PET CT Scan – Teknologi Kombinasi Akurat untuk Deteksi Kanker

BAGIKAN

Dalam dunia medis modern, PET CT scan adalah salah satu teknologi pencitraan paling penting untuk mendeteksi, menilai, dan memantau berbagai penyakit serius, terutama kanker, gangguan saraf, dan kelainan jantung. Pemeriksaan ini menggabungkan dua metode pencitraan yang berbeda, Positron Emission Tomography (PET) dan Computed Tomography (CT), untuk memberikan gambaran komprehensif tentang fungsi sel tubuh sekaligus struktur anatominya.

Teknologi gabungan ini memungkinkan deteksi dini kelainan metabolik sebelum perubahan anatomi muncul, menjadikannya alat yang sangat bernilai dalam diagnosis presisi dan perencanaan terapi individual.

Menurut Mayo Clinic dan National Cancer Institute (NCI), PET/CT kini menjadi standar global dalam penilaian stadium kanker, evaluasi respons terapi, serta pemantauan kemungkinan kekambuhan tumor.

Apa Itu PET CT Scan?

PET CT scan adalah teknik pencitraan diagnostik yang menggabungkan fungsi metabolik tubuh (PET) dengan gambaran struktur anatomi (CT) dalam satu sesi pemeriksaan. PET memanfaatkan zat radioaktif dosis rendah (radiotracer) untuk menunjukkan aktivitas kimiawi jaringan tubuh, sementara CT memvisualisasikan organ dan struktur internal secara detail.

Dengan menggabungkan keduanya, PET CT memberikan informasi yang jauh lebih lengkap, tidak hanya menunjukkan di mana letak kelainan, tetapi juga bagaimana jaringan tersebut berfungsi. Misalnya, pada kasus kanker, sel tumor aktif akan menyerap lebih banyak glukosa dibandingkan jaringan normal, sehingga terlihat sebagai area “titik panas” (hot spots) pada hasil gambar.

Sebuah penelitian dalam European Journal of Nuclear Medicine and Molecular Imaging Research (2023) menunjukkan bahwa teknologi total-body PET/CT dapat memindai seluruh tubuh secara bersamaan, meningkatkan sensitivitas hingga 40% lebih tinggi dibanding metode konvensional, dengan paparan radiasi yang lebih rendah.

Baca Juga : PET Scan – Penjelasan, Cara Kerja & Informasi Terkait PET Scan

Cara Kerja PET CT Scan

PET CT bekerja melalui proses ilmiah yang terukur, melibatkan serangkaian langkah sistematis untuk menghasilkan citra berkualitas tinggi yang dapat diinterpretasikan oleh dokter spesialis radiologi nuklir.

1. Penyuntikan Zat Radioaktif (Radiotracer)

Pasien diberikan suntikan radiotracer, biasanya berupa fluorodeoxyglucose (18F-FDG), senyawa mirip glukosa yang diberi label radioaktif. Tracer ini menyebar melalui darah dan diserap oleh jaringan tubuh. Sel yang aktif secara metabolik (seperti sel kanker atau inflamasi) akan menyerap tracer dalam jumlah lebih besar.

2. Deteksi Aktivitas Sel Abnormal

PET mendeteksi sinyal energi yang dihasilkan dari interaksi positron yang dipancarkan oleh tracer dengan elektron dalam tubuh. Hasilnya divisualisasikan sebagai peta warna yang menunjukkan tingkat aktivitas metabolik. Daerah dengan serapan tinggi ditampilkan sebagai hot spots, menandakan kemungkinan adanya kelainan sel atau proses patologis aktif.

3. Pembuatan dan Penggabungan Citra PET dan CT

CT scan menghasilkan gambar anatomi tubuh dengan detail tinggi. Data PET dan CT kemudian digabung secara digital (image fusion), menghasilkan visualisasi tiga dimensi yang menunjukkan fungsi fisiologis sekaligus bentuk anatomi tubuh secara presisi.

Menurut Radiological Society of North America (RSNA), kombinasi ini mampu meningkatkan akurasi diagnostik hingga 30–40% dibanding penggunaan PET atau CT tunggal, terutama dalam kasus kanker paru, limfoma, dan tumor kepala-leher.

Kegunaan PET CT Scan dalam Dunia Medis

PET CT digunakan secara luas di bidang onkologi, neurologi, dan kardiologi karena kemampuannya menampilkan aktivitas biologis yang mendasari penyakit. Berikut penjelasan mendalam mengenai fungsi utamanya:

1. Deteksi dan Penentuan Stadium Kanker

PET CT sangat efektif dalam mengidentifikasi tumor ganas dan menentukan stadium penyakit dengan menunjukkan ukuran, lokasi, dan penyebaran sel kanker ke organ lain.
  Menurut penelitian oleh Anand et al. (2009, Medical Journal Armed Forces India), PET/CT meningkatkan akurasi staging kanker paru dan limfoma dibanding CT biasa.

2. Menilai Efektivitas Pengobatan Kanker

Dengan melakukan PET CT sebelum dan sesudah terapi, dokter dapat memantau perubahan aktivitas metabolik tumor. Penurunan penyerapan tracer menandakan respons terapi positif bahkan sebelum tumor mengecil secara anatomi.

3. Deteksi Kekambuhan Pasca Terapi

PET CT juga digunakan dalam pemantauan jangka panjang untuk mendeteksi kekambuhan dini. Kadang sel kanker dapat muncul kembali tanpa perubahan struktural yang jelas, dan PET CT memungkinkan identifikasi kondisi tersebut dengan sensitivitas tinggi.

4. Evaluasi Fungsi Jantung

Dalam kardiologi, PET CT digunakan untuk menilai viabilitas miokard, apakah jaringan jantung masih hidup dan berpotensi pulih setelah intervensi seperti bypass atau angioplasti. Pemeriksaan ini membantu dokter menentukan strategi terapi terbaik.

5. Diagnosis Gangguan Otak

PET CT berperan penting dalam diagnosis tumor otak, epilepsi, Alzheimer, dan demensia. Pemindaian dapat menunjukkan area otak yang tidak aktif secara metabolik, membantu dalam perencanaan operasi atau terapi rehabilitasi neurologis.

6. Panduan Tindakan Medis Presisi

PET CT membantu menentukan lokasi terbaik untuk biopsi dan memandu radioterapi agar area target lebih tepat sasaran, meminimalkan paparan jaringan sehat.

Prosedur PET CT Scan Secara Lengkap

Pemeriksaan PET CT biasanya dilakukan di pusat radiologi nuklir oleh tim multidisipliner yang terdiri dari dokter spesialis radiologi, teknolog radiologi, dan petugas medis bersertifikat. Prosedurnya meliputi:

1. Persiapan Awal

  • Pasien diminta berpuasa 4–6 jam sebelum pemeriksaan untuk mengoptimalkan distribusi tracer.
  • Gula darah akan diperiksa, terutama pada pasien diabetes, karena kadar glukosa tinggi dapat mengganggu hasil.

2. Pemasangan Kateter dan Penyuntikan Tracer

Tracer disuntikkan melalui pembuluh darah (biasanya di lengan). Setelah itu, pasien diminta beristirahat 30–60 menit sambil menunggu tracer menyebar ke seluruh tubuh.

3. Pemindaian CT dan PET

  • Pasien berbaring di meja pemindai. CT dilakukan terlebih dahulu untuk menghasilkan gambar anatomi, diikuti PET untuk memetakan aktivitas metabolik.
  • Waktu pemeriksaan total berkisar antara 60–90 menit, tergantung area tubuh yang diperiksa.

4. Penggunaan Kontras Tambahan (Opsional)

Dalam beberapa kasus, bahan kontras intravena diberikan untuk memperjelas gambaran vaskuler dan jaringan lunak.

5. Analisis Hasil oleh Dokter Spesialis

Hasil gambar kemudian dianalisis oleh dokter radiologi nuklir. Interpretasi mencakup lokasi, ukuran, intensitas serapan tracer, serta perbandingan dengan pemeriksaan sebelumnya jika ada.

Keamanan, Risiko, dan Keterbatasan PET CT Scan

Keamanan

PET CT menggunakan dosis radioaktif sangat rendah, dan sebagian besar zat tracer akan dikeluarkan dari tubuh melalui urin dalam beberapa jam. Menurut Cleveland Clinic dan National Institutes of Health (NIH), risiko efek samping sangat minimal, namun pasien disarankan untuk minum air yang cukup setelah pemeriksaan untuk mempercepat ekskresi tracer.

Risiko dan Keterbatasan

  • Positif palsu dapat terjadi akibat infeksi atau inflamasi.
  • Lesi kecil di bawah 5 mm mungkin tidak terdeteksi karena keterbatasan resolusi alat.
  • Paparan radiasi kumulatif tetap harus diperhatikan, terutama bagi pasien yang menjalani pemeriksaan berulang.
  • Tidak disarankan untuk wanita hamil atau menyusui kecuali dalam kondisi darurat medis.

Inovasi Teknologi

PET CT scan adalah kombinasi canggih antara pencitraan fungsi dan anatomi tubuh yang memberikan wawasan diagnostik mendalam untuk berbagai kondisi medis. Teknologi ini telah menjadi standar baku dalam diagnosis dan manajemen kanker serta memiliki aplikasi penting dalam kardiologi dan neurologi.

Dengan pemahaman yang tepat, pemanfaatan PET CT dapat membantu dokter membuat keputusan terapi yang lebih akurat dan personal, serta memberikan peluang terbaik bagi pasien untuk mendapatkan hasil pengobatan optimal.

Baca Juga : Pentingnya PET Scan dalam Pengobatan Kanker

Referensi

1. Anand SS, Singh H, Dash AK. Clinical applications of PET and PET-CT. Med J Armed Forces India. 2009;65(4):353–8.

2. Badawi RD, Shi H, Hu P, Chen S, Xu T, Price PM, et al. Total-body PET: a new era in molecular imaging. Eur J Nucl Med Mol Imaging Res. 2023;13(1):62.

3. Radiological Society of North America (RSNA). PET/CT imaging overview [Internet]. 2025 [cited 2025 Oct 24]. Available from: https://www.radiologyinfo.org/

4. National Cancer Institute. PET-CT scan definition [Internet]. 2025 [cited 2025 Oct 24]. Available from: https://www.cancer.gov/

5. Mayo Clinic. Positron emission tomography (PET) scan overview [Internet]. 2025 [cited 2025 Oct 24]. Available from: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/pet-scan/about/pac-20385078

Hubungi Kami: +62811 1707 0111