Hepatitis B adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) dan ditandai dengan suatu peradangan yang terjadi pada organ tubuh seperti hati (Liver). Virus Hepatitis B (VHB) merupakan virus DNA yang termasuk dalam famili virus Hepadnaviridae. Virus ini secara spesifik menyerang sel hati, namun sebagian kecil DNA Hepatitis dapat ditemukan di Ginjal, Pankreas, dan Sel Mononuklear. Hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B namun di perberat faktor-faktor antara lain kebiasaan minum alkohol, penyakit autoimun serta zat racun atau obat-obatan tertentu.
Gejala
Tidak semua orang dengan Hepatitis akan mengalami gejala. Secara umum, bila gejala terjadi, maka akan seperti ini :
- Penyakit kuning misalnya pada kulit dan mata
- Air seni yang berwarna agak pekat
- Tinja berwarna agak pucat
- Kelelahan
- Nyeri perut
- Hilangnya nafsu makan
- Mual sampai muntah
Faktor Risiko
- Bertukar barang pribadi
- Kontak darah
- Pemakaian jarum suntik secara bersama (penggunaan obat terlarang)
- Sembarangan membuat tato
- Membuat tato di tempat yang tidak terjadi kebersihan atau tingkat sterilnya tidak diketahui
- Seks tidak sehat / tidak aman (berganti-ganti pasangan)
Penularan
Virus Hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi :
- Ibu penderita Hepatitis B kepada bayi
- Berhubungan seksual dengan penderita tanpa pengaman
- Jarum suntik yang terinfeksi
- Tato dan cukur yang tidak steril
- Penerima tranfusi darah yang belum di skrining
Komplikasi
- Sirosis hati
- Kanker hati
- Hepatitis B Fulminan
Pemeriksaan
- Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg)
- 2. Antibodi terhadap Antigen Permukaan HBV (anti- HBs)
- Anti-Hepatitis B Core (anti-HBc), IgM
- Hepatitis B e-Antigen (HBeAg)
- Anti-Hepatitis B e- Antibody (Anti-HBe)
- Hepatitis B Viral DNA
- Hepatitis B Virus Resistance Mutations
Pencegahan
- Vaksin mampu memberikan perlindungan lebih dari 20 tahun
- Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah
- Setia dan tidak berganti-ganti pasangan
- Menggunakan pengaman bila pasangan terinfeksi Hepatitis b
- Terapkan pola hidup sehat seperti makan makanan yang bergizi seimbang
- Minum air putih minimal 8 gelas per hari
- Olahraga teratur
- Tidak menggunakan Narkoba
- Tidak mengkonsumsi alcohol
Apabila terdiagnosis Hepatitis B yang dapat dilakukan
- Konsultasi Dokter
- Terapi Hepatitis B kronik tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah penyakit sirosis hati, kanker hati dan kematian
Pencegahan yang terbaik untuk terhindar dari hepatitis B adalah vaksin hepatitis B.
Segeralah berkonsultasi dengan dokter di fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pencegahan dari bahaya penyakit Hepatitis B dengan mendapatkan vaksin Hepatitis B.
Referensi
Kemenkes artikel “Mengenal Penyakit Hepatitis B”
ID-EUV-2025-12-P0A5 (12/2025)
