Keturunan Afrika
  • Paparan toksik tertentu

Rekomendasi skrining:

  • Mulai diskusi skrining usia 45 tahun [3].
  • Untuk risiko sangat tinggi (BRCA2, riwayat keluarga kuat), mulai usia 40 tahun [3].
  • Pemeriksaan: PSA ± DRE

Baca juga : Perbedaan MRI dan PET Scan: Memahami Struktur dan Fungsi Diagnosis Masing – Masing

Prinsip Umum Skrining untuk Orang Berisiko Tinggi

1. Konsultasi medis yang dipersonalisasi
Skrining berbasis risiko memerlukan pemahaman riwayat pribadi, keluarga, dan faktor genetik [1,2].

2. Memulai lebih awal
Biasanya 5–10 tahun lebih awal dibanding populasi umum [3–5].

3. Melakukan skrining lebih sering
Contoh:

  • USG hati 2×/tahun
  • Kolonoskopi tahunan untuk sindrom herediter

4. Pertimbangkan tes tambahan
Contoh: MRI payudara tambahan untuk BRCA carriers [3].

5. Memahami manfaat vs risiko
Skrining dapat menimbulkan false positive, overdiagnosis, atau prosedur invasif, sehingga diskusi dengan tenaga medis sangat diperlukan.

Skrining Berbasis Risiko Adalah Investasi untuk Kesehatan Jangka Panjang

Dengan skrining yang lebih awal, lebih sering, dan menggunakan modalitas yang tepat, risiko kematian akibat kanker dapat ditekan secara signifikan [1–5].

Kunci utama adalah skrining yang dipersonalisasi dan dilakukan bersama tenaga kesehatan yang kompeten.

Referensi

  1. National Cancer Institute (NCI). Cancer screening tests. 2024. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/screening/screening-tests
  2. National Cancer Institute (NCI). Patient screening overview (PDQ). 2024. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/screening/patient-screening-overview-pdq
  3. American Cancer Society (ACS). American Cancer Society guidelines for the early detection of cancer. 2024. Available from: https://www.cancer.org/cancer/screening/american-cancer-society-guidelines-for-the-early-detection-of-cancer.html
  4. American Cancer Society (ACS). Colorectal cancer: ACS recommendations for detection. 2024. Available from: https://www.cancer.org/cancer/types/colon-rectal-cancer/detection-diagnosis-staging/acs-recommendations.html
  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Cancer prevention and screening. 2024. Available from:https://www.cdc.gov/cancer/prevention/screening.html

Hubungi Kami: +62811 1707 0111