Dalam onkologi modern, waktu adalah faktor penentu. Semakin dini kanker terdeteksi, semakin besar peluang keberhasilan terapi dan kualitas hidup yang dapat dipertahankan. Pemindaian PET (Positron Emission Tomography), terutama ketika dikombinasikan dengan CT (PET/CT), telah menjadi salah satu modalitas pencitraan paling berpengaruh dalam deteksi kanker stadium awal. Berbeda dari pencitraan konvensional yang berfokus pada perubahan struktur, teknologi ini menyoroti aktivitas metabolik sel, memungkinkan identifikasi sel kanker aktif bahkan sebelum terbentuk massa tumor yang jelas.
Pendekatan metabolik ini menjadikan PET bukan sekadar alat visualisasi, melainkan pondasi penting dalam penentuan stadium, perencanaan terapi yang presisi, dan pemantauan respon pengobatan secara menyeluruh.
Baca juga: Pentingnya PET Scan dalam Pengobatan Kanker
Cara Kerja Pemindaian PET
1. Tracer (Radiotracer)
Proses dimulai dengan penyuntikan zat radioaktif ringan (radiotracer), paling umum berupa analog glukosa bernama Fluorodeoxyglucose (FDG). Karena sel kanker memiliki laju metabolisme tinggi, kebutuhan energinya meningkat, di sinilah FDG berperan.
2. Deteksi Aktivitas Metabolik
Sel kanker menyerap lebih banyak tracer dibandingkan jaringan normal. Perbedaan penyerapan ini menjadi dasar utama dalam membedakan jaringan sehat dan jaringan ganas.
3. Pencitraan 3D Terintegrasi
Pemindai PET mendeteksi emisi dari tracer tersebut dan memetakannya menjadi gambar tiga dimensi. Ketika dikombinasikan dengan CT, hasilnya adalah visualisasi simultan antara fungsi metabolik (PET) dan anatomi struktural (CT), memberikan konteks yang komprehensif bagi klinisi.
Read also: Penting Dipahami, Berikut Prosedur Pemeriksaan PET Scan
Manfaat PET Scan dalam Deteksi Kanker Dini
Menemukan Kanker Tersembunyi
Pemindaian PET mampu mendeteksi lesi kecil yang aktif secara metabolik, termasuk kanker yang belum menimbulkan perubahan anatomi signifikan dan berpotensi terlewat oleh modalitas lain.
Penentuan Stadium Lebih Akurat
Dengan mengidentifikasi keterlibatan kelenjar getah bening atau metastasis jauh sejak awal, PET/CT berperan penting dalam staging kanker yang presisi, faktor krusial dalam pemilihan strategi terapi.
Panduan Terapi yang Dipersonalisasi
Informasi metabolik membantu tim medis menyesuaikan pendekatan terapi, termasuk evaluasi kebutuhan terapi obat, radioterapi, atau tindakan bedah, berdasarkan karakter biologis tumor.
Deteksi Kekambuhan Lebih Dini
PET/CT terbukti mampu mengenali kekambuhan kanker lebih awal dibandingkan pencitraan berbasis struktur, terutama pada kondisi pasca terapi ketika jaringan parut menyulitkan interpretasi CT atau MRI.
Baca juga: Bagaimana PET Scan Membantu Membedakan Tumor Jinak dan Ganas?
Jenis-Jenis Tracer PET dan Perannya dalam Onkologi
FDG-PET
Merupakan tracer paling luas digunakan, efektif untuk berbagai jenis kanker karena menargetkan peningkatan metabolisme glukosa—ciri umum sel ganas.
FES-PET
Digunakan untuk mendeteksi reseptor estrogen, sangat bermanfaat dalam kanker payudara yang sensitif terhadap hormon. Pendekatan ini membantu stratifikasi pasien dan pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat.
FAPI-PET
Inovasi terbaru yang menargetkan fibroblast activation protein pada stroma tumor. Studi menunjukkan akurasi tinggi pada kanker kolorektal, paru, dan berbagai keganasan lainnya, bahkan pada lesi dengan penyerapan FDG rendah.
Hal Penting yang Perlu Diketahui tentang PET Scan
Pemindaian PET bersifat non-invasif dan tidak menimbulkan rasa nyeri. Setelah penyuntikan tracer, terdapat waktu tunggu agar zat tersebut terdistribusi optimal di dalam tubuh. Persiapan umumnya meliputi puasa beberapa jam dan penggunaan pakaian yang nyaman.
Dari sisi keamanan, dosis radiasi yang digunakan berada dalam batas aman medis dan telah melalui evaluasi ketat. Karena itu, PET/CT dianggap sebagai metode pencitraan yang sangat aman dan bernilai diagnostik tinggi ketika dilakukan dengan indikasi yang tepat.
Pemindaian PET untuk kanker stadium awal merepresentasikan pergeseran paradigma dalam diagnosis onkologi, dari sekadar melihat bentuk, menuju memahami fungsi biologis tumor. Dengan kemampuan mendeteksi aktivitas metabolik sejak dini, menentukan stadium secara akurat, dan memandu terapi yang dipersonalisasi, PET/CT memberikan kontribusi nyata terhadap hasil klinis yang lebih baik.
Dalam lanskap pengobatan kanker yang semakin presisi, PET scan bukan lagi pelengkap, melainkan komponen strategis dalam perjalanan diagnosis hingga pemantauan jangka panjang.
Referensi
- Groheux D, Hindie E. Breast cancer: initial workup and staging with FDG PET/CT. Clin Transl Imaging. 2021;9(3):221–231. doi:10.1007/s40336-021-00426-z.
- LIV Hospital. PET scan cancer staging: accurate assessment of tumor spread and size [Internet]. Available from: https://int.livhospital.com/pet-scan-cancer-staging-accurate-assessment-of-tumor-spread-and-size/
- ScienceDirect. Advances in PET tracers for oncologic imaging [Internet]. Trends Cancer. 2024. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0960740424001191
- Cancer Research UK. PET scan [Internet]. Available from:https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/tests-and-scans/pet-scan
