{"id":5657,"date":"2026-06-16T10:42:09","date_gmt":"2026-06-16T03:42:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/?p=5657"},"modified":"2026-08-11T11:17:36","modified_gmt":"2026-08-11T04:17:36","slug":"kencing-berdarah-tanpa-nyeri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/","title":{"rendered":"Kencing Berdarah Tanpa Nyeri, Bisakah Menjadi Tanda Kanker Kandung Kemih?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kencing berdarah tanpa nyeri<\/strong> atau adanya darah (sel darah merah) dalam urine yang tidak disertai rasa sakit bisa membuat seseorang bingung: apakah ini infeksi, batu, atau tanda adanya suatu penyakit serius? Jawabannya: darah dalam urine dapat disebabkan banyak hal, tetapi ini <strong>tidak boleh diabaikan<\/strong>. Salah satu <strong>gejala kanker kandung kemih<\/strong> yang paling penting adalah <strong>hematuria<\/strong>, yaitu adanya darah dalam urine, baik terlihat jelas maupun hanya terdeteksi melalui pemeriksaan urine.<sup>1,2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hematuria tidak selalu berarti kanker. Penyebab lain bisa berupa infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, trauma, obat tertentu, pembesaran prostat, atau penyakit ginjal. Pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda bila darah dalam urine muncul tanpa nyeri, terutama pada usia di atas 40 tahun, perokok, atau orang dengan riwayat paparan bahan kimia tertentu, evaluasi medis sebaiknya tidak ditunda.<sup>1-4<\/sup>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Hematuria?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hematuria dapat dibagi menjadi dua jenis:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Jenis hematuria<\/strong><\/td><td><strong>Penjelasan<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Hematuria makroskopik\/<em>gross hematuria<\/em><\/td><td>Darah terlihat jelas; urine dapat tampak merah muda, merah, kecoklatan, atau seperti teh<\/td><\/tr><tr><td>Hematuria mikroskopik<\/td><td>Darah tidak terlihat oleh mata, tetapi terdeteksi saat urinalisis atau pemeriksaan laboratorium<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kanker kandung kemih, hematuria dapat muncul <strong>tanpa nyeri<\/strong>, hilang-timbul, dan tidak selalu disertai gejala lain.<sup>1,2<\/sup> Kondisi ini kerap membuat sebagian pengidap menunda pemeriksaan karena merasa \u201csudah membaik\u201d ketika warna urine kembali normal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Darah dalam Urine Tidak Boleh Diabaikan?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Darah dalam urine adalah tanda bahwa perlu dilakukan pemeriksaan medis pada saluran kemih, mulai dari ginjal, ureter (saluran urine dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, prostat pada pria, hingga uretra (saluran urine dari kandung kemih keluar tubuh). Pada kanker kandung kemih, hematuria merupakan gejala awal yang paling umum.<sup>1,2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hematuria, baik yang terlihat jelas maupun mikroskopik, merupakan&nbsp; gejala awal paling umum pada kanker kandung kemih, umumnya berupa <strong><em>asymptomatic hematuria<\/em><\/strong> atau hematuria tanpa gejala, yang perlu dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut seperti sistoskopi (pemeriksaan bagian dalam kandung kemih memakai selang kecil berkamera yang dimasukkan lewat lubang kencing), pemeriksaan fungsi ginjal, dan pencitraan saluran kemih atas (pemeriksaan foto rontgen, USG, atau CT scan untuk melihat kondisi ginjal dan saluran yang mengalirkan air kencing dari ginjal ke kandung kemih).<sup>1,2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kencing berdarah tetap perlu diperiksa meskipun tidak terasa nyeri. Menunggu sampai muncul nyeri atau gejala berat dapat membuat diagnosis terlambat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kencing Berdarah Tanpa Nyeri dan Kanker Kandung Kemih<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kanker kandung kemih terjadi ketika sel pada dinding kandung kemih tumbuh tidak terkendali. Jenis paling umum adalah kanker urothelial atau <em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;transitional cell carcinoma<\/em>, yang berasal dari dinding dalam saluran kemih.<sup>1,2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanda kanker kandung kemih<\/strong> yang paling sering adalah darah dalam urine. Urine bisa tampak merah muda, merah terang, kecoklatan, atau kadang terlihat normal tetapi mengandung darah saat diperiksa di laboratorium.<sup>1,4<\/sup> Pada beberapa orang, darah muncul sekali lalu tidak muncul lagi, sehingga sering dianggap tidak serius. Karakteristik hematuria yang muncul hilang-timbul tetap perlu ditelusuri penyebabnya.<sup>1,2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktor risiko yang dapat meningkatkan kecurigaan antara lain:<sup>1,2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Usia di atas 40 hingga 50 tahun&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Merokok<\/li>\n\n\n\n<li>Paparan bahan kimia tertentu di tempat kerja, seperti:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Amina aromatik: zat kimia seperti <em>benzidine<\/em> dan <em>beta-naphthylamine<\/em> yang sering dipakai pada industri pewarna tekstil, karet, dan cat.<\/li>\n\n\n\n<li>Hidrokarbon aromatik polisiklik\/<em>Polycyclic aromatic hydrocarbon<\/em> (PAH): asap atau debu dari pembakaran batubara, industri baja, dan pekerja tambang.<\/li>\n\n\n\n<li>Logam berat: paparan arsenik yang kadang mencemari air sumur atau limbah pabrik tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Riwayat kanker kandung kemih dalam keluarga<\/li>\n\n\n\n<li>Riwayat radioterapi panggul<\/li>\n\n\n\n<li>Riwayat penggunaan obat tertentu, seperti:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Pioglitazone<\/em>: obat minum untuk pasien diabetes melitus tipe 2 yang jika dipakai dalam dosis tinggi atau jangka waktu yang sangat lama dapat memicu radang kronis di kandung kemih.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Cyclophosphamide<\/em>: obat kemoterapi atau penekan kekebalan tubuh yang<s> <\/s>bisa mengiritasi dan merusak dinding kandung kemih.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Infeksi atau iritasi kandung kemih kronis<\/li>\n\n\n\n<li>Gejala berkemih yang menetap seperti sering buang air kecil, rasa mendesak ingin berkemih, atau nyeri saat buang air kecil.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penyebab kanker kandung kemih<\/strong> bersifat multifaktorial. Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama karena zat kimia dari rokok dapat masuk ke aliran darah, disaring ginjal, lalu terkumpul di urine dan bersentuhan dengan dinding kandung kemih.<sup>1,2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab Lain Kencing Berdarah<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak semua kencing berdarah berarti kanker. Beberapa penyebab lain hematuria meliputi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Infeksi saluran kemih<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Infeksi saluran kemih dapat menyebabkan urine berdarah, nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, rasa mendesak ingin berkemih, demam, atau nyeri perut bawah. Gejala pada sebagian orang dapat muncul tidak khas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Batu saluran kemih<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Batu ginjal atau batu saluran kemih dapat melukai saluran kemih dan menyebabkan darah dalam urine. Biasanya disertai nyeri pinggang hebat, mual, atau nyeri yang menjalar, tetapi tidak selalu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Trauma atau aktivitas berat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cedera pada area pinggang, perut, atau saluran kemih dapat menyebabkan hematuria. Aktivitas fisik sangat berat juga dapat memicu hematuria sementara pada sebagian orang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Obat-obatan tertentu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Obat pengencer darah dan obat tertentu, seperti seperti <em>aspirin, warfarin<\/em>, dan obat pereda nyeri seperti <em>ibuprofen<\/em> atau <em>mefenamic acid<\/em>, dapat memicu atau memperburuk kencing berdarah. Obat-obatan ini membuat darah lebih mudah mengalir atau lambat membeku, sehingga jika ada luka kecil atau iritasi ringan di saluran kemih, darah yang keluar akan terlihat jauh lebih banyak di urine. Jangan menghentikan obat tanpa arahan dokter.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Penyakit ginjal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gangguan pada ginjal, termasuk peradangan ginjal, dapat menyebabkan darah dalam urine, kadang disertai protein urine, tekanan darah tinggi, atau timbul bengkak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Pembesaran prostat atau gangguan prostat pada pria<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada pria, pembesaran prostat atau peradangan prostat dapat menjadi salah satu penyebab keluhan berkemih dan kadang hematuria.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Evaluasi dokter diperlukan agar penyebab hematuria dapat dipastikan secara akurat dan tidak diasumsikan sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/metode-non-invasif-untuk-deteksi-kanker-awal\/\">Metode Non-Invasif untuk Deteksi Kanker Awal<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pemeriksaan untuk Mencari Penyebab<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokter akan menentukan pemeriksaan berdasarkan usia, gejala, faktor risiko, apakah darah terlihat jelas, dan hasil pemeriksaan awal. Pemeriksaan yang mungkin dilakukan meliputi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Urinalisis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Urinalisis membantu memastikan apakah ada darah dalam urine, infeksi, protein, atau tanda lain yang mengarah pada gangguan ginjal\/saluran kemih.<sup>2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Kultur urine<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dicurigai infeksi, kultur urine dapat membantu mengetahui jenis bakteri dan pilihan antibiotik yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Pemeriksaan fungsi ginjal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tes darah seperti kreatinin dapat membantu menilai fungsi ginjal, terutama bila dokter mempertimbangkan pencitraan dengan kontras (pemeriksaan rontgen atau pemindaian organ tubuh menggunakan cairan pewarna khusus agar gambar pembuluh darah dan organ terlihat lebih jelas dan tajam) atau ada kecurigaan gangguan ginjal.<sup>2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Pencitraan<\/strong> <strong>saluran kemih<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">USG, CT urogram, atau pemeriksaan pencitraan lain dapat digunakan untuk menilai ginjal, ureter, dan kandung kemih. Pemilihan imaging bergantung pada risiko pasien dan kecurigaan klinis.<sup>2,3<\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Periksa Kondisi Saluran Kemih dengan USG<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dokter menyarankan pemeriksaan pencitraan untuk mengevaluasi keluhan pada saluran kemih, <strong>USG BW Abdomen Urologi di RS Gading Pluit<\/strong> dapat dipesan melalui ONEOnco dengan harga <strong>Rp869.000<\/strong>. Layanan ini sudah termasuk hasil <em>expertise<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"https:\/\/www.oneonco.co.id\/direktori-care\/rs-gading-pluit\/usg-bw-abdomen-urologi\">Cek USG Abdomen Urologi &amp; Pesan Sekarang \u2192<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Sistoskopi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeriksaan ini penting bila dokter mencurigai kelainan di kandung kemih, termasuk kanker kandung kemih.<sup>2,3<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;European Association of Urology<\/em> menekankan peran sistoskopi dan pemeriksaan histologis dalam diagnosis kanker kandung kemih <em>non-muscle-invasive <\/em>(yang belum menyebar ke lapisan otot kandung kemih).<sup>3<\/sup> Jika ada lesi mencurigakan, dokter dapat mengambil jaringan untuk pemeriksaan patologi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Terapi Kanker Kandung Kemih Secara Umum<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Terapi kanker kandung kemih<\/strong> bergantung pada jenis kanker, stadium, derajat keganasan, apakah sudah menyebar ke lapisan otot kandung kemih, kondisi pasien, dan tujuan terapi.<sup> 1-3<\/sup>&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, pilihan pengobatan dapat meliputi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. TURBT<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Transurethral resection of bladder tumor<\/em> atau TURBT adalah prosedur untuk mengangkat tumor dari dalam kandung kemih melalui uretra. Ini sering menjadi langkah diagnosis sekaligus terapi awal pada kanker kandung kemih <em>non-muscle-invasive<\/em>.<sup>2,3<\/sup><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Terapi intravesikal<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada beberapa kanker kandung kemih <em>non-muscle-invasive<\/em>, obat dapat dimasukkan langsung ke kandung kemih, misalnya BCG (<em>Bacillus Calmette-Gu\u00e9rin<\/em> \/ bakteri lemah untuk melatih sel imun tubuh melawan sel kanker) atau kemoterapi intravesikal (obat khusus untuk membunuh sel kanker secara langsung di area tersebut), untuk menurunkan risiko kekambuhan atau progresi sesuai risiko pasien.<sup>3<\/sup><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Pembedahan<\/strong> <strong>lebih besar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila kanker sudah menyebar ke lapisan otot atau berisiko tinggi, dokter dapat mempertimbangkan pembedahan yang lebih luas, termasuk pengangkatan kandung kemih pada kasus tertentu.<sup>1,2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, atau terapi sistemik lain<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kanker yang lebih lanjut, pengobatan dapat mencakup kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, atau kombinasi terapi sesuai stadium dan kondisi pasien.<sup>1,2<\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kanker kandung kemih yang ditemukan lebih awal sering memiliki pilihan terapi yang lebih luas. Namun, kanker kandung kemih juga dapat kambuh, sehingga pemantauan rutin sangat penting.<sup>2,3<\/sup><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kapan Harus Segera ke Dokter?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Segera periksa ke dokter bila mengalami:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>urine merah, merah muda, cokelat, atau seperti teh\/cola<\/li>\n\n\n\n<li>darah dalam urine meski hanya sekali<\/li>\n\n\n\n<li>kencing berdarah tanpa nyeri<\/li>\n\n\n\n<li>darah dalam urine disertai sering BAK, nyeri BAK, atau urgensi<\/li>\n\n\n\n<li>nyeri pinggang, demam, atau lemas<\/li>\n\n\n\n<li>hematuria pada usia &gt;40 tahun<\/li>\n\n\n\n<li>riwayat merokok<\/li>\n\n\n\n<li>riwayat paparan bahan kimia di tempat kerja<\/li>\n\n\n\n<li>riwayat kanker saluran kemih<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui <strong>ONEOnco<\/strong>, pasien dapat berkonsultasi untuk gejala, <em>second opinion<\/em>, atau pemilihan pemeriksaan kanker yang sesuai. Layanan ONEOnco dapat membantu mengarahkan pengidap ke dokter dan fasilitas yang tepat, terutama bila keluhan seperti hematuria perlu evaluasi lebih lanjut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Program Bantuan Pasien ONEOnco<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pasien yang sedang menjalani atau mempersiapkan pengobatan kanker, <strong>ONEOnco menyediakan Program Bantuan Pasien dengan harga khusus untuk beberapa produk onkologi tertentu<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi mengenai <strong>ketersediaan obat yang termasuk dalam program, ketentuan, kriteria peserta, serta harga<\/strong> dapat diperoleh dengan menghubungi <strong>WhatsApp ONEOnco di +62 811-1707-0111<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hubungi ONEOnco untuk Informasi Program Bantuan Pasien<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>FAQ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apakah kencing berdarah tanpa nyeri selalu kanker?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. Kencing berdarah dapat disebabkan infeksi, batu, trauma, obat tertentu, penyakit ginjal, atau gangguan prostat. Hematuria tanpa nyeri merupakan salah satu tanda penting kanker kandung kemih dan perlu dievaluasi dokter, terutama bila terlihat jelas atau terjadi pada pasien dengan faktor risiko.<sup>1,2,4<\/sup>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pemeriksaan apa untuk kencing berdarah?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeriksaan dapat mencakup urinalisis, kultur urine, pemeriksaan fungsi ginjal, imaging saluran kemih seperti USG\/CT, dan sistoskopi bila dokter mencurigai kelainan kandung kemih.<sup>2,3<\/sup><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apakah kanker kandung kemih bisa sembuh jika ditemukan awal?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kanker kandung kemih yang ditemukan lebih awal sering memiliki pilihan terapi yang lebih luas, misalnya TURBT dan terapi intravesikal pada kasus <em>non-muscle-invasive<\/em> tertentu.<sup>2,3<\/sup> Risiko kekambuhan dapat terjadi, sehingga kontrol berkala tetap diperlukan.<sup>3<\/sup><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.oneonco.co.id\/self-assesment\/risk-assestment-kanker\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"403\" src=\"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Self_Risk_Assestment-3-1024x403.webp\" alt=\"self risk asssesment\" class=\"wp-image-5079\" srcset=\"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Self_Risk_Assestment-3-1024x403.webp 1024w, https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Self_Risk_Assestment-3-300x118.webp 300w, https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Self_Risk_Assestment-3-768x302.webp 768w, https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Self_Risk_Assestment-3.webp 1300w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Referensi<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Leslie SW, Soon-Sutton TL, Aeddula NR. Bladder cancer. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 [cited 2026 Mar 4]. Available from:<a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK536923\/?utm_source=chatgpt.com\"> https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK536923\/<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>DeGeorge KC, Holt HR, Hodges SC. Bladder cancer: diagnosis and treatment. <em>Am Fam Physician<\/em> [Internet]. 2017;96(8):507-514 [cited 2026 Mar 4]. Available from:<a href=\"https:\/\/www.aafp.org\/pubs\/afp\/issues\/2017\/1015\/p507.html?utm_source=chatgpt.com\"> https:\/\/www.aafp.org\/pubs\/afp\/issues\/2017\/1015\/p507.html<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>European Association of Urology. EAU guidelines on non-muscle-invasive bladder cancer [Internet]. Arnhem: European Association of Urology; 2025 [cited 2026 Mar 4]. Available from:<a href=\"https:\/\/uroweb.org\/guidelines\/non-muscle-invasive-bladder-cancer?utm_source=chatgpt.com\"> https:\/\/uroweb.org\/guidelines\/non-muscle-invasive-bladder-cancer<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Bladder Cancer Advocacy Network. Bladder cancer signs and symptoms [Internet]. Bethesda (MD): Bladder Cancer Advocacy Network; [cited 2026 Mar 4]. Available from:<a href=\"https:\/\/bcan.org\/facing-bladder-cancer\/bladder-cancer-signs-symptoms\/?utm_source=chatgpt.com\"> https:\/\/bcan.org\/facing-bladder-cancer\/bladder-cancer-signs-symptoms\/<\/a><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kencing berdarah tanpa nyeri atau adanya darah (sel darah merah) dalam urine yang tidak disertai rasa sakit bisa membuat seseorang bingung: apakah ini infeksi, batu, atau tanda adanya suatu penyakit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":5658,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"breadcrumbs_single_post":"","page_title_panel":"","breadcrumbs_single_page":"","single_page_alignment":"","single_page_margin":"","page_structure_type":"","content_style_source":"","content_style":"","blog_post_streched_ed":"","blog_page_streched_ed":"","has_transparent_header":"","disable_transparent_header":"","vertical_spacing_source":"","content_area_spacing":"","single_post_content_background":"","single_page_content_background":"","single_post_boxed_content_spacing":"","single_page_boxed_content_spacing":"","single_post_content_boxed_radius":"","single_page_content_boxed_radius":"","disable_featured_image":"","disable_post_tags":"","disable_author_box":"","disable_posts_navigation":"","disable_comments":"","disable_related_posts":"","disable_header":"","disable_footer":"","footnotes":"","_rishi_post_view_count":72},"categories":[36],"tags":[229],"class_list":["post-5657","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-kanker","tag-kanker-kandung-kemih","rishi-post"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kencing Berdarah Tanpa Nyeri, Bisakah Menjadi Tanda Kanker?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kencing berdarah tanpa nyeri bisa jadi tanda awal kanker kandung kemih. Ketahui penyebab, faktor risiko, dan kapan harus segera periksa ke dokter di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kencing Berdarah Tanpa Nyeri, Bisakah Menjadi Tanda Kanker?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kencing berdarah tanpa nyeri bisa jadi tanda awal kanker kandung kemih. Ketahui penyebab, faktor risiko, dan kapan harus segera periksa ke dokter di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Oneonco\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/OneOnco-104876148400857\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-16T03:42:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-11T04:17:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash-scaled.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Copywriter One Onco\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Copywriter One Onco\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Copywriter One Onco\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ed35c5264873360fc19ff5abd4c4fa88\"},\"headline\":\"Kencing Berdarah Tanpa Nyeri, Bisakah Menjadi Tanda Kanker Kandung Kemih?\",\"datePublished\":\"2026-06-16T03:42:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-11T04:17:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/\"},\"wordCount\":1726,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash-scaled.webp\",\"keywords\":[\"kanker kandung kemih\"],\"articleSection\":[\"Artikel Kanker\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/\",\"name\":\"Kencing Berdarah Tanpa Nyeri, Bisakah Menjadi Tanda Kanker?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash-scaled.webp\",\"datePublished\":\"2026-06-16T03:42:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-11T04:17:36+00:00\",\"description\":\"Kencing berdarah tanpa nyeri bisa jadi tanda awal kanker kandung kemih. Ketahui penyebab, faktor risiko, dan kapan harus segera periksa ke dokter di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash-scaled.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash-scaled.webp\",\"width\":2560,\"height\":1707,\"caption\":\"cancer treatment\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kencing Berdarah Tanpa Nyeri, Bisakah Menjadi Tanda Kanker Kandung Kemih?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Oneonco\",\"description\":\"Oncology Total Solution\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Oneonco\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/oneonco_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/oneonco_logo.png\",\"width\":252,\"height\":100,\"caption\":\"Oneonco\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/OneOnco-104876148400857\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ed35c5264873360fc19ff5abd4c4fa88\",\"name\":\"Copywriter One Onco\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b8fa9070b410b5d552b5ab44e8b8d239361b8be9be0153dfd6069379f63659a1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b8fa9070b410b5d552b5ab44e8b8d239361b8be9be0153dfd6069379f63659a1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b8fa9070b410b5d552b5ab44e8b8d239361b8be9be0153dfd6069379f63659a1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Copywriter One Onco\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/oneonco.co.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.oneonco.co.id\\\/blog\\\/author\\\/copywriter-one-onco\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kencing Berdarah Tanpa Nyeri, Bisakah Menjadi Tanda Kanker?","description":"Kencing berdarah tanpa nyeri bisa jadi tanda awal kanker kandung kemih. Ketahui penyebab, faktor risiko, dan kapan harus segera periksa ke dokter di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kencing Berdarah Tanpa Nyeri, Bisakah Menjadi Tanda Kanker?","og_description":"Kencing berdarah tanpa nyeri bisa jadi tanda awal kanker kandung kemih. Ketahui penyebab, faktor risiko, dan kapan harus segera periksa ke dokter di sini!","og_url":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/","og_site_name":"Oneonco","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/OneOnco-104876148400857","article_published_time":"2026-06-16T03:42:09+00:00","article_modified_time":"2026-08-11T04:17:36+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash-scaled.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Copywriter One Onco","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Copywriter One Onco","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/"},"author":{"name":"Copywriter One Onco","@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/ed35c5264873360fc19ff5abd4c4fa88"},"headline":"Kencing Berdarah Tanpa Nyeri, Bisakah Menjadi Tanda Kanker Kandung Kemih?","datePublished":"2026-06-16T03:42:09+00:00","dateModified":"2026-08-11T04:17:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/"},"wordCount":1726,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash-scaled.webp","keywords":["kanker kandung kemih"],"articleSection":["Artikel Kanker"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/","url":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/","name":"Kencing Berdarah Tanpa Nyeri, Bisakah Menjadi Tanda Kanker?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash-scaled.webp","datePublished":"2026-06-16T03:42:09+00:00","dateModified":"2026-08-11T04:17:36+00:00","description":"Kencing berdarah tanpa nyeri bisa jadi tanda awal kanker kandung kemih. Ketahui penyebab, faktor risiko, dan kapan harus segera periksa ke dokter di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash-scaled.webp","contentUrl":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/olga-kononenko-98__MsKaUsI-unsplash-scaled.webp","width":2560,"height":1707,"caption":"cancer treatment"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/kencing-berdarah-tanpa-nyeri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kencing Berdarah Tanpa Nyeri, Bisakah Menjadi Tanda Kanker Kandung Kemih?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/","name":"Oneonco","description":"Oncology Total Solution","publisher":{"@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/#organization","name":"Oneonco","url":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/oneonco_logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/oneonco_logo.png","width":252,"height":100,"caption":"Oneonco"},"image":{"@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/OneOnco-104876148400857"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/ed35c5264873360fc19ff5abd4c4fa88","name":"Copywriter One Onco","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b8fa9070b410b5d552b5ab44e8b8d239361b8be9be0153dfd6069379f63659a1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b8fa9070b410b5d552b5ab44e8b8d239361b8be9be0153dfd6069379f63659a1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b8fa9070b410b5d552b5ab44e8b8d239361b8be9be0153dfd6069379f63659a1?s=96&d=mm&r=g","caption":"Copywriter One Onco"},"sameAs":["https:\/\/oneonco.co.id"],"url":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/author\/copywriter-one-onco\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5657"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5657\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5663,"href":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5657\/revisions\/5663"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.oneonco.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}