Kanker serviks, atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kanker leher rahim, adalah penyakit keganasan yang bermula di bagian bawah rahim yang terhubung langsung ke vagina. 1 Banyak wanita yang baru mencari informasi mengenai penyakit ini ketika sudah mengalami perdarahan yang tidak wajar, mendapat hasil pemeriksaan Pap smear yang kurang baik, atau sedang cemas menunggu hasil biopsi jaringan.
Satu hal terpenting yang perlu Anda pahami sejak awal: sebagian besar kasus kanker leher rahim berkaitan erat dengan infeksi virus HPV (Human Papillomavirus) yang menetap. 1 Kabar baiknya, penyakit ini sangat bisa dicegah dan memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi apabila dideteksi sedini mungkin. 1
Baca juga: Panduan Awal Menghadapi Dugaan Kanker
Apa Itu Kanker Serviks?
Kanker serviks terjadi ketika sel-sel di leher rahim mengalami perubahan wujud dan tumbuh secara liar tak terkendali. 1 Perubahan sel ini tidak terjadi dalam semalam; biasanya sel-sel tersebut berkembang secara bertahap dari kelainan ringan (lesi pra-kanker) selama bertahun-tahun sebelum akhirnya berubah menjadi kanker yang ganas (invasif). 1Karena proses perubahannya memakan waktu lama, melakukan pemeriksaan rutin (skrining) adalah kunci emas untuk mencegahnya. 1
World Health Organization (WHO) mencatat bahwa kanker serviks adalah kanker keempat yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. 1Beban penyakit ini paling banyak menimpa negara-negara berkembang, yang sayangnya masih memiliki keterbatasan akses terhadap vaksinasi, pemeriksaan rutin, dan fasilitas pengobatan. 1
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal perubahannya, kanker serviks sering kali tidak memunculkan gejala sama sekali. 2 Gejala biasanya baru akan terasa ketika kanker sudah berkembang semakin membesar dan merusak jaringan di sekitarnya. 2 Beberapa tanda bahaya yang wajib Anda waspadai meliputi: 2
- Perdarahan dari vagina di luar jadwal masa haid (menstruasi).
- Perdarahan yang keluar setelah atau saat berhubungan seksual.
- Perdarahan yang kembali muncul padahal Anda sudah menopause (mati haid).
- Keputihan yang jumlahnya tidak wajar, berbau menyengat, atau bercampur dengan bercak darah.
- Rasa nyeri di area panggul atau nyeri hebat saat berhubungan seksual.
Perlu diingat, mengalami gejala-gejala ini tidak otomatis berarti Anda terkena kanker serviks; infeksi biasa atau masalah kewanitaan lainnya juga bisa memicu keluhan serupa. Namun, bila keluhan ini menetap atau berulang, Anda tidak boleh menunda kunjungan ke dokter kandungan. 2
Penyebab dan Faktor Risiko Utama
Dalang utama di balik kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang tidak kunjung sembuh, khususnya virus HPV tipe risiko tinggi. 3 Secara statistik, lebih dari 9 dari 10 kasus kanker leher rahim disebabkan secara langsung oleh virus ini. 3
Ketika sistem kekebalan tubuh gagal membersihkan infeksi HPV, virus tersebut akan bersarang lama di leher rahim dan secara perlahan merusak DNA sel normal hingga mengubahnya menjadi sel kanker. 3 Namun, Anda tidak perlu panik secara berlebihan, karena nyatanya tidak semua infeksi HPV akan berujung pada kanker. 3 Sebagian besar infeksi HPV dapat dilawan dan dibersihkan sendiri oleh daya tahan tubuh. 3
Risiko kanker akan meningkat pesat apabila infeksi tersebut menetap (persisten), apalagi jika ditambah dengan faktor risiko lain seperti malas melakukan skrining dini, gaya hidup kurang sehat, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya pada wanita yang hidup dengan HIV). 1
Baca juga: Apa Saja Faktor Risiko Kanker?
Bagaimana Dokter Mendiagnosisnya?
Kanker serviks tidak bisa dipastikan hanya dari keluhan nyeri atau perdarahan saja. Jika ada kecurigaan, dokter akan melakukan pemeriksaan ginekologi, pemeriksaan Pap smear atau tes DNA HPV, yang kemudian dilanjutkan dengan kolposkopi (meneropong leher rahim dengan kaca pembesar khusus). 3
Jika terlihat area yang mencurigakan, dokter akan melakukan biopsi (mengambil sejumput kecil jaringan leher rahim untuk diteliti di laboratorium). Kepastian diagnosis dari hasil biopsi ini adalah langkah paling krusial sebelum dokter menentukan seberapa parah penyakit Anda dan jenis pengobatan apa yang paling sesuai. 4
Memahami Stadium Kanker Serviks
Stadium menggambarkan seberapa jauh akar kanker telah menjalar di dalam tubuh.5 Mengetahui stadium sangatlah penting untuk menyusun peta jalan pengobatan Anda. 5 Secara sederhana, pembagian stadiumnya adalah sebagai berikut: 5
- Stadium I: Kanker masih berukuran sangat kecil dan hanya bersarang di dalam leher rahim.
- Stadium II: Kanker mulai merambat keluar dari leher rahim, tetapi belum menyentuh dinding panggul atau bagian bawah vagina.
- Stadium III: Kanker sudah menyebar hingga ke bagian bawah vagina, menempel di dinding panggul, dan/atau mulai menyumbat saluran ginjal.
- Stadium IVA: Kanker telah menembus organ terdekat di sekitarnya, seperti kandung kemih (tempat urine) atau rektum (usus besar bagian bawah).
- Stadium IVB: Kanker sudah menjalar jauh ke organ tubuh lainnya (metastasis), seperti paru-paru atau hati.
Sebagai pasien, Anda tidak perlu pusing menghafal detail teknis medisnya. 5 Hal terpenting adalah berdiskusi dengan dokter untuk mengetahui posisi klinis Anda: apakah kankernya masih “lokal” (di tempat), sudah “regional” (menyebar ke sekitar), atau sudah “metastatik” (menyebar jauh). 5
Pilihan Pengobatan
Pengobatan kanker serviks sangat disesuaikan dengan stadium, kondisi kesehatan Anda, dan keinginan untuk memiliki anak di masa depan. 4 Terapi kanker leher rahim sering kali bersifat kombinasi (multimodal), yang mencakup: 4
- Operasi (Pembedahan): Menjadi pilihan utama pada stadium awal untuk mengangkat jaringan kanker secara fisik. Jika memungkinkan, dokter akan mengusahakan agar rahim tetap utuh, namun pada kasus tertentu pengangkatan rahim secara total mungkin diperlukan.
- Radioterapi dan Kemoterapi: Untuk kanker yang sudah menyebar lebih luas di area panggul, dokter umumnya akan menggabungkan kemoterapi dengan radioterapi eksternal (sinar dari luar tubuh) dan radiasi internal/ brachytherapy (sumber radiasi dimasukkan langsung ke dekat leher rahim).
- Terapi Target dan Imunoterapi: Untuk kanker stadium akhir (IVB) atau kanker yang kembali kambuh, dokter dapat memberikan obat-obatan canggih yang secara spesifik menargetkan kelemahan sel kanker, atau merangsang sistem imun tubuh Anda untuk ikut melawan sel kanker tersebut. Tujuannya pada tahap ini biasanya adalah mengendalikan gejala dan memperpanjang kualitas hidup (perawatan paliatif). 4
Perawatan Setelah Terapi (Follow-up)
Perjalanan medis tidak berhenti setelah pengobatan utama selesai. Pasien diwajibkan untuk kontrol rutin ke dokter untuk memastikan sel kanker benar-benar hilang dan tidak tumbuh kembali. 4Sesi pemantauan ini juga sangat penting sebagai wadah untuk berdiskusi dengan dokter terkait efek samping pengobatan, fungsi seksual, dan kesehatan mental Anda setelah berjuang melawan kanker. 4
Baca juga: Peran Keluarga dalam Perawatan Pasien Kanker: Tips dan Strategi
Tanya Jawab (FAQ)
- Apakah kanker serviks selalu disebabkan oleh virus HPV? Ya, sebagian besar memang demikian. Lebih dari 90% kasus kanker serviks dipicu oleh infeksi HPV yang menetap. Namun ingat, proses perubahannya dari infeksi menjadi sel kanker membutuhkan waktu bertahun-tahun, tidak terjadi secara instan. 3
- Apakah keputihan pasti merupakan tanda kanker serviks? Tidak selalu. Keputihan yang gatal atau berbau sering kali hanya disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri biasa. 2 Namun, bila keputihannya berubah warna, sangat bau, bercampur darah, dan tidak kunjung sembuh dengan obat biasa, Anda wajib memeriksakannya. 2
- Apakah kanker serviks bisa dicegah? Sangat bisa! WHO sangat merekomendasikan tiga langkah pencegahan utama: mendapatkan Vaksinasi HPV sejak usia remaja, rutin melakukan skrining (Pap smear/tes HPV) bagi wanita yang sudah aktif secara seksual, dan segera mengobati kelainan pra-kanker sebelum ia berubah menjadi ganas. 1,3
Referensi
- World Health Organization. Cervical cancer [Internet]. Geneva: World Health Organization; [cited 2026 Mar 9]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer
- Centers for Disease Control and Prevention. Symptoms of Cervical Cancer [Internet]. Atlanta (GA): CDC; [cited 2026 Mar 9]. Available from: https://www.cdc.gov/cervical-cancer/symptoms/index.html
- Centers for Disease Control and Prevention. Basic Information about HPV and Cancer [Internet]. Atlanta (GA): CDC; [cited 2026 Mar 9]. Available from: https://www.cdc.gov/cancer/hpv/basic-information.html
- National Cancer Institute. Cervical Cancer Treatment (PDQ®)–Health Professional Version [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 May 13 [cited 2026 Mar 9]. Available from: https://www.cancer.gov/types/cervical/hp/cervical-treatment-pdq
- National Cancer Institute. Cervical Cancer Stages [Internet]. Bethesda (MD): National Cancer Institute; 2025 May 16 [cited 2026 Mar 9]. Available from: https://www.cancer.gov/types/cervical/stages
